Lead and to be Loved

Apa yang menjadi tugas seorang pemimpin? Pertanyaan klasik yang selalu kita dengar.  Mungkin banyak sekali kriteria yang diperlukan sebagai seorang pemimpin. Kalau saya unduh dari artikel atau googling rasanya tidak pernah habis tulisan mengenai kriteria seorang pemimpin.

Namun dalam rangka hari kasih sayang, saya ingin merangkum dari sekian banyak persyaratan seorang pemimpin adalah pemimipin yang dicintai oleh anak buah nya. Apakah pemimpin tersebut mudah dikendalikan atau selalu menuruti kehendak anak buah? Tentu saja tidak.

Pemimpin yang dicintai harus tetap memiiki:

  1. Karisma dalam memimpin dan menginspirasi
  2. Bisa memberikan Energi positif kepada lingkungan
  3. Sifat Empati pada sesama manusia

Mungkin masih banyak sifat lain yang belum tertulis; namun saya rasa ketiga sifat di atas cukup mewakili untuk menjadi pemimpin yang dicintai.

Happy Valentine’s Day.

Happy Loveable Leader.

 

Kado Terindah

Mungkin penyakit yang paling ditakuti saat ini terjangkit penyakit Covid 19; sudah hampir 1 tahun virus ini menyerang seluruh dunia dan sampai saat ini vaksin nya masih dalam tahap uji coba.

Walaupun saya dan istri sudah menjalani protokol kesehatan, namun tepat tanggal 28 Agusutus 2020, kami berdua dinyatakan positif terkena Covid 19. Perasaan kami menjadi kacau balau, takut akan terjadi sesuatu yang menakutkan.

Lalu kami berdua menjalani isolasi mandiri di rumah, karena kami termasuk orang tanpa gejala (OTG). Tepat 1 minggu, tepatnya tanggal 4 September 2020, kami berdua menjalani test PCR kedua, kami yakin akan kesembuhan karena selama seminggu, kami sudah menjalani semua yang disarankan dokter, kerabat dengan melakukan banyak hal; mulai dari berjemur, minum vitamin termasuk minum obat tradisional,  kumur pakai air garam, sampai mencampur minuman dengan minyak kayu putih pun kami jalani. Namun seakan semua sia-sia, karena hasilnya pun masih positif. Kecewa kedua kami alami lagi.

 

 

Lalu dokter pun menyarankan untuk mengambil test setelah 14-21 hari lagi, karena pada umumnya virus akan mati setelah minggu ketiga atau hari ke 28. Lalu kami putuskan, akan mengambil kembali lagi pada saat sudah memasuki hari ke 28, yakni 21 hari setelah test kedua.

Apabila dihitung dari pertama kali kami dinyatakan positif tanggal 28 Agustus, maka tanggal 25 September sudah masuk hari ke 28, dan kami pun test PCR untuk ketiga kalinya; kami mengambil test yang keluar 1×24 jam. Puji Tuhan kami mendapatkan kabar gembira, keesokan harinya tanggal 26 September 2020, kami berdua sudah dinyatakan negatif; dan bertepatan dengan hari ulang tahun istri saya. Kami sangat bersyukur apa yang kami lakukan selama 28 hari tidak sia-sia, kami sembuh, kami bisa melewati masa sulit ini. Kado terindah bagi kami berdua.

Dalam tulisan saya kali ini, saya pun ingin berbagi pengalaman diri saya dan istri. Bukan maksud menggurui, tapi kami lakukan konsep BPJS dalam melawan virus Covid 19, yang mungkin bisa diterapkan seandainya ada yang terkena, walaupun memang tergantung dari gejala masing-masing orang:

  1. Berolah raga dan Berjemur secara teratur karena bisa meningkatkan daya tubuh
  2. Pastikan asupan makanan begizi, termasuk minum vitamin
  3. Jangan terlalu banyak mendengar dan membaca berita tentang Covid, karena terkadang banyak informasi yang simpang siur kebenarannya; pada umumnya jadi membuat stress yang justru bisa menurunkan daya tahan tubuh
  4. Semangat dari rekan, kerabat dan saudara sangatlah membantu kami dalam memulihkan penyakit dan Serahkan kekuatiran kita kepada Yang Kuasa, karena walaupun kita sudah melakukan banyak hal atas anjuran dokter, tapi berkat Tuhan lah obat diatas segalanya.

Terima kasih atas dukungan, doa dan perhatian yang diberikan selama kami sakit. Kami hanya bisa membalasnya dengan berdoa agar kita semua diberikan kesehatan.

Salam Sehat.

 

THR

Siapa yang tidak senang apabila mendengar kata THR? THR merupakan sesuatu yang kita tunggu-tunggu apabila hendak merayakan hari raya keagamaan dan pada umumnya dibagikan pada saat  Hari Raya Idul Fitri.

Pandemik Covid 19 memang cukup berdampak bagi kehidupan sosial kita, tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, sosial dan budaya; namun terjadi juga pada kehidupan beragama. Berapa banyak hari raya ke-agamaan yang kita lalui dengan memperingatinya di luar tempat ibadah? Mungkin di awali dengan Hari Raya Paskah, Hari Raya Idul Fitri dan besok kita pun akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Tidak seperti saat merayakan Hari Idul Fitri pada bulan Juni lalu, sejalan dengan waktu dalam memasuki era new normal, maka pemerintah mulai melonggarkan aturan dalam mengatasi pandemik ini; banyak hal yang mulai berjalan seperti biasa termasuk saat merayakan Hari Raya Idul Adha.

Walaupun saat Hari Raya Idul Fitri kita tidak berkangen ria dengan sanak saudara di kampung halaman, namun akan lebih baik kita Tunda kembali pulang ke kampung halaman karena masih tingginya orang terkena virus corona. Hal kedua, tetap Hindari diri dari keramaian, selalu jaga jarak. Walau terkadang di saat Idul Adha pada umumnya ada acara memotong kurban yang notabene bisa terjadi keramaian saat itu. Hal terakhir yang perlu dilakukan, selalu Rajin membersihkan tangan dan selalu pakai masker saat berinteraksi dengan orang di sekitar kita.

Semoga dengan adanya THR versi baru, kita tetap terhindar dari virus yang cukup menakutkan saat ini.

Selamat Hari Raya Idul Adha. Kita doakan agar pandemik bisa dapat segera berakhir, dan roda kegiatan bisa kembali normal.

WFH: Positif atau Negatif

Dalam mengatasi pandemik covid 19, salah satu caranya dengan melakukan kegiatan di rumah. Baik itu dalam pekerjaan kantor, bersekolah bahkan beribadah pun dilakukan di rumah

Bagaimana kita sebagai pelaku usaha menyikapi keadaan seperti ini? Saya ambil contoh para pekerja yang biasa harus bekerja di kantor, ketemu orang di luar, mengontrol pekerjaan di lapangan; harus mengalami sesuatu yang berbeda.

Apakah segala sesuatunya jelek? Atau mungkin ini merupakan hal yang akan menjadi biasa? Pasti ada segi positif dan negatif nya.

Pertama ambil positifnya, yang bisa saya singkat menjadi PSBB

  • more Productive

saya merasakan bekerja di rumah bisa lebih produktif; karena tidak terganggu dengan hal-hal yang merusak konsentrasi apabila kita lakukan di kantor.

  • Stressless

bekerja di kota seperti Jakarta, dengan kepadatan lalu lintas bisa menyebabkan tua di jalan, tapi dengan di rumah; kita tidak usah menghadapi kemacetan ibukota.

  • Being a good learner

semenjak hampir semua industri tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah; salah satu jenis usaha yang berdampak adalah seminar dan training. Tapi beruntung dengan adanya tehnologi dan koneksi internet, sebuah seminar masih dapat dilakukan melalui online; sehingga kita tidak harus pergi ke tempat tertentu untuk mengikutinya, sekarang cukup buka komputer atau gadget di rumah untuk mendengarkan seminar.

  • Balance your life

sibuk bekerja di luar rumah, kemacetan jalan yang bisa membuang waktu, bisa mempengaruhi hidup kita. Bagaimana kita menyisakan waktu untuk keluarga, bagaimana kita meningkatkan gaya hidup sehat dengan berolah raga, seakan tidak ada waktu tersisa untuk itu semua. Tapi dengan aktivitas di rumah, saya merasakan bisa melakukan kesemuanya itu dengan lebih teratur.

Nah sifat negatifnya pun ada, bisa disingkat jadi SDM

  • Social distancing

sebagai mahluk sosial, kita kehilangan interaksi langsung dengan rekan kerja, sahabat maupun saudara; walau kita bisa lakukan on line meeting, tapi tetaplah tidak sama apabila kita bertemu langsung saling menjabat tangan, bahkan bisa bercipika cipiki.

  • Do it yourself

sebenarnya ini pun bisa menjadi segi positif dikarenakan kita tidak tergantung dari orang lain. Tapi terkadang, pekerjaan yang biasa kita bisa delegasikan ke orang, seperti kerjaan administratif harus kita lakukan sendiri, contoh membeli materai, melakukan fotokopi ataupun pekerjaan admin lainnya yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan sendiri.

  • lack of Monitoring

nah segi negatif yang saya lihat paling penting, kurang nya pengontrolan terhadap tim kerja kita, apakah memang mereka sudah melakukan pekerjaan nya sesuai dengan apa yang kita inginkan, atau apakah mereka mencuri-curi waktu untuk melakukan kegiatan di luar pekerjaannya.

Semoga Working From Home (WFH) ini bisa menjadi kehidupan normal kita selanjutnya; tinggal bagaimana hal negatif di atas bisa kita atasi sehingga WFH bisa memberikan banyak manfaat dari segi positifnya.

 

Bangkit Indonesia

Sudah hampir 3 bulan bangsa kita diserang virus covid 19. Membuat roda perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang cukup tajam; terlebih akibat dengan aturan pemerintah yang mengharuskan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sebagian besar kota di Indonesia sehingga aliran uang tidak bisa berputar dengan baik. Kapan pandemik covid 19 akan berakhir? Apakah kita akan terus terkurung seperti ini dengan jangka waktu yang cukup lama?

Kebangkitan Nasional

Indonesia mungkin pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998, yang lebih disebabkan karena kondisi keuangan dunia, bahkan di tahun tersebut pada bulan Mei, kita masih ingat Presiden Soeharto harus turun tahta setelah 32 tahun memimpin Indonesia.

Apabila kita melihat sejarah Indonesia, bulan Mei tepatnya tanggal 20 tahun 1908 kita ikrarkan hari Kebangkitan Indonesia, hari yang sungguh berarti untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat itu. Dengan peristiwa krisis 1998 dan lengsernya kekuasaan orde baru, hal ini membuat Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang bersifat demokratis.

Lipstik Dua Warna vs Produk Kesehatan

Sama seperti krisis yang dialami Indonesia di tahun 1998, semua perusahaan pun kena dampaknya. Banyak perusahaan yang harus gulung tikar, mem-PHK karyawannya, melakukan restrukturisasi pinjaman dan kegiatan lain yang perlu dilakukan guna menyelamatkan perusahaannya.

Dalam tahun 1998, perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, Martha Tilaar Group (MTG) pun mengalami hal yang sama, bagaimana bisa mempertahankan usahanya di tengah krisis yang melanda. Berkat inovasi yang dibuat MTG dengan mengeluarkan lipstik dua warna nya, maka perusahaan yang tahun ini genap berusia 50 tahun bisa tetap bertahan. Ini dipengaruhi perubahan perilaku konsumen yang biasa membeli lipstik import menjadi lipstik lokal; saat itu kurs US$ naik sampai 9 kali lipat. Dan dengan adanya lipstik tersebut, konsumen cukup membeli satu lipstik dengan 2 warna sekaligus. Cukup hemat bukan?

Deja vu terjadi kembali di tahun 2020, setelah 22 tahun, krisis menghantui kembali. Kalau tahun 1998, kita lebih tahu musuh terbesar hanya masalah keuangan yang dimainkan oleh segelintir orang yang ingin menguasai perekenomian dunia; namun kali ini lawan yang kita hadapi benar-benar belum jelas bagaimana mengatasinya. Mungkin beberapa tahun lalu, banyak virus yang bermunculan, seperti MERS, SARS; namun penyebaran dan korban jiwa tidak sedahsyat covid 19.

Apabila MTG di tahun 1998 tidak hanya bisa bertahan, tapi perusahaan bisa tetap memperkerjakan karyawan dengan meningkatnya penjualan sang lipstik tadi. Bagaimana dengan tahun 2020, apakah kenangan indah itu terulang kembali? Saat ini, memang perusahaan berusaha bertahan dengan merubah fasilitas produksi dari produk kecantikan ke produk yang berunsur kesehatan; dan berharap MTG tetap bisa memberikan lapangan kerja untuk karyawannya sama seperti yang terjadi di tahun 1998.

Hari ini hari Kebangkitan Nasional, seharusnya kita bisa mengikrarkan kembali, Indonesia harus memperjuangkan kemerdekaan dalam melawan virus. Apakah sama seperti apa yang dilakukan Budi Utomo di tahun 1908? Tentu tidak, kita sebagai warga Indonesia cukup mematuhi kebijakan pemerintah; jangan menganggap remeh penyebaran virus ini, karena sampai sekarang kenaikan orang yang terkena virus belum menunjukkan penurunan.

Ayo Indonesia, kita harus segera bangkit!

Salam Hari Kebangkitan Nasional! Salam Hari Bangkit Indonesia!

 

Human 4.0: DAMO

Selamat tinggal tahun lalu

Selamat datang tahun baru

Tahun 2019 penuh kenangan,

Tahun 2020 banyak tantangan.

Mengapa saya sebut banyak tantangan? Karena kondisi yang masih belum stabil, baik di Indonesia sendiri maupun di dunia. Walau tahun lalu kita sudah melewati pilpres yang penuh fenomena, namun dengan terbentuknya kabinet baru yang berusia kurang dari 6 bulan, maka tahun ini merupakan pembuktian  bagaimana kinerja mereka dalam membangun Indonesia. Dari segi ekonomi Indonesia, meskipun ada pertumbuhan dibandingkan tahun 2018 namun belum sesuai dengan target yang dicanangkan. Bagaimana dengan situasi dunia? Pastilah kita masih dihantui dengan ketakutan perang dagang Amerika dan Tiongkok. Tahun lalu pun terjadi perlambatan ekonomi di berbagai negara yang bisa memberikan patokan akan tantangan tahun ini.

 

Apabila disimpulkan kondisi di atas, dikenal dengan sebutan VUCA (Vulnerability, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni kondisi yang tidak menentu (V), tidak pasti (U), tidak mudah(C) serta tidak memiliki arah yang jelas (A); inilah yang menjadi tantangan kita semua. Namun, Jack Ma si Alibaba-man, memiliki strategi DAMO (Discover, Adventure, Momentum, Outlook) dalam mengatasi tantangan VUCA. DAMO ala Jack Ma diterjemahkan secara jelas oleh Bapak Hermawan Kartajaya dalam seminarnya, dimana kita harus bisa mengikuti perubahan sehingga bisa timbul ide baru  (D), lalu sifat adventuris yang bisa mencari jalan alternatif guna mendapatkan solusi yang tepat (A), kesempatan dalam membaca peluang disertai dengan melihat waktu yang tepat (M), dan lihatlah bisnis dari pandangan yang  lebih luas, jangan hanya melihat dari sisi yang mikro tapi harus secara keseluruhan (O).

Era 4.0

Pak Jokowi dalam salah satu rencana kerjanya akan fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia lebih maju. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengambil startegi DAMO dalam membangun SDM yang lebih berkompeten dalam era 4.0

Disipline. Kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun karaketer manusia, disiplin disini bukan hanya dari segi waktu tapi lebih disiplin dalam memberikan pemikiran yang strategis dan meng-eksekusikannya secara disiplin di lapangan.

Agile. Kecepatan memberikan solusi dan kelincahan melihat peluang perlu diterapkan dalam era 4.0; Apabila kita lambat, mungkin kompetitor anda yang memanfaatkan-nya atau bisa saja peluang tersebut tidak datang untuk kedua kalinya. Ada kalanya kita harus bergerak cepat tapi tetap penuh perhitungan.

Millennial minded. Karakter orang milenial haus akan tehnologi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital. Apabila kita mau bertahan, bersikaplah seperti orang milenial yang mengandalkan tehnologi dan media sosial dalam aktifitas hariannya.

Optimistic. Walaupun Indonesia masih dihantui ketidakpastiaan, serta ekonomi dunia yang masih belum stabil,  tapi rasa optimisme harus tetap ditanamkan, segala sesuatu harus dicerna secara positif. Berikan energi positif pada orang sekitar kita agar membuang jauh sikap pesimistis dan berani menyongsong tahun baru dengan penuh optimis.

Sukses untuk tahun 2020, selamat menjadi manusia 4.0 manusia DAMO

 

In Memoriam

Kehilangan seseorang yang kita cintai merupakan hal yang paling menyedihkan. Di akhir penghujung bulan Oktober, keluarga besar Tilaar dan Handana berduka atas dipanggilnya seorang suami, ayah, opa, saudara dan kerabat tercinta, Oom Alex Tilaar. Di usia nya yang sudah 87 tahun, Oom Alex boleh bisa tergolong cukup sehat karena baru di tahun 2019, Oom yang humoris ini mulai sakit; sebelumnya masih bisa jalan-jalan mendampingi sang istri dan keluarganya.

Bagi saya pribadi, cukup banyak kenangan yang indah bersama Oom Alex. Terutama kami berdua memiliki hobi yang sama yakni menonton sepakbola dan bulutangkis. Oom Alex selalu menelepon atau kalau bertemu dengan saya selalu bercerita dan membahas mengenai olahraga. Pernah impian kami berdua menjadi kenyataan. Oom Alex sempat bilang ke saya,” kapan-kapan kita pergi bareng ya Sam ke Inggris untuk menonton pertandingan sepakbola di stadium.” Dan akhirnya pada tahun 2011 kami berkesempatan pergi menonton pertandingan antara Arsenal vs Tottenham Hotspur di Emirates Stadium, London yang merupakan kandang dari Arsenal. Dan kamipun juga sempat berkunjung ke Old Trafford, Manchester walau saat kesana kami tidak sempat menyaksikan pertandingan sepakbola.

 

Turis (Turut Istri)

Selain dikenal seorang humoris, saya melihat si Oom cukup rendah hati, tidak pernah membangga-banggakan dirinya. Salah satu diantaranya bagaimana beliau mendukung kegiatan tante Martha, mulai dari mempersiapkan materi presentasi, membuatkan pidato bahkan Oom Alex melatih tante cara berbicara sebelum tampil di panggung. Mungkin banyak orang yang tidak tahu peran Oom Alex dibalik kesuksesan Ibu Martha Tilaar. Nah inilah kerendahan hati si Oom, dia tidak pernah merasa memainkan peran penting, tapi justru dengan bangganya si Oom bilang “saya kan hanya Turis (turut istri)”, seakan hanya mendompleng sang istri.

Kerendahan hati dan sifat humoris yang saya rasakan dari sosok seorang HAR Tilaar. Sudah pasti saya akan merindukan pembahasan mengenai dunia sepakbola bersama Oom.  Tapi saya percaya Oom Alex sudah bahagia bersama Bapa di surga; bahkan saya percaya Oom Alex sudah melihat stadium sepakbola yang jauh  lebih megah disana.

Selamat Jalan Oom Alex……

 

Man vs Woman

Hampir setiap pecinta olah raga, apabila ditanya cabang olahraga yang ditunggu untuk ditonton pasti jawabannya sepakbola. Apalagi kalau klub-klub papan atas di Liga Eropa bertanding, dan yang pasti kejuaraan Piala Dunia atau Piala Eropa antar negara yang berlangsung empat tahun sekali.

Tapi apakah hal itu sama dengan pertandingan sepakbola yang dimainkan oleh wanita? Apakah euforia sepakbola wanita sama dengan pria? Apakah pecinta sepakbola sangat antusias menanti-nantikan pertandingan sepakbola wanita? Mungkin jawabannya tidak atau belum tentu.

 

Man vs Woman

Mungkin tidak banyak diantara kita yang menyadari bahwa bulan Juni selama 1 bulan, tengah berlangsung Piala Dunia Wanita di Perancis, yang seharusnya selevel dengan Piala Dunia Pria, karena sama-sama memperebutkan piala tertinggi sepakbola antar negara.

Secara kenyataannya, tidak banyak yang merasakan kemeriahan pesta sepakbola wanita yang berlangsung di kota mode, Perancis. Dari segi pemberitaan, segi antusias untuk nonton bareng, bahkan dari segi aktivitas promo yang dilakukan oleh perusahan-perusahaan yang biasa menjadi langganan sponsor kejuaraan sepakbola tidaklah semeriah apabila dibandingkan dengan sepakbola pria.

Pria lawan wanita, apakah selalu ada perbedaan gender yang cukup tajam? Apakah prestasi wanita selalu dianggap masih lebih rendah dari pria? Atau wanita selalu ada dibayang-bayang kehebatan pria? Apakah kaum hawa identik dengan kaum yang sering dilecehkan kaum adam? Mungkin wanita memang lebih lemah dari pria, tapi bukan berarti kaum hawa harus dibawah dibandingkan pria.

SDG 2030

Beruntung United Nations atau dikenal dengan PBB memiliki tujuan untuk 2030 yang disebut SDGs (Sustainable Development Goals) 2030; di sana terdapat 17 goals (tujuan), salah satunya mengangkat persamaan gender antara pria dan wanita.

Dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, diharapkan pria dan wanita berdiri sejajar dan tidak ada lagi pelecahan terhadap wanita. Kaum perempuan harus memiliki persamaan hak dan kesempatan baik di bidang edukasi, lapangan pekerjaan dan jabatan di dalam perusahaan ataupun organisasi.

Sebenarnya di tahun ini pun di waktu yang hampir bersamaan, juga tengah berlangsung Piala Amerika dan Piala Afrika; tapi itupun tidak seheboh dengan Piala Dunia atau bahkan Piala Eropa. Apakah ini yang kita sebut diskriminasi? Benua Amerika dan Afrika boleh dikatakan benua yang tidak semaju dengan benua Eropa, masih banyak negara miskin di sana terutama negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Padahal pemain top dunia seperti Lionnel Messi, Firminho, Mohammad Salah yang merupakan tulang punggung di klub Eropa bermain disana.

Semoga kedepannya perbedaan antar negara kaya atau miskin, maupun perbedaan gender semakin bisa diperkecil sehingga kejuaraan sepakbola pun bisa memiliki level yang sama baik dari segi promosi, komersial, dan hadiah yang diberikan.

Terlepas piala Amerika dan Afrika, saya sendiri cukup menikmati permainan para pesepakbola wanita dari segi tehnik, strategi dan keahlihan individu yang tidak kalah dengan pesepakbola pria. Selamat Alex Morgan dan tim sepakbola Amerika Serikat yang bisa mempertahankan gelar juara dunia.