Let’s Rock Your Product

Awareness akan brand atau produk adalah sesuatu yang diingankan oleh setiap marketer.

Banyak cara untuk menciptakan hal tersebut. Bagaimana caranya?  Saya ingin memberikan pengalaman yang saya lihat di perusahaan-perusahan lain dalam menciptakan Awareness dan dikombinasikan dengan pengalaman saya di Martha Tilaar Group, tempat dimana saya bekerja.

Silahkan kunjungi presentasi saya:

Cool Awareness Strategy

K I T A B I S A

Lyric lagu: Kita Bisa   (Yovie & His Friends)

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae

wa e o, wae wa e o, wae wa e o

kita bisa, kita pasti bisa

kita akan raih bintang- bintang

kita bisa jadi yang terdepan

bersatu bersama dalam satu irama
 terbang meraih kejayaan, kita bisa


Lagu Kita Bisa akhirnya memang terbukti. Indonesia bisa menjadi kontingen terbaik di pesta olahraga ter-akbar se- Asia Tenggara baru-baru ini di Jakarta dan Palembang.

Lagu Indonesia Raya berkumandang sebanyak 184 kali, pemecahan rekor di beberapa olahraga pun terjadi.  Walaupun masih ada kendala dalam pelaksanaannya, namun secara umum kita bisa menjadi penyelenggara yang baik.

Namun pesta kesuksesan ini tidak hanya berakhir disini saja, di tahun-tahun mendatang persaingan akan semakin sengit. Bahkan di cabang bulutangkis,olahraga andalan kita, sudah mulai bermunculan atlet muda dari negara tetangga yang membuat jantung berdetak dengan kencang.

Bagaimana pesta olah raga 2 tahunan ini bisa terus menjadi pesta bagi rakyat Indonesia?

DP

DP bahasa keren yang biasa dikenal adalah Down payment yakni, Pembayaran awal sebelum melakukan total pembayaran. Istilah ini yang dipakai apabila kita ingin melakukan transaksi B to B; hubungan transaksi antar perusahaan satu dengan perusahaan lain.

DP disini bukanlah bicara mengenai pembayaran. DP yang diinginkan oleh Rakyat Indonesia yakni meminta pemerintah untuk mendukung atlet-atlet Indonesia agar bisa lebih berprestasi.

DP =  Dukungan Pemerintah dalam:

1.Melakukan pembinaan secara berkala para atlet. Perlu adanya pembinaan sejak usia muda. Melihat potensi dan atlet-atlet yang berbakat.

2. Memperbaiki fasilitas-fasiltas olah raga. Banyak fasilitas atau tempat latihan yang kurang memadai. Semoga kompleks olahraga seperti di Senayan atau di Palembang bisa digunakan untuk tempat latihan yang memadai. Dan ada baiknya membuat fasilitas olah raga di kota-kota lainnya sehingga bisa lebih menciptakan atlet-atlet yang berbakat.

3. Memberi penghargaan atau bonus yang transparan untuk atlet-atlet berprestasi. Sering kali kita mendengar adanya kendala dalam pemberiaan bonus kepada atlet, apakah telat dibayar atau bonus yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

4. Dan yang terpenting, memberikan jaminan hidup bagi atlet. Inilah yang saya lihat bagian terpenting untuk membuat para atlet untuk bisa lebih berkonsentrasi tanpa harus memikirkan masa depan mereka seandainya sudah pensiun. Pernah kah kita mendengar mantan juara dunia tinju kelas IBF, Ellyas Pical sekarang menjadi kurir di sebuah perusahaan? Sangat disayangkan bukan? Seorang atlet yang membawa harum nama bangsa seakan terlupakan ditelan masa.

Nah apakah DP tersebut bisa diwujudkan untuk memberikan motivasi bagi para pahlawan olah raga Indonesia? Sehingga pesta rakyat bisa terus terjadi di masa yang akan datang.

KITA BISA!

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae

wa e o, wae wa e o, wae wa e o

2+2+1 = 50 ?

Rasanya kalau saya masih di kelas 1 SD, saya bakalan di kerluarkan dari sekolah melihat hasil perhitungan di atas. Anak saya kelas 1 SD pun dengan cepat menyebut angka 5.

Untuk ilmu matematika, hal itu tentu saja benar. Tapi tidak dalam hal kreativitas atau  di bidang marketing: 2+2+1 bisa hasilnya tidak 5, tapi bisa 50 atau bahkan 500.

Mengapa demikian?

Saya ingin berbagi pengalaman apa yang saya alami baru-baru ini.

2 hari pertama saya bekerja di kantor tujuan di kantor lebih mengkoordinasikan kegiatan yang bersifat operasional dan memonitor pekerjaan yang sudah dilakukan oleh rekan kerja.

2 hari kedua saya usahakan untuk jalan ke pasar untuk mengunjungi toko-toko untuk mengetahui keadaan pasar. Bertemu dengan konsumen secara langsung dan usahakan bertukar ide dengan para pemilik toko. Dari sana apa yang bisa di dapatkan? Aktifitas kompetitor, produk-produk baru serta memperoleh informasi produk-produk apa saja yang diinginkan oleh konsumen.

Nah 1 hari terakhir, saya mencoba bertapa untuk menyendiri; bisa dilakukan di manapun di tempat ramai sekalipun yang menurut saya bisa mendapatkan ide-ide baru yang mungkin tidak kita peroleh di dalam kegiatan sehari-hari

Saya yakin sebagai seorang yang selalu berinovasi dan berkreasi, hal itu sangat diperlukan. Ide selalu datang di saat kita tidak berada dalam lingkup kerja di kantor.

Dalam waktu 5 hari tadi, bisa keluar ide-ide baru tidak hanya keluar 1-5 buah ide, tapi jauh di atas angka tadi.  Saya mendapatkan banyak sekali ide yang diperoleh dengan formula 2 hari di kantor +2 hari di pasar +1 hari untuk bertapa

Selamat mencoba ilmu 2+2+1=50

Kill The World with 2 Birds

Wow, judul yang cukup sensasional. Biasanya pepatah mengatakan one stone can kill 2 birds. Namun kali ini jangan dianggap enteng seekor burung

Ada apa dengan seekor burung?

Saya tidak akan membicarakan mengenai penyakit bird flu, yang memang cukup menghebohkan di banyak negara beberapa tahun terakhir lalu.

Namun ke 2 burung tadi adalah: Angry Bird dan Twitter

Twitter yang berlogo dengan burung biru nya siap ber tweet ria semua informasi yang ada saat ini. Bayangkan Twitter bisa membuat suatu social media  begitu kuat nya dengan ada 200 juta penggunanya. Itu hampir sama dengan jumlah penduduk di Indonesia.  Twitter ini bukan hanya dijadikan sebagai komunikasi yang bersifat vertikal saja, namun lebih bersifat horizontal.

Siapa yang tidak kenal permainan Angry Birds? Dalam waktu yang cukup singkat, permainan ini sudah di download lebih dari 300 juta. Mulai dari anak-anak, sampai dewasa pasti pernah memainkan permainan seperti katapel tadi. Bahkan aplikasi di HP, Tablet, dan PC mananpun pasti memiliki aplikasi permainan tersebut.

Dengan melihat ke dua burung tadi, bisa ditarik makna bahwa: buat lah suatu produk yang sederhana seperti permainan katapel tadi; namun dipadukan oleh sebuah tehnologi dan manfaatkan tehnologi untuk mengiklankan produk anda. Let’s the bird tweet your product.

Bali, What’s Next?


Tahun ini, saya sempat mengunjungi kota Bali untuk ketiga kalinya. Pertama di awal tahun menghadiri pembukaan Martha Tilaar Shop pertama di pulau Dewata. Yang kedua bersama keluarga liburan anak sekolah. Dan yang ketiga pada saat liburan Lebaran.

Wow, mengapa  Bali diminati? Tak terkecuali saya pribadi, namun hampir semua turis baik domestik maupun asing ingin pergi ke sana.

Menurut statistik yang saya peroleh, kwartal pertama 2011, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke pulau Bali meningkat sebesar 13.34% (sumber Badan Pusat Statistik Provinsi Bali)

Keindahan Pulau Dewata

Bali terkenal tidak hanya pantainya, namun juga budaya dan keramah tamahan penduduknya. Itulah yang menyebabkan Bali bisa bersaing dengan kota-kota wisata lainnya di manca Negara.

Indonesia = Bali

Banyak orang luar negeri yang tidak mengenal Indonesia, namun apabila dikatakan Bali. Mereka langsung bertanya: “ Is Indonesia part of Bali?”

Terkadang saya pribadi berpikir. Kenapa Bali membawa daya tarik yang begitu kuat? Apakah ini yang kita kenal dengan istilah Branding di dalam bahasa marketing.

AC Milan di Bali

Mungkin banyak kepala Negara, artis/aktor, selebriti atau bahkan atlet dunia yang berkunjung ke Bali. Julia Robets pun pernah hadir di Bali untuk pembuatan film Eat, Pray and Love.

Bahkan tim klub terbaik dunia , AC Milan,  datang ke Bali. Walaupun yang datang memang pemain-pemain senior mereka yang dikenal dengan AC Milan Glorie

Siapa yang menyangka, saya bisa bertemu langsung dengan klub favorit saya. Bahkan bisa mendapatkan foto bareng dengan pemain-pemain legendaris seperti Franco Baresi, Alexandro Costacurta, Danialle Massaro,  Nelson Dida dan masih banyak pemain lain.

Tantangan

Indonesia bukanlah hanya Bali. Masih banyak tempat indah di sepanjang Nusantara yang bisa bersaing dengan Bali. Tinggal saja bagaimana masing-masing daerah mem- Branding daerahnya. Mulai dari:

a. Infrastruktur yang perlu diperbaiki,

b. Tempat wisata yang perlu dikembangkan,

c. Kesiapan sumber daya manusia untuk menyambut wisatawan, dan

d. Bagaimana membuat komunikasi yang cukup efektif

Seandainya Bali bisa membuat  decak kagum wisatawan untuk berkunjung kesana, daerah apa lagi yang akan menyusul? Inilah tantangan kita bersama, bagaimana mem-populerkan daerah lainnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Idul Fitri 1423 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Tak terasa,  sudah sebulan penuh umat Muslim menjalankan Ibadah Puasa. Tak terasa Hari Raya Lebaran telah tiba.

Banyak persiapan yang dilakukan menjelang Hari Raya mulai dari membersihkan hati dengan berpuasa, menyiapkan diri untuk saling berbagi kasih, ataupun mungkin mempersiapkan baju baru untuk merayakan Hari Raya Lebaran.

Selain itu ada yang biasa dilakukan yakni: mengirimkan ucapan selamat Hari Raya.

Jaman dahulu, ucapan selamat Lebaran atau Hari Raya umat beragama lainnya masih menggunakan kartu ucapan. Pada masa kecil saya, kalau ingin ada perayaan hari raya, senang sekali melihat ke toko buku atau toko yang menjual kartu ucapan. Dikarenakan banyak kartu yang bagus bahkan ada kartu yang dibuka bisa mengeluarkan suara ucapan selamat.

Tehnologi Baru

Waktu pun berjalan dan bergerak secara cepat diiringi dengan perubahan tehnologi. Handphone pun muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Memiliki fitur yang membuat teman sejauh apapun bisa terjangkau dengan cepat melalui SMS (Short Message System) atau BBM (BlackBerry Massenger) tanpa harus mengirimkan kartu ucapan melalui surat berperangko lagi.

Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook pun sekarang sudah dipakai untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan lebih dahsyat lagi orang-orang yang tidak kita kenalpun apabila mem-follow akun kita, bisa juga menerima ucapan selamat dari kita.

Mahluk Sosial

Namun, sebagai umat manusia kita tidak bisa dikendalikan hanya dengan kemajuan tehnologi. Acara Halal Bihalal, Silahturahmi atau pertemuan dengan keluarga, teman serta rekan kerja masih tetap menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan atau dilupakan. Karena manusia bukanlah sebuah robot, hanya dengan SMS atau BBM, atau ucapan selamat melalui jejaring sosial saja.  Mereka tetap merupakan mahluk sosial yang perlu tetap berinteraksi dengan teman-teman lain.

Percakapan melalui jejaring sosial memang diperlukan  untuk memberikan dan mendapatkan informasi secara cepat ataupun bisa saling bertukar pikiran, namun hal tersebut bukanlah yang utama. Saling berkunjung dan bertemu, bertatap muka serta berjabat tangan masih tetap diperlukan sehingga menjadikan suatu relasi menjadi lebih baik.

Selamat ber-Silahturahmi dengan keluarga, sanak saudara dan kerabat anda.

Branding = Sifat Air

Air merupakan sumber kehidupan bagi mahluk hidup di dunia. Tumbuhan bisa bertumbuh dengan adanya air, Hewan perlu air untuk melepas dahaga. Begitu pun manusia, banyak menggunakan air dalam kehidupan sehari-harinya.

Seandainya air merupakan sumber kehidupan mahluk di dunia, maka suatu Brand merupakan sumber kehidupan bagi sebuah perusahaan.

Saya sempat membaca buku Bruce Lee dari Pak Andre Wongso mengenai Kekuatan Air, dimana dibahas mengenai sifat-sifat air yang dihubungkan dengan sifat manusia.

Dari situlah, saya mulai merasakan ada unsur yang sama antara mem-Branding suatu produk dengan sifat air.


  • Air bersifat tenang: Brand perlu memiliki sifat yang tenang. Tidak perlu melakukan Panic Strategy atau Me Too Strategy dengan kompetitor anda. Kita bisa ambil contoh dalam masalah harga. Apabila kompetitor anda melakukan perang harga (Price War) Jangan ikut-ikutan panik, belum tentu apa yang dilakukan kompetitor anda sesuai dengan strategi dari Brand anda.


  • Air mempunyai kekuatan yang luar biasa.  Walaupun di point pertama sifat air tenang, namun jangan dilupakan bahwa air pun bisa memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan air bisa membuat bencana seperti peristiwa Tsunami.  Sebagai Brand, walaupun perlu ketenangan dalam menghadapi tantangan. Namun tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi kompetitor yang semakin hari semakin memakan pasar anda. Brand harus mempunyai kekuatan strategi yang luar biasa dan tepat guna memenangkan persaingan di pasar. Buatlah Brand anda menjadi kekuatan Tsunami yang membuat pesaing anda  belum siap menghadapi tantangan strategi anda.


  • Air memiliki 3 unsur: cair, padat, uap. Disini saya melihat adanya unsur flexiblitas dari air. Mengapa Brand perlu flexible? Karena di jaman Globalisasi ini terutama apabila ingin masuk ke pasar global, suatu Brand harus menyesuaikan dengan pasar global. Kita ambil contoh Mc Donald harus menyesuaikan keinginan konsumen yang berbeda-beda. Menu ayam goreng dan nasi mungkin hanya diketemukan di Indonesia. Atau di India memiliki menu untuk para vegetarian.


  • Air harus terus mencari tempat yang lebih rendah. Nah disini yang saya lihat apabila Brand anda sudah mencapai pangsa pasar yang tinggi, jangan pernah terlena untuk tetap melihat kompetitor2 yang mungkin masih jauh di bawah Brand anda atau bahkan belum terlihat saat ini.  Mungkin kita bisa banyak belajar kejadian Extra Joss yang merasa sudah berada di atas, merasa tidak memiliki kompetitor sehingga Extra Joss lupa untuk melihat ke bawah yang mana Kuku Bima sudah siap untuk merebut pangsa pasar Extra Joss.

Terlepas dari  sifat air di atas, mungkin semua orang tahu bahwa unsur air di tubuh manusia bisa mencapai 70% demikian pula, 2/3 bagian dari bumi ini merupakan air. Sehingga apabila pangsa pasar Brand anda bisa mencapai seperti unsur air dalam tubuh manusia atau belahan di bumi, maka tidak dipungkiri lagi, bahwa Brand anda merupakan Market Leader. Itulah yang selalu didambakan oleh setiap marketer untuk mem-Branding suatu produk.

Don’t Judge book by its cover

Don’t judge  book by its cover.

Pernyataan tadi di atas pada umumnya benar. Jangan pernah melihat penampilan dari sisi luar, sisi dalamnya bisa berubah 180 derajat

Pengalaman pribadi

Saya memiliki pengalaman pribadi pada saat diundang Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan Indonesia,beberapa waktu yang lalu. Saya bersama rekan kerja saya diundang untuk melakukan presentasi di daerah Duri Kosambi; daerah yang boleh dibilang cukup disegani karena daerahnya cukup macet, jauh dan jalannya yang tidak pernah beres banyak lubang di kanan kiri. Belum lagi kalau hujan, daerah tersebut cukup rawan banjir.

Pertemuan dimulai tepat pukul 9:00 pagi, karena saya tahu perlu waktu yang cukup lama ke arah sana, maka dari rumah saya berangkat pukul 6:30. Saya menyediakan waktu 2 jam kesana sehingga asumsi saya, bisa sampai 8:30.

Ketakutan terjadi

Ternyata apa yang saya takutkan terjadi, perjalanan ditempuh dengan keadaan macet, tidak jelas ke arah mana dan jalan rusak berlubang dimana-mana. Padahal waktu yang sudah ditempuh sudah hampir 2 jam, namun tidak terlihat tanda-tanda yang membuat hati tenang.

Namun, pengorbanan atau ketakutan tadi, terlepas pada saat masuk ke pintu gerbang Garuda Indonesia Training Centre (GITC). Tidak saya sangka, di tengah-tengah daerah yang dikenal sebagai daerah yang cukup disegani oleh masyarakat Jakarta, terbangun sebuah gedung yang cukup indah.

Fasilitas yg cukup lengkap

Hal yang kedua, yang membuat saya berdecak kagum yakni fasilitas sebuah training yang cukup lengkap diantaranya:

  1. Simulator menerbangkan pesawat

2. Simulator untuk mengetahui  peralatan semua pesawat mulai dari semua tipe Boeing sampai Airbus

3. Emergency landing dibuat sama seperti pendaratan di laut dengan simulasi di kolam renang, dan simulasi tersebut dilengkapi dengan keadaan hujan berikut dengan kilatan petirnya.

4. Ruang training untuk pramugari yang dilengkapi dengan stage, untuk melihat bagaimana cara mereka berjalan.

Sungguh luar biasa, Garuda Indonesia memiliki fasilitas tersebut, dan merupakan training centre satu-satunya di Indonesia.

Dengan pengalaman seperti tadi, saya langsung menyadari betapa seringnya kita menilai orang dari luarnya saja; tanpa mengetahui apa keindahan di dalam dirinya baik keahlihan, kepandaian maupun kebaikannya.