Kebangkitan Bulutangkis Indonesia

Philipina punya pahlawan yang bernama Manny Pacquiao, Thailand merupakan raja olah raga di kawasan Asia Tenggara, Vietnam pendatang baru di dunia olah raga dan merupakan kuda hitam di Asia Tenggara. Malaysia boleh dikatakan salah satu negara kuat di olah raga tepuk bulu yang dikenal dengan nama bulutangkis. Singapura cukup piawai di renang dan tenis meja. Negara-negara lainnya di kawasan Asia Tenggara seperti: Myanmar, Brunei, Laos, Kamboja maupun negara baru Timor Leste belum banyak terdengar prestasinya di dunia olah raga.

 

Indonesia

 

Berbicara prestasi olah raga Indonesia, memang membuat kita mengelus dada. Indonesia pernah sempat menjadi raja olah raga se Asia Tenggara di tahun 80 sampai 90 an. Namun Impian prestasi para atlet untuk bisa menembus pentas dunia malah melorot tajam, bahkan bersaing dengan atlet-atlet se Asia Tenggara pun serasa sulit.

 

Di tengah persaingan olah raga yang semakin ketat di kawasan Asia Tenggara menjadikan prestasi Indonesia tidaklah banyak terdengar, akan tetapi masih ada satu cabang olah raga yang sampai saat ini masih bisa dibanggakan tidak hanya di tingkat Asia bahkan dunia, yakni BULUTANGKIS. Pasti semua orang setuju bahwa Indonesia dikenal sebagai negara jagonya bulutangkis, olahraga yang dipopularkan di Inggris

 

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga. Prestasi bulutangkis Indonesia sudah bisa melegenda di dunia. Pacquiao boleh disebut pahlawan Philipina, tapi apakah negara tinju merupakan julukan dari Philipina? Rasanya Mexico, atau Amerika Serikat negara yang lebih identik dengan tinju. Thailand negara penguasa Asia Tenggara, adakah olah raga yang berprestasi dalam skala dunia? Atau Singapura yang handal di renang bisakah negara singa  bersaing di tingkat dunia? Berbeda  dengan Indonesia dari tahun 60 an sampai sekarang bulutangkis Indonesia masih cukup disegani di mata dunia.

 

Bulutangkis Riwatmu Kini

 

Namun kejayaan bulutangkis Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini sudah jauh menurun. Bahkan medali emas yang bisanya menjadi unggulan Indonesia dalam pesta Olimpiade terakhir tidak bisa dicapai. Sebagai negara pemilik Piala Thomas terbanyak, Indonesia pun belum bisa merebutnya kembali sejak terakhir pada tahun 2002.

 

Tahun 2015, akan dilangsungkan kejuaraan bulutangkis beregu campuran yang dikenal dengan Piala Sudirman. Piala yang diprakarsai oleh tokoh bulutangkis Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989, yang dijuarai oleh Indonesia. Sangatlah disayangkan sampai saat ini Indonesia baru satu kali mengenyam piala yang bergulir dua tahunan sekali tersebut.

TIM SUDIRMAN CUP 15 B

Minggu ini Piala Sudirman 2015 akan dilangsungkan di kandang macan, Tiongkok. Pasti semua rakyat Indonesia sudah haus dengan gelar juara; bila melihat prestasi atlet kita memang harus realistis dalam memasang target. Bukan maksud meremehkan kekuatan Hendra Setiawan Cs, menjadi juara grup dan bisa mencapai semifinal sudah lebih dari cukup. Apalagi kalau bisa mencapai final bahkan juara, itu merupakan anugerah yang luar biasa.

Yang terpenting ke depannya, Indonesia harus berani berubah mulai dari pemerintah, pengurus olah raga, sistem pembinaan serta jaminan masa tua para atlet.

 

Ada satu hal yang sangat disayangkan,  jaman dulu masyarakat dapat dengan mudah menonton pertandingan bulutangkis; saat ini sangat sulit menonton pertandingan bulutangkis yang berskala internasional apabila  tidak memiliki TV berbayar. Mungkin ini bisa menjadi suatu alasan mengapa masyarakat Indonesia tidak tergerak untuk lebih memasyarakatkan bulutangkis. Sebagai konsekuensinya, sulit mencari pemain yang berbakat. Mudah-mudahan jangan sampai ada impor pemain asing yang bisa di naturalisasi oleh PBSI karena sulitnya mencari atlet yang bisa diandalkan.

 

Waktunya bulutangkis Indonesia bangkit. 20 Mei kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Yuk kita ikrarkan menjadi Hari Kebangkitan Bulutangkis Indonesia!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *