We Fight the Virus

Hari Minggu lalu saya cukup sedih melihat kota Jakarta seperti kota mati. Saya sempat jalan ke salah satu mal di Jakarta Pusat karena ada keperluan mendesak. Sehingga saya pun sedikit nekat, walau sudah dihimbau untuk tinggal di rumah.

Jalanan protokol ibukota yang biasa dipadati oleh kendaraan, berjuang mencari parkir di mal seakan hilang tertelan serangan virus corona. Pas saya masuk ke dalam, inilah yang membuat saya tertegun, tidak banyak orang yang lalu lalang, hampir di semua tempat makan, meja hanya terisi 1-2 tamu saja. Sedih melihat kondisi saat ini, terlebih kita sempat percaya bawasannya virus yang menghantui di beberapa negara tidak sampai ke negara kita.

 

Bagaimana kondisi ke depan

Apakah tahun ini menjadi tahun tersulit bagi ekonomi dunia? Bagaimana kita bisa bertahan kalau roda perekonomian berhenti seperti kondisi sekarang? Semua penuh keraguan menatap masa depan kalau virus ini masih menyerang kita semua.

Namun sebagai pelaku bisnis, harus tetap optimis karena mungkin sebuah ancaman bisa kita jadikan peluang; ada beberapa hal yang harus bisa kita lakukan:

B eradaptasi dengan kondisi sekarang, yang biasanya kita sering aktif keluar harus mulai menahan diri untuk tetap di rumah. Yang biasa sangat antusias bekerja ketemu orang dan harus lakukan rapat dengan orang di kantor, namun kita ubah cara nya; dengan tehnologi kita bisa tetap bisa saling berkomunikasi dengan mereka semua tanpa harus ketemu di kantor.

I ngat kebutuhan konsumen anda. Setiap usaha bisa berjalan kalau barang anda ada yang beli. Ada penjual dan pembeli. Apakah dengan adanya virus, kita tidak bisa berjualan? Apakah konsumen tidak memerlukan barang kita? Mungkin memang terjadi penurunan pembelian karena konsumen pun mulai membatasi pergi keluar. Tapi kita harus tetap bisa menawarkan produk atau jasa kita melalui jalur lain salah satu nya melalui online dan kita tawarkan jasa pengiriman, sehingga konsumen tetap tinggal aman di rumah. Kita pun bisa melihat peluang apa yang diperlukan masyarakat saat ini, entah apa bisa produksi sendiri atau bisa saling bekerja sama dengan para pemasok. Kuncinya bagaimana kecepatan kita membaca sebuah momentum.

S emangatkan tim kerja anda. Banyak pekerjaan atau aktivitas kantor yang bisa dilakukan di luar kantor atau dari rumah (working from home), tapi tidak semua pekerjaan bisa dilakukan seperti itu. Ada rekan kerja kita yang tidak bisa bekerja dari rumah dalam menjalankan pekerjaannya. Nah disini peran kita untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka, agar tetap termotivasi untuk bekerja dengan baik. Selain itu, tidak hanya sekedar berikan semangat, kita perlu sediakan perlengkapan kesehatan dan fasilitas pendukung bagi mereka yang menjadi garda terdepan.

A mankan posisi keuangan terutama uang kas. Sebaiknya mulai mengurangi biaya atau menunda kegiatan yang bisa mengeluarkan banyak biaya. Karena kita tidak mengetahui sampai kapan virus ini akan berakhir. Lebih baik kita memegang uang kas yang sewaktu-waktu bisa diperlukan.

Kita doakan agar bencana ini dapat segera berakhir, dan kondisi menjadi normal kembali.

Kita lawan virus corona: B I S A!   B I S A!   B I S A!

Kita sehat, tetap semangat, Indonesia kuat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *