“Kamu harus juara Satu”
“Mereka menjadi salah Satu yang terbaik”
“Dua anak cukup”
“Duet maut yang heboh”
“Ibarat Dua keping mata uang”
“BerSatu kita teguh, apalagi berDua……
Kata-kata di atas yang menunjukkan suatu angka sering terdengar di dalam kehidupan kita. Apakah angka tersebut bisa sebagai motivasi guna mengejar prestasi atau kata kiasan belaka, apakah mungkin merupakan angka keramat ataupun hanya sebagai simbol angka biasa?
Nomor Urut Capres & Cawapres
Tanggal 1 Juni 2014, telah ditetapkan nomor urut pemilihan presiden dan calon wakil presiden RI. Nomor urut 1 jatuh pada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Pesaingnya Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapatkan nomor urut 2.
Nomor urut pilihan sudah ditetapkan. Menandakan kampanye pemilihan menjadi RI 1 siap menambah hiruk pikuk negara kita. Genderang peperangan untuk jadi pemimpin Indonesia 5 tahun mendatang akan segera dimulai. Dan masyarakat pun sudah mulai bersiap-siap memilih siapa calon pemimpin yang tepat.
Number doesn’t matter
Apakah ada makna tersirat dari nomor urut pada pemilihan capres dan cawapres? Apakah karisma nomor 1 secara emosional bisa secara otomatis menjadi RI 1 atau disebut sebagai pemenang? Dan nomor 2 pastilah jadi yang kedua?
Mungkin saat ini, tidak ada yang percaya akan takhayul angka seperti itu. Angka atau nomor urut hanya untuk memudahkan sistem pemilihan. Tidak ada pengaruh apa-apa. Apapun nomor urutnya, tidak akan berpengaruh pada pilihan masyarakat yang semakin hari semakin peka dalam menentukan suaranya; dan yang tidak hanya dibodohi dengan sebuah angka atau nomor saja.
Bagi masyarakat Indonesia, siapapun yang menjadi pemenang haruslah:
1. Bisa menjadi pemimpin yang mengayomi kepentingan masyarakat Indonesia
2. Secara bijak bisa mendengarkan hati nurani rakyat
3. Bisa mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik
4. Dan yang pasti pemimpin harus tetap setia pada dasar negara, PANCASILA, yang dirayakan tepat pada tanggal 1 Juni.

