Walaupun Belanda menjajah bangsa Indonesia dalam kurun waktu yang lama, namun bagi saya untuk urusan sepakbola, saya tetap menjagokan tim Orange. Sejarah sepakbola Belanda cukup memberikan warna bagi dunia sepakbola. Belanda memiliki keunikan tersendiri dalam bersepak bola dengan gaya Total Football nya; banyak pemain legendaris sepakbola berasal dari negeri kincir angin sebut saja nama-nama seperti Johan Cryuff, Ruud Gullit, Marco Van Basten yang menjadi legenda sepakbola dunia.
Jatuh Tertimpa Tangga
Istilah yang sering kita dengar “sudah jatuh masih tertimpa tangga” rasanya sangat tepat bagi kesebelasan Belanda yang dini hari tadi secara resmi tidak lolos ke Piala Eropa 2016.
Prestasi yang ditorehkan Belanda sebagai juara ketiga pada Piala Dunia 2014 seakan tidak berbekas. Mereka seakan hilang kepercayaan diri, kurangnya kerja sama, dan tidak ada semangat juang yang diperlihatkan pada pesta Piala Dunia di Brazil saat itu.

Pertandingan dini hari tadi melawan Republik Ceko menjadi harga mati bagi pasukan Danny Blind untuk menang apabila Belanda ingin tampil di Piala Eropa tahun depan. Namun, seandainya menang pun belum tentu lolos karena masih bergantung pada pertandingan lainnya Turki melawan Islandia, yang diharapkan Turki akan kalah, sehingga Belanda memperoleh nilai di atas Turki untuk menjadi peringkat ketiga di grup nya. Itu pun belum langsung lolos, karena peringkat ketiga pun harus melalui babak play off melawan peringkat ketiga di grup lain untuk mendapatkan empat terbaik.
Siapa disangka skenario di atas tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Belanda yang harus menang malah kalah dari Republik Ceko bahkan di hadapan publiknya sendiri; harapan agar Turki kalah dari Islandia malah menang. Akhirnya Belanda harus melupakan impiannya untuk berkompetisi di ajang Eropa Ini seperti kutukan tersendiri bagi Belanda yang tidak bisa lolos ke Piala Eropa apabila diselenggarakan di Prancis sama halnya pada tahun 1960 dan 1984.
Globalisasi Sepakbola
Globalisasi tidak hanya menjadi julukan bagi perekonomian, budaya dan tehnologi saja tapi saat ini sudah merambah ke dunia sepakbola. Dengan dibukanya transfer pemain sepakbola dari klub satu ke klub lain, pesaingan di kompetisi sepak bola antar negara semakin lebih kompetitif. Siapa sangka Turki yang notabene tidak memiliki kekuatan sepakbola di Eropa bisa lolos ke Piala Eropa tahun depan dengan mengalahkan Belanda yang menjadi salah satu negara favorit dalam dunia sepakbola. Hasil yang cukup luar biasa yang diperoleh Turki dengan memiliki pemain-pemain top Eropa yang bermain di klub lokal mereka; bahkan pemain sekelas Robin Van Persie dan Wesley Sneijder dua pemain pilar Belanda juga bermain disana.
Globalisasi membuat semua hal menjadi lebih mudah mulai dari mendapatkan informasi, bertukar pengalaman, bahkan bisa dengan mudah belajar dari kekurangan dan kelebihan lawan anda. Nah bagaimana kita bisa memanfaatkan virus Globalisasi dalam menghadapi persaingan? Apakah kita mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan guna meramu strategi yang jitu atau justru kebalikannya kompetitor anda yang bisa memanfaatkan kelemahan kita.
Baca juga: Ada apa denganmu, Meneer
