Seorang Pemimpin

Awal bulan Maret saya berkesempatan mengunjungi kota Makasar, yang kita kenal sebagai ibukota Sulawesi Selatan. Adapun tujuan saya pergi ke Makasar selain ingin melihat kondisi pasar di sana, saya menghadiri rapat kerja nasional Indonesia Marketing Association (IMA), sebuah organisasi marketing yang didirikan oleh Bapak Hermawan Kartajaya 23 tahun yang lalu.

Selain menjadi anggota IMA, saya pun berperan sebagai pergurus dalam organisasi tersebut; dan saya  merasakan banyak manfaatnya bisa bergabung dalam IMA; salah satu diantaranya kita mengenal banyak orang, menambah wawasan baru dan bisa bertemu dengan para pimpinan pemerintah, mulai dari bupati, walikota, gubernur sampai ke tingkat menteri.

Bersama Pak Walikota

Dalam acara rakernas di Makasar pun, saya berkesempatan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Nurdin Abdullah dan sempat dijamu di rumah Walikota Makasar, Bapak Danny Pomanto. Suatu pengalaman yang sangat berharga tentunya. Terlepas bisa bertemu, pengalaman yang tidak bisa dilupakan saya bisa banyak belajar bagaimana cara mereka memimpin dan sikap kepemimpinannya dalam membangun propinsi dan kotanya.

Apa yang perlu kita lihat dari sikap seorang pemimpin?

Visionary: seorang pemimpin haruslah memiliki visi ke depan yang jelas untuk meningkatkan daya saing dan harus memiliki tujuan untuk menyejahterakan orang banyak.

Transparent & Trustworthy: seorang pemimpin harus bisa terbuka dalam segala tindakan yang dilakukan; tidak perlu ditutup tutupi. Dan yang terpenting seorang pemimpin harus bisa dipercaya.

Technology Savvy: perkembangan jaman pada umumnya diikuti oleh tehnologi. Seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dengan kemajuan tehnologi, jangan menjadi pemimpin yang gaptek alias gagap tehnologi. Jangan sampai istilah “Unicorn” menjadi pembicaraan banyak orang setelah debat calon presiden kemarin.

Memiliki visi, bersikap terbuka dan dipercaya serta mengikuti perkembangan tehnologi yang saya lihat dari pemimpin kota Makasar tersebut. Di bulan depan kita harus memilih pemimpin yang tepat untuk kemajuan Indonesia.  Pilihlah sesuai dengan hati nurani kita masing-masing; bagi saya setidaknya ke 3 hal di atas, bisa dijadikan acuan kita dalam memilih pemimpin secara obyektif. Pemimpin yang mau kerja, kerja dan kerja bagi kemajuan Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *