Bali, What’s Next?


Tahun ini, saya sempat mengunjungi kota Bali untuk ketiga kalinya. Pertama di awal tahun menghadiri pembukaan Martha Tilaar Shop pertama di pulau Dewata. Yang kedua bersama keluarga liburan anak sekolah. Dan yang ketiga pada saat liburan Lebaran.

Wow, mengapa  Bali diminati? Tak terkecuali saya pribadi, namun hampir semua turis baik domestik maupun asing ingin pergi ke sana.

Menurut statistik yang saya peroleh, kwartal pertama 2011, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke pulau Bali meningkat sebesar 13.34% (sumber Badan Pusat Statistik Provinsi Bali)

Keindahan Pulau Dewata

Bali terkenal tidak hanya pantainya, namun juga budaya dan keramah tamahan penduduknya. Itulah yang menyebabkan Bali bisa bersaing dengan kota-kota wisata lainnya di manca Negara.

Indonesia = Bali

Banyak orang luar negeri yang tidak mengenal Indonesia, namun apabila dikatakan Bali. Mereka langsung bertanya: “ Is Indonesia part of Bali?”

Terkadang saya pribadi berpikir. Kenapa Bali membawa daya tarik yang begitu kuat? Apakah ini yang kita kenal dengan istilah Branding di dalam bahasa marketing.

AC Milan di Bali

Mungkin banyak kepala Negara, artis/aktor, selebriti atau bahkan atlet dunia yang berkunjung ke Bali. Julia Robets pun pernah hadir di Bali untuk pembuatan film Eat, Pray and Love.

Bahkan tim klub terbaik dunia , AC Milan,  datang ke Bali. Walaupun yang datang memang pemain-pemain senior mereka yang dikenal dengan AC Milan Glorie

Siapa yang menyangka, saya bisa bertemu langsung dengan klub favorit saya. Bahkan bisa mendapatkan foto bareng dengan pemain-pemain legendaris seperti Franco Baresi, Alexandro Costacurta, Danialle Massaro,  Nelson Dida dan masih banyak pemain lain.

Tantangan

Indonesia bukanlah hanya Bali. Masih banyak tempat indah di sepanjang Nusantara yang bisa bersaing dengan Bali. Tinggal saja bagaimana masing-masing daerah mem- Branding daerahnya. Mulai dari:

a. Infrastruktur yang perlu diperbaiki,

b. Tempat wisata yang perlu dikembangkan,

c. Kesiapan sumber daya manusia untuk menyambut wisatawan, dan

d. Bagaimana membuat komunikasi yang cukup efektif

Seandainya Bali bisa membuat  decak kagum wisatawan untuk berkunjung kesana, daerah apa lagi yang akan menyusul? Inilah tantangan kita bersama, bagaimana mem-populerkan daerah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *