Medali Untuk HUT RI

Setelah sempat tertunda, akhirnya International Olympic Committee (IOC) memutuskan Olimpiade Tokyo 2020 diselenggarakan pada tahun 2021 di tengah situasi pandemik yang masih mencekam.

Sangat disayangkan pertandingan olahraga terakbar setiap empat tahunan ini diselenggarakan tanpa ada suporter ataupun penonton yang biasa secara hiruk pikuk membela negaranya bertanding. Ibarat makan soto Betawi tanpa kuah santan yang terasa hampa tanpa kehadiran penonton di tengah megahnya venue olahraga di Tokyo.

Para atlet dan oficial pun selalu dilanda perasaan cemas akan terjangkit virus walaupun setiap kali harus melakukan standar protokol kesehatan. Selain harus memikirkan pertandingan untuk mencapai terbaik, para atlet pun harus bersiap mundur atau membatalkan pertandingan seandainya tertular atau dirinya dinyatakan postif. Boleh dikatakan olimpiade kali ini harus disiapkan mental berapa kali lipat.

Tradisi Medali

Demikian juga para atlet kebanggaan Indonesia, mereka pun merasa lebih tertekan dalam kondisi yang tidak menentu seperti ini; terlebih lagi kejadian yang dialami atlet bulutangkis Indonesia pada saat kejuaraan All England pada bulan Maret kemarin.

Tapi perjuangan atlet kita tetap harus kita banggakan, tradisi medali tetap bisa dipertahankan dimulai dari medali perunggu di cabang olah raga angkat berat, sampai akhirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di arena bulutangkis; dan itu menandakan Indonesia merebut medali emas.

Terima kasih para atlet yang sudah berjuang mempersembahkan medali untuk Indonesia; bagi yang belum, terima kasih sudah memberikan hasil maksimal; jangan menyerah, tapi jadikan sebagai pecutan untuk bisa berlatih lebih baik lagi karena hanya dalam 3 tahun Olimpiade 2024 akan bergulir di Perancis.

Semoga di masa kedepannya, prestasi olah raga Indonesia bisa lebih maju. Asalkan pembinaan, fasilitas olah raga serta dukungan pemerintah bisa lebih ditingkatkan sehingga para atlet bisa semakin merasa percaya diri untuk fokus mencapai prestasi lebih tinggi.

Selamat atlet Indonesia. Terima kasih atas medali yang sudah kalian torehkan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 76.

I’m Vaccinated

Pandemik Covid 19 masih mengantui kita, bulan Juli merupakan bulan terburuk bagi Indonesia, karena jumlah kematian yang semakin tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang tertinggi dalam pertumbuhan kasus kematian.

Sedih rasanya kalau buka pemberitaan, melihat banyak nya kasus positif dan kematian yang terjadi dalam bulan ini. Bahkan banyak teman, atau orang yang disekeliing kita harus berjuang melawan Covid 19.

TGIV

Kita kenal istilah Thank God It’s Friday. Apakah tulisan judul di atas salah? Thank God It’s Vriday? Hmmm……sebenarnya saya ingin mengatakan Thank God I’m Vaccinated. Saya cukup beruntung sudah dapat vaksin kedua awal bulan Mei.

Apakah dengan divaksin masalah pandemik ini akan cepat selesai? Apakah dengan vaksin, kita tidak bisa terjangkit Covid 19? Mungkin tidak semudah itu pandemik Covid 19 akan selesai; tapi minimal bisa membantu daya tahan tubuh. Kita harus tetap berhati-hati walaupun kita sudah divaksin sekalipun, masih perlu melakukan protokol kesehatan.

Maka saya mengajak teman-teman untuk jangan pernah ragu untuk lakukan vaksinasi, karena kedepannya virus ini akan menjadi hal yang biasa. Semakin banyak komunitas yang sudah divaksin; semakin sedikit orang yang tertular. Penyebaran virus semakin terbatas karena daya tahan tubuh setiap orang semakin membaik.

Kita tetap berdoa agar pandemik ini bisa segera selesai dan kehidupan menjadi normal kembali. Mudah-mudahan berita duka cita yang kita dengar dan baca cukup diganti satu huruf d nya dalam kata duka dengan huruf s sehingga menjadi berita suka cita karena sudah semakin menurunnya jumlah positif dan kematian.

Fenomena Sepak Bola

Pertandingan sepakbola klub Eropa berakhir di bulan Mei, dimana laga pamungkasnya diakhiri dengan final UEFA Champion League yang mempertemukan 2 klub Inggris, Chelsea dan Manchester City.

Ada hal yang bisa saya tarik kesimpulan dalam kompetisi liga klub Eropa kali ini:

  1. Ada 6 klub di liga Italia, Spanyol dan Inggris yang merupakan saudara sesama kota yang menjadi juara 1 dan 2. Liga Italia: Inter dan Milan, Liga Inggris: City dan United, Liga Spanyol: Atletico dan Madrid.
  2. Dalam Liga Italia: Juventus merupakan klub Italia yang menguasai 1 dekade, musim ini seakan enggan mempertahankan juara liga Italia; bahkan sampai akhir pertandingan; Juventus harus berjuang untuk mempertahankan posisi nya untuk berkompetisi di UEFA Champion League.
  3. 3 klub Inggris mencapai partai puncak kejuaraan antar klub Eropa, Chelsea, City dan United.

Dalam 3 fenomena yang saya temukan, apabila dikaitkan dengan dunia usaha maka:

  1. Dalam sebuah organisasi atau perusahaan terkadang kita memiliki beberapa tim yang mewakili perusahaan yang sama, walaupun dalam satu perusahaan tapi masing-masing memiliki target dan saling berkompetisi sama hal nya point 1 di atas. Yang terpenting disini walau berbeda tim, tapi masih mengangkat nama 1 kota.
  2. Point 2 di atas pun mengingatkan, bahwa untuk selalu menjadi yang nomor satu terkadang tidak mudah, terkadang karena sudah lama merasa di atas, kegigihan dan keinginan untuk berkompetisi menjadi sedikit menurun.
  3. Point 3 di atas, menunjukkan betapa bagus nya strategi dari klub Inggris dalam meramu tim nya sehingga 3 klub nya bisa bersamaan melaju ke partai puncak.

Semoga apa yang kita dapatkan dari fenomena klub sepakbola Eropa tahun ini, bisa memberikan pelajaran bagi usaha atau organisasi yang kita jalankan; kalau saya singkat ke 3 point di atas: kompetisi melalui kolaborasi, konsistensi & kegigihan, kemampuan berstrategi.

Jangan lupa kita masih ada pertandingan sepakbola antar negara Eropa dan Amerika bulan Juni sampai Juli 2021. Siapakah yang akan juara dan apakah ada fenomena menarik dari pertandingan antar negara tersebut. Kita saksikan saja.


Tarimo kasi, Hapunten, Rekonsiliasi (THR)

Satu bulan kaum Muslim telah menjalankan Ibadah Puasa dan tahun ini merupakan tahun kedua, kita merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah Covid 19.

Seperti kebiasaan hari raya Idul Fitri, pada umumnya perusahaan memberikan THR bagi karyawannya. Namun dampak virus Covid 19 masih terasa sampai saat ini, kondisi ekonomi belum berjalan normal; banyak perusahaan masih kesulitan dalam mempertahankan kinerja keuangan bahkan tidak sedikit perusahaan harus gulung tikar karena tidak mampu beroperasi. Oleh sebab itu, berdampak atas pemberian THR yang belum sesuai dengan apa yang seharusnya perusahaan berikan.

Sedikit perhatian untuk berbagi

Sebagai pemimpin atau pemilik dari perusahaan perlu memutar otak untuk mengatasi krisis di tengah pandemik dengan melakukan THR dengan arti berbeda. Dikarenakan saya suka menyingkat kata-kata agar mudah di-ingat, maka saya perlu mencari kata yang tepat; dan sangat beruntung negara kita memiliki bahasa daerah yang cukup beragam sehingga singkatan THR bisa saya dapatkan untuk bisa dihubungkan dengan pesan yang hendak saya sampaikan.

  1. Ucapkan Tarimo Kasi (yang berarti terimakasih dalam bahasa Sumatera Barat) atas loyalitas kepada karyawan yang masih berjuang bersama di dalam perusahaan
  2. Haturkan Hapunten (yang berarti permintaan maaf dalam bahasa Sunda) apabila perusahaan belum bisa memberikan apa yang menjadi hak karyawan
  3. Lakukan Rekonsiliasi  yang dalam bahasa Indonesia mengandung arti perbuatan memperbaiki keadaan agar menjadi normal kembali.

Secara bersamaan, tahun ini di hari yang sama, umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri dan umat Kristiani merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih. Hal ini mengingatkan kita untuk saling menghormati, menghargai dan hidup rukun damai sejahtera terlebih dalam situasi yang kita hadapi saat ini; kesemuanya itu akan lebih baik apabila  dikombinasikan dengan lakukan THR guna memberikan motivasi semangat kerja serta perubahan positif bagi karyawan dan perusahaan nya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri,
Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih.

 

Wo Man

Hari ini merupakan Hari Perempuan Sedunia dikenal sebagai International Woman’s Day. Hari yang diperingati dalam awal bulan Maret ini bertujuan untuk memberikan kesetaraan gender antara pria dan wanita.

Hubungan pria dan wanita harusnya memang sederajat bahkan harus saling melengkapi seperti yang ditulis oleh John Gray dalam bukunya Men are from Mars, Women are from Venus. Sifat kedua mahluk tersebut memang memiliki sifat berbeda; pria lebih bersifat rasional sedangkan wanita lebih bersifat emosional.

Dalam materi presentasi saya, saya ingin menggambarkan apa yang menjadi sifat dasar antara pria dan wanita dimana keduanya memiliki sumber kekuatan apabila disatukan.

Silahkan unduh di:

Lead and to be Loved

Apa yang menjadi tugas seorang pemimpin? Pertanyaan klasik yang selalu kita dengar.  Mungkin banyak sekali kriteria yang diperlukan sebagai seorang pemimpin. Kalau saya unduh dari artikel atau googling rasanya tidak pernah habis tulisan mengenai kriteria seorang pemimpin.

Namun dalam rangka hari kasih sayang, saya ingin merangkum dari sekian banyak persyaratan seorang pemimpin adalah pemimipin yang dicintai oleh anak buah nya. Apakah pemimpin tersebut mudah dikendalikan atau selalu menuruti kehendak anak buah? Tentu saja tidak.

Pemimpin yang dicintai harus tetap memiiki:

  1. Karisma dalam memimpin dan menginspirasi
  2. Bisa memberikan Energi positif kepada lingkungan
  3. Sifat Empati pada sesama manusia

Mungkin masih banyak sifat lain yang belum tertulis; namun saya rasa ketiga sifat di atas cukup mewakili untuk menjadi pemimpin yang dicintai.

Happy Valentine’s Day.

Happy Loveable Leader.

 

VAKSIN 21

Kabar gembira! Vaksin Covid 19 telah tiba. Ini menandakan ada pergerakan positif bagi ekonomi dan roda kegiatan usaha.

 

Apakah dengan adanya vaksin, kita sebagai pelaku usaha bisa santai karena merasa sudah berjalan normal seperti tahun sebelum adanya Covid 19? Tentu kita tidak bisa menggantungkan seperti itu, kita perlu tetap perlu waspada dan lakukan beberapa hal di bawah ini:

  1. Cash Control. Uang tetap menjadi hal yang terpenting dalam menjalankan segala hal. Tetap berhati-hati dalam mengelola keuangan.
  2. Omni Tasking. Saatnya beberapa pekerjaan bisa kita lakukan sendiri, kita tidak bisa menggantungkan kepada orang lain terutama dalam masa working from home.
  3. Visit Your Customer. Walaupun masih dalam suasana pembatasan, namun kunjungan ke konsumen perlu tetap dilakukan. Relasi tetap harus dijaga, apakah bisa dalam bentuk kunjungan secara fisik atau dengan berhubungan dengan memakai alat komunikasi.
  4. Continuous Improvement. Jangan pernah bosan untuk terus melakukan perbaikan di segala hal; efek dari Covid 19, menjadikan cara dan proses kerja perlu disesuaikan kembali.
  5. Digital Minded. Dalam beberapa tulisan terakhir, saya selalu mengedepankan digital menjadi salah satu yang perlu kita lakukan baik dalam berkomunikasi, promosi maupun cara berjualan.

Vaksin untuk melawan virus Covid 19 memiliki banyak jenisnya yang diproduksi oleh perusahaan farmasi; nah untuk pelaku usaha dalam mengatasi apa yang terjadi tahun lalu dan bagaimana usaha kita tetap bertahan, maka marilah kita ciptakan VAKSIN 21 yang terdiri dari 5 aktivitas di atas.

Semoga VAKSIN 21 bisa membuat usaha kita semakin kebal terhadap virus-virus yang bisa menyerang antibodi suatu perusahaan.

 

 

ROAD to 2021

Winter is coming. Musim dingin telah tiba. Apabila kita melihat akhir tahun lalu tepatnya pada bulan Desember; kota Wuhan di Tiongkok dilanda virus yang dikenal dengan virus covid 19; sejak saat itulah awal pandemi mulai terjadi. Tak terasa kita sudah memasuki bulan Desember lagi. Apakah bulan Desember menjadikan kita trauma? Apakah bulan Desember akan terjadi hal lain yang bisa mengancam kehidupan di dunia? Apakah covid 19 menjadi pimpinan tertinggi pada tahun 2021? Sama halnya tahun ini, yang membuat kita harus memutar otak guna merubah strategi yang sudah dibuat. Mudah-mudahan bulan Desember kali ini lebih bersahabat dan berharap bencana bisa segera selesai. Kita harus membuka lembaran baru untuk tahun 2021 melalui konsep ROAD.

 

  • Resilience.

1 tahun kita lalui dengan penuh tantangan. Daya tahan sebuah perusahaan atau diri kita secara pribadi sudah teruji; apabila kita bisa melewati tahun covid, pastilah tahun depan imun tubuh kita sudah mulai terbiasa dalam menghadapi virus covid 19. Walau kita belum tahu apa yang terjadi di tahun 2021, namun saya yakin kita bisa lebih siap menghadapinya.

  • Opportunity.

Tidak dipungkiri walau dunia diporak poranda pada tahun 2020, tapi peluang itu tetap ada. Siapa sangka di saat kondisi tidak menentu, bisa tercipta suatu aplikasi Zoom, Google Meet, dan aplikasi meeting lainnya melalui online yang membuat perkerjaan terlihat lebih mudah khususnya di saat working from home (WFH). Peluang apapun masih terbuka lebar di tahun mendatang; asalkan kita harus mengerti apa yang dibutuhkan atau diminati banyak orang.

  • Adaptability.

Kerja di rumah, mengikuti protokol kesehatan, dibatasi berpergian menjadi hal yang biasa. Beradaptasi dengan kehidupan seperti ini akan membuat kita bisa tetap bertahan. Apabila kita tidak bisa cepat menyesuaikan dengan keadaan, bisa saja kita yang tertinggal.

  • Digital.

Suka tidak suka dunia digital menjadi bagian kehidupan kita. Bila kita melihat banyak retailer yang sudah tidak mau menerima pembayaran dengan uang tunai; mereka sudah menerapkan pembayaran digital. Lebih dari itu dengan dibatasi aktivitas kita saat ini, dunia retail harus merubah sistem penjualannya ke online. Perkembangan dunia digital semakin cepat dengan adanya Big Data, Internet of Things (IOT), setidaknya kita pun harus sudah melek ke arah sana karena kesemuanya itu bisa membuat perubahan akan kehidupan kitaSempat ada artikel yang saya lihat, yang membuat kita berubah menjadi serba digital bukan seorang Chief Executive Officer (CEO) atau Chief Technological Officer (CTO) namun yang merubah dan memaksa kita untuk mulai lakukan digitalisasi adalah Covid Executive Officer (new CEO).

 

Selamat tinggal tahun 2020 yang penuh tantangan dan cobaan

Selamat datang tahun 2021 dengan penuh harapan.