Kado Terindah

Mungkin penyakit yang paling ditakuti saat ini terjangkit penyakit Covid 19; sudah hampir 1 tahun virus ini menyerang seluruh dunia dan sampai saat ini vaksin nya masih dalam tahap uji coba.

Walaupun saya dan istri sudah menjalani protokol kesehatan, namun tepat tanggal 28 Agusutus 2020, kami berdua dinyatakan positif terkena Covid 19. Perasaan kami menjadi kacau balau, takut akan terjadi sesuatu yang menakutkan.

Lalu kami berdua menjalani isolasi mandiri di rumah, karena kami termasuk orang tanpa gejala (OTG). Tepat 1 minggu, tepatnya tanggal 4 September 2020, kami berdua menjalani test PCR kedua, kami yakin akan kesembuhan karena selama seminggu, kami sudah menjalani semua yang disarankan dokter, kerabat dengan melakukan banyak hal; mulai dari berjemur, minum vitamin termasuk minum obat tradisional,  kumur pakai air garam, sampai mencampur minuman dengan minyak kayu putih pun kami jalani. Namun seakan semua sia-sia, karena hasilnya pun masih positif. Kecewa kedua kami alami lagi.

 

 

Lalu dokter pun menyarankan untuk mengambil test setelah 14-21 hari lagi, karena pada umumnya virus akan mati setelah minggu ketiga atau hari ke 28. Lalu kami putuskan, akan mengambil kembali lagi pada saat sudah memasuki hari ke 28, yakni 21 hari setelah test kedua.

Apabila dihitung dari pertama kali kami dinyatakan positif tanggal 28 Agustus, maka tanggal 25 September sudah masuk hari ke 28, dan kami pun test PCR untuk ketiga kalinya; kami mengambil test yang keluar 1×24 jam. Puji Tuhan kami mendapatkan kabar gembira, keesokan harinya tanggal 26 September 2020, kami berdua sudah dinyatakan negatif; dan bertepatan dengan hari ulang tahun istri saya. Kami sangat bersyukur apa yang kami lakukan selama 28 hari tidak sia-sia, kami sembuh, kami bisa melewati masa sulit ini. Kado terindah bagi kami berdua.

Dalam tulisan saya kali ini, saya pun ingin berbagi pengalaman diri saya dan istri. Bukan maksud menggurui, tapi kami lakukan konsep BPJS dalam melawan virus Covid 19, yang mungkin bisa diterapkan seandainya ada yang terkena, walaupun memang tergantung dari gejala masing-masing orang:

  1. Berolah raga dan Berjemur secara teratur karena bisa meningkatkan daya tubuh
  2. Pastikan asupan makanan begizi, termasuk minum vitamin
  3. Jangan terlalu banyak mendengar dan membaca berita tentang Covid, karena terkadang banyak informasi yang simpang siur kebenarannya; pada umumnya jadi membuat stress yang justru bisa menurunkan daya tahan tubuh
  4. Semangat dari rekan, kerabat dan saudara sangatlah membantu kami dalam memulihkan penyakit dan Serahkan kekuatiran kita kepada Yang Kuasa, karena walaupun kita sudah melakukan banyak hal atas anjuran dokter, tapi berkat Tuhan lah obat diatas segalanya.

Terima kasih atas dukungan, doa dan perhatian yang diberikan selama kami sakit. Kami hanya bisa membalasnya dengan berdoa agar kita semua diberikan kesehatan.

Salam Sehat.

 

We Fight the Virus

Hari Minggu lalu saya cukup sedih melihat kota Jakarta seperti kota mati. Saya sempat jalan ke salah satu mal di Jakarta Pusat karena ada keperluan mendesak. Sehingga saya pun sedikit nekat, walau sudah dihimbau untuk tinggal di rumah.

Jalanan protokol ibukota yang biasa dipadati oleh kendaraan, berjuang mencari parkir di mal seakan hilang tertelan serangan virus corona. Pas saya masuk ke dalam, inilah yang membuat saya tertegun, tidak banyak orang yang lalu lalang, hampir di semua tempat makan, meja hanya terisi 1-2 tamu saja. Sedih melihat kondisi saat ini, terlebih kita sempat percaya bawasannya virus yang menghantui di beberapa negara tidak sampai ke negara kita.

 

Bagaimana kondisi ke depan

Apakah tahun ini menjadi tahun tersulit bagi ekonomi dunia? Bagaimana kita bisa bertahan kalau roda perekonomian berhenti seperti kondisi sekarang? Semua penuh keraguan menatap masa depan kalau virus ini masih menyerang kita semua.

Namun sebagai pelaku bisnis, harus tetap optimis karena mungkin sebuah ancaman bisa kita jadikan peluang; ada beberapa hal yang harus bisa kita lakukan:

B eradaptasi dengan kondisi sekarang, yang biasanya kita sering aktif keluar harus mulai menahan diri untuk tetap di rumah. Yang biasa sangat antusias bekerja ketemu orang dan harus lakukan rapat dengan orang di kantor, namun kita ubah cara nya; dengan tehnologi kita bisa tetap bisa saling berkomunikasi dengan mereka semua tanpa harus ketemu di kantor.

I ngat kebutuhan konsumen anda. Setiap usaha bisa berjalan kalau barang anda ada yang beli. Ada penjual dan pembeli. Apakah dengan adanya virus, kita tidak bisa berjualan? Apakah konsumen tidak memerlukan barang kita? Mungkin memang terjadi penurunan pembelian karena konsumen pun mulai membatasi pergi keluar. Tapi kita harus tetap bisa menawarkan produk atau jasa kita melalui jalur lain salah satu nya melalui online dan kita tawarkan jasa pengiriman, sehingga konsumen tetap tinggal aman di rumah. Kita pun bisa melihat peluang apa yang diperlukan masyarakat saat ini, entah apa bisa produksi sendiri atau bisa saling bekerja sama dengan para pemasok. Kuncinya bagaimana kecepatan kita membaca sebuah momentum.

S emangatkan tim kerja anda. Banyak pekerjaan atau aktivitas kantor yang bisa dilakukan di luar kantor atau dari rumah (working from home), tapi tidak semua pekerjaan bisa dilakukan seperti itu. Ada rekan kerja kita yang tidak bisa bekerja dari rumah dalam menjalankan pekerjaannya. Nah disini peran kita untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka, agar tetap termotivasi untuk bekerja dengan baik. Selain itu, tidak hanya sekedar berikan semangat, kita perlu sediakan perlengkapan kesehatan dan fasilitas pendukung bagi mereka yang menjadi garda terdepan.

A mankan posisi keuangan terutama uang kas. Sebaiknya mulai mengurangi biaya atau menunda kegiatan yang bisa mengeluarkan banyak biaya. Karena kita tidak mengetahui sampai kapan virus ini akan berakhir. Lebih baik kita memegang uang kas yang sewaktu-waktu bisa diperlukan.

Kita doakan agar bencana ini dapat segera berakhir, dan kondisi menjadi normal kembali.

Kita lawan virus corona: B I S A!   B I S A!   B I S A!

Kita sehat, tetap semangat, Indonesia kuat!