Mengenang Seorang Pahlawan

Betapa hatiku takkan pilu

Telah gugur pahlawanku

Betapa hatiku takkan sedih

Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini plipur lara

Nan setia dan perwira

Siapakah kini pahlawan hati

Pembela bangsa sejati

Reff :

Telah gugur pahlawanku

Tunai sudah janji bakti

Gugur satu tumbuh sribu

Tanah air jaya sakti

In Memoriam – Kris Soebiantoro (1938-2013)

Nyanyian Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki sangatlah tepat dinyanyikan buat almarhum Oom  Kris Soebiantoro. Terlahir di tahun 1938, selama 75 tahun Oom Kris sudah melewati banyak peristiwa sejarah.  Mulai dari penjajahan Jepang, revolusi di tahun 65, jaman Orba sampai kabinet Indonesia bersatu pernah dialami oleh beliau. Bahkan beliau pernah menjadi relawan dalam peristiwa Trikora.

Bagi orang awam, Kris Biantoro dikenal sebagai artis yang serba bisa, bagi saya pribadi sosok Oom Kris bukan hanya sebagai seorang artis kondang saja, boleh dikatakan sebagai sosok pahlawan. Bukan merupakan pahlawan yang membawa senjata melawan musuh, melainkan pahlawan yang mengusung budaya Indonesia dalam membrantas kanker-kanker korupsi yang sudah berakar di tanah air; pahlawan yang selalu menjujung nilai-nilai luhur guna mempertahankan keutuhan dan persatuan Indonesia. Beliau merupakan sosok nasionalis sejati.

Keluarga saya dengan keluarga Oom Kris boleh dibilang tidak sekedar kerabat, tapi kami sudah anggap sebagai keluarga sendiri. Saya sangat beruntung bisa mengenal Oom Kris secara dekat; banyak hal yang saya pelajari dari beliau.

1. Kedisiplinan.

Bagi Oom Kris jam karet sama sekali tidak ada di dalam kamusnya. Beliau selalu menepati janjinya tanpa pernah sekalipun terlambat. Bahkan Oom Kris bisa datang lebih awal dibandingkan dengan yang lain. Sebagai seorang artis, jauh-jauh hari Oom Kris telah mempersiapkan dirinya secara total untuk bisa tampil secara maximal. Kedisiplinan diterapkan pula pada kedua anaknya, Anto dan Arto. Menjadikan mereka pun menjadi anak-anak muda yang berdedikasi tinggi dalam setiap hal yang mereka tekuni.

2. Relasi.

Sebagai sosok artis terkenal atau bisa dikatakan sebagai maestro, Oom Kris bisa membagi waktu untuk keluarganya. Walaupun sesibuk apapun, urusan keluarga merupakan prioritas bagi beliau. Dari segi relasi dengan Tuhan, Oom Kris selalu tidak pernah lupa untuk mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta.

3. Idealis.

Tidak banyak orang di Indonesia yang memiliki idealisme seperti beliau terutama kebanggaannya terhadap Indonesia. Idealisme untuk mempertahankan kedaulatan dan kesatuan bangsa Indonesia agar terbebas dari penjajahan korupsi, kolusi dan nepotisme.

4. Semangat.

Sebelum Oom Kris dipanggil Tuhan, beliau memang sempat beberapa kali masuk rumah sakit. Di saat sakitnya pun, semangat juang nya tidak pernah luntur baik dalam melawan sakitnya maupun dalam menjunjung kesatuan Indonesia. Bahkan pada saat tebaring di tempat tidurpun, beliau masih bisa bernyanyi bagaikan artis di atas panggung. Sungguh sangat luar biasa.

Oom Kris, selamat jalan. Terima kasih atas semuanya yang telah Oom berikan. Kami semua kehilangan Oom Kris. Tapi kami percaya semangat Oom Kris tetap ada sampai kapanpun. Kami percaya impian Oom Kris dalam membuat Indonesia bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme  serta  mewujudkan Indonesia bersatu lambat laun bisa terjadi.

Mudah-mudahan Kris Biantoro Kris Biantoro  lain bisa hadir di tanah air tercinta, Indonesia.

MERDEKA        MERDEKA         MERDEKA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *