WFH: Positif atau Negatif

Dalam mengatasi pandemik covid 19, salah satu caranya dengan melakukan kegiatan di rumah. Baik itu dalam pekerjaan kantor, bersekolah bahkan beribadah pun dilakukan di rumah

Bagaimana kita sebagai pelaku usaha menyikapi keadaan seperti ini? Saya ambil contoh para pekerja yang biasa harus bekerja di kantor, ketemu orang di luar, mengontrol pekerjaan di lapangan; harus mengalami sesuatu yang berbeda.

Apakah segala sesuatunya jelek? Atau mungkin ini merupakan hal yang akan menjadi biasa? Pasti ada segi positif dan negatif nya.

Pertama ambil positifnya, yang bisa saya singkat menjadi PSBB

  • more Productive

saya merasakan bekerja di rumah bisa lebih produktif; karena tidak terganggu dengan hal-hal yang merusak konsentrasi apabila kita lakukan di kantor.

  • Stressless

bekerja di kota seperti Jakarta, dengan kepadatan lalu lintas bisa menyebabkan tua di jalan, tapi dengan di rumah; kita tidak usah menghadapi kemacetan ibukota.

  • Being a good learner

semenjak hampir semua industri tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah; salah satu jenis usaha yang berdampak adalah seminar dan training. Tapi beruntung dengan adanya tehnologi dan koneksi internet, sebuah seminar masih dapat dilakukan melalui online; sehingga kita tidak harus pergi ke tempat tertentu untuk mengikutinya, sekarang cukup buka komputer atau gadget di rumah untuk mendengarkan seminar.

  • Balance your life

sibuk bekerja di luar rumah, kemacetan jalan yang bisa membuang waktu, bisa mempengaruhi hidup kita. Bagaimana kita menyisakan waktu untuk keluarga, bagaimana kita meningkatkan gaya hidup sehat dengan berolah raga, seakan tidak ada waktu tersisa untuk itu semua. Tapi dengan aktivitas di rumah, saya merasakan bisa melakukan kesemuanya itu dengan lebih teratur.

Nah sifat negatifnya pun ada, bisa disingkat jadi SDM

  • Social distancing

sebagai mahluk sosial, kita kehilangan interaksi langsung dengan rekan kerja, sahabat maupun saudara; walau kita bisa lakukan on line meeting, tapi tetaplah tidak sama apabila kita bertemu langsung saling menjabat tangan, bahkan bisa bercipika cipiki.

  • Do it yourself

sebenarnya ini pun bisa menjadi segi positif dikarenakan kita tidak tergantung dari orang lain. Tapi terkadang, pekerjaan yang biasa kita bisa delegasikan ke orang, seperti kerjaan administratif harus kita lakukan sendiri, contoh membeli materai, melakukan fotokopi ataupun pekerjaan admin lainnya yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan sendiri.

  • lack of Monitoring

nah segi negatif yang saya lihat paling penting, kurang nya pengontrolan terhadap tim kerja kita, apakah memang mereka sudah melakukan pekerjaan nya sesuai dengan apa yang kita inginkan, atau apakah mereka mencuri-curi waktu untuk melakukan kegiatan di luar pekerjaannya.

Semoga Working From Home (WFH) ini bisa menjadi kehidupan normal kita selanjutnya; tinggal bagaimana hal negatif di atas bisa kita atasi sehingga WFH bisa memberikan banyak manfaat dari segi positifnya.

 

Bangkit Indonesia

Sudah hampir 3 bulan bangsa kita diserang virus covid 19. Membuat roda perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang cukup tajam; terlebih akibat dengan aturan pemerintah yang mengharuskan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sebagian besar kota di Indonesia sehingga aliran uang tidak bisa berputar dengan baik. Kapan pandemik covid 19 akan berakhir? Apakah kita akan terus terkurung seperti ini dengan jangka waktu yang cukup lama?

Kebangkitan Nasional

Indonesia mungkin pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998, yang lebih disebabkan karena kondisi keuangan dunia, bahkan di tahun tersebut pada bulan Mei, kita masih ingat Presiden Soeharto harus turun tahta setelah 32 tahun memimpin Indonesia.

Apabila kita melihat sejarah Indonesia, bulan Mei tepatnya tanggal 20 tahun 1908 kita ikrarkan hari Kebangkitan Indonesia, hari yang sungguh berarti untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat itu. Dengan peristiwa krisis 1998 dan lengsernya kekuasaan orde baru, hal ini membuat Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang bersifat demokratis.

Lipstik Dua Warna vs Produk Kesehatan

Sama seperti krisis yang dialami Indonesia di tahun 1998, semua perusahaan pun kena dampaknya. Banyak perusahaan yang harus gulung tikar, mem-PHK karyawannya, melakukan restrukturisasi pinjaman dan kegiatan lain yang perlu dilakukan guna menyelamatkan perusahaannya.

Dalam tahun 1998, perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, Martha Tilaar Group (MTG) pun mengalami hal yang sama, bagaimana bisa mempertahankan usahanya di tengah krisis yang melanda. Berkat inovasi yang dibuat MTG dengan mengeluarkan lipstik dua warna nya, maka perusahaan yang tahun ini genap berusia 50 tahun bisa tetap bertahan. Ini dipengaruhi perubahan perilaku konsumen yang biasa membeli lipstik import menjadi lipstik lokal; saat itu kurs US$ naik sampai 9 kali lipat. Dan dengan adanya lipstik tersebut, konsumen cukup membeli satu lipstik dengan 2 warna sekaligus. Cukup hemat bukan?

Deja vu terjadi kembali di tahun 2020, setelah 22 tahun, krisis menghantui kembali. Kalau tahun 1998, kita lebih tahu musuh terbesar hanya masalah keuangan yang dimainkan oleh segelintir orang yang ingin menguasai perekenomian dunia; namun kali ini lawan yang kita hadapi benar-benar belum jelas bagaimana mengatasinya. Mungkin beberapa tahun lalu, banyak virus yang bermunculan, seperti MERS, SARS; namun penyebaran dan korban jiwa tidak sedahsyat covid 19.

Apabila MTG di tahun 1998 tidak hanya bisa bertahan, tapi perusahaan bisa tetap memperkerjakan karyawan dengan meningkatnya penjualan sang lipstik tadi. Bagaimana dengan tahun 2020, apakah kenangan indah itu terulang kembali? Saat ini, memang perusahaan berusaha bertahan dengan merubah fasilitas produksi dari produk kecantikan ke produk yang berunsur kesehatan; dan berharap MTG tetap bisa memberikan lapangan kerja untuk karyawannya sama seperti yang terjadi di tahun 1998.

Hari ini hari Kebangkitan Nasional, seharusnya kita bisa mengikrarkan kembali, Indonesia harus memperjuangkan kemerdekaan dalam melawan virus. Apakah sama seperti apa yang dilakukan Budi Utomo di tahun 1908? Tentu tidak, kita sebagai warga Indonesia cukup mematuhi kebijakan pemerintah; jangan menganggap remeh penyebaran virus ini, karena sampai sekarang kenaikan orang yang terkena virus belum menunjukkan penurunan.

Ayo Indonesia, kita harus segera bangkit!

Salam Hari Kebangkitan Nasional! Salam Hari Bangkit Indonesia!

 

We Fight the Virus

Hari Minggu lalu saya cukup sedih melihat kota Jakarta seperti kota mati. Saya sempat jalan ke salah satu mal di Jakarta Pusat karena ada keperluan mendesak. Sehingga saya pun sedikit nekat, walau sudah dihimbau untuk tinggal di rumah.

Jalanan protokol ibukota yang biasa dipadati oleh kendaraan, berjuang mencari parkir di mal seakan hilang tertelan serangan virus corona. Pas saya masuk ke dalam, inilah yang membuat saya tertegun, tidak banyak orang yang lalu lalang, hampir di semua tempat makan, meja hanya terisi 1-2 tamu saja. Sedih melihat kondisi saat ini, terlebih kita sempat percaya bawasannya virus yang menghantui di beberapa negara tidak sampai ke negara kita.

 

Bagaimana kondisi ke depan

Apakah tahun ini menjadi tahun tersulit bagi ekonomi dunia? Bagaimana kita bisa bertahan kalau roda perekonomian berhenti seperti kondisi sekarang? Semua penuh keraguan menatap masa depan kalau virus ini masih menyerang kita semua.

Namun sebagai pelaku bisnis, harus tetap optimis karena mungkin sebuah ancaman bisa kita jadikan peluang; ada beberapa hal yang harus bisa kita lakukan:

B eradaptasi dengan kondisi sekarang, yang biasanya kita sering aktif keluar harus mulai menahan diri untuk tetap di rumah. Yang biasa sangat antusias bekerja ketemu orang dan harus lakukan rapat dengan orang di kantor, namun kita ubah cara nya; dengan tehnologi kita bisa tetap bisa saling berkomunikasi dengan mereka semua tanpa harus ketemu di kantor.

I ngat kebutuhan konsumen anda. Setiap usaha bisa berjalan kalau barang anda ada yang beli. Ada penjual dan pembeli. Apakah dengan adanya virus, kita tidak bisa berjualan? Apakah konsumen tidak memerlukan barang kita? Mungkin memang terjadi penurunan pembelian karena konsumen pun mulai membatasi pergi keluar. Tapi kita harus tetap bisa menawarkan produk atau jasa kita melalui jalur lain salah satu nya melalui online dan kita tawarkan jasa pengiriman, sehingga konsumen tetap tinggal aman di rumah. Kita pun bisa melihat peluang apa yang diperlukan masyarakat saat ini, entah apa bisa produksi sendiri atau bisa saling bekerja sama dengan para pemasok. Kuncinya bagaimana kecepatan kita membaca sebuah momentum.

S emangatkan tim kerja anda. Banyak pekerjaan atau aktivitas kantor yang bisa dilakukan di luar kantor atau dari rumah (working from home), tapi tidak semua pekerjaan bisa dilakukan seperti itu. Ada rekan kerja kita yang tidak bisa bekerja dari rumah dalam menjalankan pekerjaannya. Nah disini peran kita untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka, agar tetap termotivasi untuk bekerja dengan baik. Selain itu, tidak hanya sekedar berikan semangat, kita perlu sediakan perlengkapan kesehatan dan fasilitas pendukung bagi mereka yang menjadi garda terdepan.

A mankan posisi keuangan terutama uang kas. Sebaiknya mulai mengurangi biaya atau menunda kegiatan yang bisa mengeluarkan banyak biaya. Karena kita tidak mengetahui sampai kapan virus ini akan berakhir. Lebih baik kita memegang uang kas yang sewaktu-waktu bisa diperlukan.

Kita doakan agar bencana ini dapat segera berakhir, dan kondisi menjadi normal kembali.

Kita lawan virus corona: B I S A!   B I S A!   B I S A!

Kita sehat, tetap semangat, Indonesia kuat!

 

Human 4.0: DAMO

Selamat tinggal tahun lalu

Selamat datang tahun baru

Tahun 2019 penuh kenangan,

Tahun 2020 banyak tantangan.

Mengapa saya sebut banyak tantangan? Karena kondisi yang masih belum stabil, baik di Indonesia sendiri maupun di dunia. Walau tahun lalu kita sudah melewati pilpres yang penuh fenomena, namun dengan terbentuknya kabinet baru yang berusia kurang dari 6 bulan, maka tahun ini merupakan pembuktian  bagaimana kinerja mereka dalam membangun Indonesia. Dari segi ekonomi Indonesia, meskipun ada pertumbuhan dibandingkan tahun 2018 namun belum sesuai dengan target yang dicanangkan. Bagaimana dengan situasi dunia? Pastilah kita masih dihantui dengan ketakutan perang dagang Amerika dan Tiongkok. Tahun lalu pun terjadi perlambatan ekonomi di berbagai negara yang bisa memberikan patokan akan tantangan tahun ini.

 

Apabila disimpulkan kondisi di atas, dikenal dengan sebutan VUCA (Vulnerability, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni kondisi yang tidak menentu (V), tidak pasti (U), tidak mudah(C) serta tidak memiliki arah yang jelas (A); inilah yang menjadi tantangan kita semua. Namun, Jack Ma si Alibaba-man, memiliki strategi DAMO (Discover, Adventure, Momentum, Outlook) dalam mengatasi tantangan VUCA. DAMO ala Jack Ma diterjemahkan secara jelas oleh Bapak Hermawan Kartajaya dalam seminarnya, dimana kita harus bisa mengikuti perubahan sehingga bisa timbul ide baru  (D), lalu sifat adventuris yang bisa mencari jalan alternatif guna mendapatkan solusi yang tepat (A), kesempatan dalam membaca peluang disertai dengan melihat waktu yang tepat (M), dan lihatlah bisnis dari pandangan yang  lebih luas, jangan hanya melihat dari sisi yang mikro tapi harus secara keseluruhan (O).

Era 4.0

Pak Jokowi dalam salah satu rencana kerjanya akan fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia lebih maju. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengambil startegi DAMO dalam membangun SDM yang lebih berkompeten dalam era 4.0

Disipline. Kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun karaketer manusia, disiplin disini bukan hanya dari segi waktu tapi lebih disiplin dalam memberikan pemikiran yang strategis dan meng-eksekusikannya secara disiplin di lapangan.

Agile. Kecepatan memberikan solusi dan kelincahan melihat peluang perlu diterapkan dalam era 4.0; Apabila kita lambat, mungkin kompetitor anda yang memanfaatkan-nya atau bisa saja peluang tersebut tidak datang untuk kedua kalinya. Ada kalanya kita harus bergerak cepat tapi tetap penuh perhitungan.

Millennial minded. Karakter orang milenial haus akan tehnologi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital. Apabila kita mau bertahan, bersikaplah seperti orang milenial yang mengandalkan tehnologi dan media sosial dalam aktifitas hariannya.

Optimistic. Walaupun Indonesia masih dihantui ketidakpastiaan, serta ekonomi dunia yang masih belum stabil,  tapi rasa optimisme harus tetap ditanamkan, segala sesuatu harus dicerna secara positif. Berikan energi positif pada orang sekitar kita agar membuang jauh sikap pesimistis dan berani menyongsong tahun baru dengan penuh optimis.

Sukses untuk tahun 2020, selamat menjadi manusia 4.0 manusia DAMO

 

Millennial is Everything

Siapa yang tidak kenal generasi milenial? Generasi yang terlahir di pertengahan tahun 1980 sampai awal tahun 2000 cukup memainkan peranan yang cukup penting saat ini. Dengan semakin maraknya internet dan didukung dengan alat komunikasi yang berkuatan 4 G, membuat kaum milenial bisa merubah cara dan pola pikir masyarakat. Banyak industri baru bermunculan sejak hadirnya generasi yang biasa juga disebut generasi langgas.

Tak hanya sekedar merubah pola pikir, bahkan setelah 1 bulan membentuk kabinet kerja dengan para menterinya,  Pak Jokowi mengumumkan adanya staf khusus presiden yang terdiri dari 7 kaum milenial. Menurut bapak Indonesia 1 ini, staf khusus milenial diperlukan untuk memberi masukan ide-ide kreatif ke pemerintah dan menjadi corong ke kaum muda terhadap idelogi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah semakin memudar.

50 Tahun Mempercantik Indonesia

Tak ketinggalan, virus milenial pun dirasakan oleh Martha Tilaar Group (MTG), yang pada tahun depan akan memasuki usia emas nya yakni berusia 50 tahun. Sama seperti Pak presiden, walaupun sudah berdiri 1/2 abad, MTG merasa perlu ada unsur milenial dalam mengembangkan usahanya guna mempercantik Indonesia.

Pada peluncuran logo 50 tahun, MTG pun membuat suasana yang biasanya cukup serius menjadi ke unsur lebih milenial agar bisa beradaptasi dengan karakter anak muda jaman now; sehingga karyawan yang  lahir sebelum tahun 80 an harus bisa bekerja mengikuti generasi milenial dan bisa merasakan bagaimana generasi tersebut melakukan aktivitas kesehariannya. Dan bagi karyawan milenial pun bisa turut bangga bekerja di perusahaan yang sudah berusia 50 tahun, tapi mau mengikuti perkembangan jaman sekarang.

Nah intinya disini, walau semakin berumur, baik perusahaan atau pribadi seseorang harus bisa mengikuti generasi saat ini,  demikian sebaliknya bagaimana karakter anak jaman now bisa masuk  kedalam lingkungan pendahulunya. Sama-sama untuk saling mengerti dan dimengerti.

Selamat memasuki usia ke 50 tahun dengan berjiwa Milenial!

Target

Setiap tahun, hampir semua perusahaan atau kegiatan usaha memiliki rencana kerja untuk tahun depan yang diterjemahkan dalam bentuk target tahunan. Pada umumnya setelah memasuki semester kedua, persiapan pembuatan target mulai untuk disusun.

Sebaiknya sebelum membuat rencana, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Reliable data

Data sangatlah dibutuhkan; oleh karena itu kita memerlukan data yang cukup akurat untuk dijadikan landasan yang kuat dalam penyusunan target ke depan.

Response to market

Strategi yang dibuat haruslah sesuai dengan kondisi pasar; jangan membuat target yang tidak mengikuti kondisi pasar atau lihatlah apa yang diinginkan oleh konsumen kita.

Realistic target

Bertambah usia sebuah kegiatan usaha, salah satu yang dilihat bagaimana usaha tersebut bertumbuh. Setiap tahunnya pastilah diperlukan pertumbuhan terutama di bidang keuangan baik penjualan, keuntungan serta produktivitas; namun haruslah dibuat secara realistis. Jangan sembarang menaikkan target tanpa perhitungan yang jelas.

Resources

Dalam menjalankan sebuah rencana, pastilah dibutuhkan sumber-sumber yang bisa mendukung, apakah mencukupi atau perlu ditambahkan ; apakah sumber daya dari segi fasilitas perlengkapan, keuangan, ataupun sumber daya manusia guna mendukung tercapainya sebuah target.

Responsible

Sebuah target yang sudah direncanakan hanya tertulis di sebuah kertas; yang terpenting harus bisa dipertanggung jawabkan bagaimana target itu tercapai. Sehingga tidak bagus secara rencana, tapi harus ada hasil yang nyata.

Selamat membuat target tahun depan. Semoga tahun depan bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

 

Tambah Usia, Makin Bermakna

Merdeka atau Mati! Itulah kata-kata yang diucapkan oleh para pahlawan bangsa yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.

Arti merdeka jaman sekarang bukan berarti bebas dari penjajahan dengan menggunakan senjata, tapi harus merdeka dari penjajahan korupsi dan SARA, namun disayangkan negara yang sudah berumur 74 tahun masih terbelenggu dengan adanya isu pecah belah atau egoisme politik yang ingin berkuasa.

Merek Lama

Indonesia berumur 74 tahun, saya ingin kaitkan masalah umur dengan merek dari sebuah produk. Setelah jaman revolusi industri banyak bermunculan produk yang dicap dengan merek dagang (brand). Ada yang masih bertahan sampai sekarang, dan banyak juga yang sudah tidak eksis. Ada yang bisa bertahan sampai 100 tahun namun ada juga yang bertahan hanya sampai 1000 hari.

Pertanyaannya bagaimana merek jaman dulu masih bisa bertahan sampai sekarang? Terlebih ada perbedaan generasi dari masa ke masa; jaman dulu kita kenal dengan sebutan generasi baby boomers, generasi X, dan terus berganti generasi demi generasi, yang akhirnya anak yang baru lahir di tahun 2010 dikenal dengan sebutan generasi Alpha.

Berkaca pada merek yang berdiri jaman generasi baby boomers, apakah merek tersebut sudah tidak relevan dengan generasi milenial yang ada saat ini? Benarkah merek yang sudah eksis lebih dulu tidak bisa bersaing dengan merek baru yang lebih pas dengan karakter generasi sekarang? Mengapa saya katakan demikian dikarenakan saya pernah dengar, banyak anak jaman now kalau ditawari sebuah merek yang lahir sebelum jaman mereka lahir,  jawabannya “itu produk emak gue”, “ah produknya kuno”, “ini sih bukan gue banget”.

Kenyataannya, banyak merek lama yang masih bisa bertahan sampai sekarang apabila ditangani dengan benar dan mengikuti perkembangan jaman. Saya ambil kasus lain di luar produk; contohnya bidang perfilman, di tahun 80 an mungkin kita kenal film Warkop DKI, siapa anak milenial kenal dengan Dono, Kasino, Indro? Apakah lawakan mereka hanya bisa menghibur orang-orang dulu saja? Namun apa yang terjadi?  Film Warkop DKI kembali ditayangkan dengan menyesuaikan pemonton jaman now, maka keluarlah film Warkop DKI Reborn dan tidak tangung-tanggung jumlah penonton nya mengalahkan film-film yang notabene baru diluncurkan di jaman milenial; selain Warkop masih ada beberapa film jadul (jaman dulu) lainnya semakin semarak menghiasi layar bioskop beberapa tahun terakhir ini.

Jadi para pemilik merek, jangan takut dengan perubahan perilaku konsumen saat ini; walaupun merek muncul di generasi baby boomers, kita harus tetap optimis membuat merek untuk tetap bertahan. Bagaimana sebuah merek bisa cepat beradaptasi dengan keadaan pasar, menyesuaikan dengan keinginan konsumen, jangan pernah terlambat melakukan perubahan dan selalu mempertahankan pada target konsumen utama anda menjadi kunci dalam mempertahankan sebuah merek.

Demikian dengan negara kita. Indonesia yang boleh dibilang sebagai nama merek suatu negara, harus bisa memperbaiki diri, bukan berarti umur 74 tahun semakin menjadi melambat, semakin tua, sulit berubah tetapi harusnya sudah semakin mapan dalam menghadapi tantangan dari negara lain.

Selamat Ulang Tahun Indonesia

Salam Merdeka!

PEOPLE

Dalam perjalanan ke Surabaya 2 minggu lalu, di pesawat saya sempat membaca sebuah majalah yang membahas tentang bagaimana perusahaan mengelola sumber daya manusia dengan baik, bagaimana budaya perusahaan bisa membentuk karakter manusia nya, bagaimana sebuah sistem bisa membangun kedisiplinan seseorang; hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maximal bagi perusahaan.

 

Peranan perusahaan terhadap sumber daya manusia tidak hanya tanggung jawab dari departemen kepersonaliaan namun sampai di jajaran level teratas pun harus berperan aktif dalam membangun manusianya dengan melihat beberapa hal:

Passion 

Keberhasilan utama seseorang dalam melakukan pekerjaan apapun harus didasari akan kesenangan terhadap pekerjaan tersebut. Apabila seseorang bekerja tidak tumbuh dalam hatinya, maka pekerjaan yang mereka lakukan hanya sebatas tanggung jawab terhadap perusahaan saja.

Ethic

Dalam dunia usaha, karier atau kehidupan sehari-hari, setiap orang harus memiliki etika atau perilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Jangan hanya mencari kenaikan pangkat atau ambisi pribadi dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan etika dalam bekerja maupun bersosialisasi dengan orang lain.

Organised

Pekerjaan bisa dilakukan dengan benar, apabila disusun secara rapi. Terkadang kita sulit menentukan mana yang perlu didahulukan  sehingga menyebabkan perkerjaan yang ada bukan bisa diselesaikan dengan baik malah lebih berantakan. Utamakan pekerjaan yang paling penting baru hal yang kurang penting.

Positive Thinking

Kesulitan apapun bisa diatasi apabila kita memiliki pemikiran yang positif. Jangan cepat menyerah tapi kita harus melihat dari segi positifnya. Bagaimana perusahaan menciptakan budaya positif  dan optimisme di saat kondisi internal maupun eksternal tidak mendukung.

Learning

Apakah setiap orang merasa sudah paling baik? Bagaimana mereka haus akan sesuatu hal yang baru?  Inilah peran perusahaan untuk melihat apakah seseorang mau berubah untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

Execution

Hal yang terakhir dan mungkin yang paling sulit bagaimana tim kita menterjemahkan sebuah strategi menjadi kenyataan. Apakah mereka sudah cukup paham apa yang seharusnya meraka lakukan?

6 hal di atas (PEOPLE) bisa kita pakai dalam mengenal karakter dari setiap orang yang bekerja di dalam perusahaan dan bagaimana peran perusahaan dalam membangun sebuah tim yang bisa bekerja yang tidak hanya bertanggung jawab  terhadap pekerjaan; tapi ciptakanlah tim yang benar-benar mencintai  & loyal pada perusahaan di tempat mereka berkarya. Karena sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting untuk menjalankan roda perusahaan.

Dikarenakan tulisan saya membahas tentang PEOPLE (manusia/orang), walaupun saat ini teknologi berkomunikasi bisa hanya sebatas telpon genggam, namun sebagai mahluk sosial, bertepatan dengan hari Kemenangan, ada baiknya kita tetap bersilahturami, saling bergandengan tangan dalam mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada keluarga, saudara serta kerabat handai taulan.