Retail Business Never Dies

Siapa yang tidak kenal film James Bond? Tokoh agen rahasia 007 selalu tetap menjadi pemenang. Sama seperti setiap film laga Hollywood,  yang nama jagoannya tidak pernah kalah atau alias terbunuh oleh lawannya.

Nah pertanyaannya, apakah toko-toko retail akan banyak gulung tikar dalam masa yang akan datang? Dikarenakan saat ini sedang maraknya penutupan beberapa gerai retail di Indonesia. Entah dikarenakan daya beli masyarakat yang sedang menurun, perilaku konsumen yang lebih senang menghabiskan uangnya untuk kegiatan lain seperti berlibur atau berinvestasi, atau bisa juga dikarenakan oleh penjualan on line yang semakin menjamur saat ini.

Strategi Bisnis Retail

Menurut pandangan saya, perkembangan bisnis retail mash tetap bisa bertahan, asalkan pelaku usaha retail harus melihat secara jeli apa yang dibutuhkan oleh konsumennya; apakah hanya dengan mengganti dekorasi toko, atau menambah jumlah tenaga penjual atau juga menambah variasi produk baru yang dijual.

Itu semua merupakan suatu syarat dasar yang tetap harus dilakukan untuk mempertahankan toko retail sehingga bisa tetap dilirik oleh konsumen anda. Dengan banyaknya persaingan toko retail lain, banyaknya pilihan produk yang ditawarkan dan semakin berkembangnya penjualan online; maka sebagai pemilik toko diperlukan sesuatu hal yang lebih dari sekedar produk baru dan merubah dekorasi saja. Setiap toko retail harus bisa menciptakan:

Experience:  toko retail anda harus bisa memberikan pengalaman (experience) bagi konsumennya. Biarlah konsumen bermain-main di dalam toko anda. Seperti halnya toko sepatu Nike, konsumen bisa mencoba sepatu dengan bermain bola basket di lapangan basket  mini yang ada di toko tersebut.

Engagement:  siapa yang tidak senang dilayani? Konsumen sangat senang kalau disapa dan dilayani dengan baik. Terlebih lagi setelah terjadinya transaksi, konsumen perlu tetap dilayani dengan cara memelihara konsumen dengan memberikan pelayanan purna jual seperti di telpon atau di email untuk datang ke toko anda apabila ada promo atau produk baru.

Entertaining:  konsumen senang dengan hal yang baru yang membuat mereka tidak bosan berkunjung ke retail anda. Apakah dilakukan aktifitas atau demo make up oleh perias terkenal seperti dilakukan oleh perusahaan retail Sephora atau Martha Tilaar Shop. Ataupun saya juga pernah lihat ada toko yang memberikan jasa seperti photo booth, membuat nama anda sendiri bahkan gambar wajah anda bisa tercetak di produk yang anda beli.

Strategi 3 E mungkin bisa dijalankan apabila toko retail anda ingin bertahan. Konsumen masih senang berbelanja dengan menggunakan ke 5 inderanya: penglihat, perasa, pencium, pendengar dan pengecap.

Namun dikarenakan perkembangan tehnologi di masa yang akan datang terus berkembang, tidak ada salahnya bisnis retail anda bisa digabungkan dengan penjualan on-line sebagai pendukung tapi bukan sebagai pengganti konsep bisnis retail anda. Toko retail akan tetap menjadi pemenang sama seperti James Bond yang tidak pernah kalah.

Your Retail Business Will Never DIE!

4 Replies to “Retail Business Never Dies”

  1. Sebagai seorang ptofesional di bidang ratail, tahun 2017 tahun yg berat. Dengan kenaikan UMP dan biaya2 lainnya, juga traffic mall yg turun maka profit semakin tetekan. Untuk survice dan harus survice saya setuju 3 E ini harus dilakukan tentu saja disesuikan dg profile dg retail masing2. Khusus retail cosmetik, customer experience, enggagement dan entertaint jg harus dijalankan. Thanks Pak Samuel Pranata for inspiring

  2. Luar biasa pak Sam dan itu pemikiran yg TOP BGT buat para Retailer besar yg selama ini touch konsumennya hanya dengan Disc tanpa memikirkan nilai kenyamanan konsumen pada saat belanja. Misalnya pada saat konsumen mau bayar kasirnya yg buka hanya beberapa dibiarkan konsumennya ngantri bayar lama, lalu gak ada tempat unt melepaskan lelah sejenak abis keliling cari barang belum unt menuju tempat belanja jalanannya macet. Retailer harus mulai mengubah konsep tokonya agar konsumen suka datang ke toko atau gerainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *