Ada gula ada semut, dimana ada kesenangan, banyak orang yang mendatanginya. Pepatah lama yang sudah lama kita dengar, namun masih sesuai dengan keadaan saat ini.
Fenomena Heboh
Beberapa minggu belakangan ini, siapa yang tidak mendengar fenoma Pokemon Go, sebuah permainan virtual dari Nintendo bagi pengguna smartphone, menggoncang berbagai belahan dunia tak terkecuali juga menghebohkan para anime di Indonesia.
Adapun fenoma lain yang terjadi di tanah air yakni Tax Amnesty yang dikenal dengan pengampunan pajak yang diberikan pemerintah untuk menarik pajak atas kekayaan yang belum dilaporkan. Belum lagi heboh mengenai vaksin palsu yang semakin banyak beredar di tanah air.
Dompleng Marketing
Dengan adanya fenoma seperti Pokemon Go, Tax Amnesty dan Vaksin Palsu ada baiknya para marketer bisa memanfaatkan momentum seperti ini dalam mempromosikan produk mereka.
Salah satu perusahaan retail di tanah air, Alfamart, tidak ketinggalan memanfaatkan animo Pokemon Go dengan memberikan hadiah smartphone apabila bisa mengumpulkan banyak Pokemon di outletnya; hal ini pasti membuat para pencari Pokemon akan berburu ke outlet Alfamart disamping mendapatkan Pokemon, kalau beruntung dapat smartphone juga. Perusahaan cepat saji dunia Mc Donald pun sudah menandatangani secara resmi dengan Pokemon Go untuk saling bekerja sama. Mereka mengharapkan bisa memperoleh keuntungan berlipat ganda dengan kerja sama dengan permainan seperti ini.
Nah apakah animo Tax Amnesty atau Vaksin Palsu bisa dimanfaatkan seperti halnya Pokemon Go? Mungkin memang jauh berbeda yang satu mengenai permainan di smartphone yang lainnya mengenai kekayaan pribadi atau masalah kesehatan.
Namun saya rasa, kita harus tetap jeli memanfaatkan peluang ini. Mungkin ada baiknya kita bekerja sama dengan konsultan perpajakan atau institusi keuangan dalam memberikan seminar mengenai Tax Amnesty. Atau mungkin bisa diciptakan konsultan baru yakni khusus menangani masalah Tax Amnesty mulai dari penyuluhan, pelaporan sampai perencanaan investasinya bisa diberikan dalam satu paket konsultansi. Dengan adanya uang masuk, kita bisa tawarkan produk-produk menarik untuk bisa melakukan investasi keuangan atau aset lainnya yang bisa mendapatkan keuntungan di atas uang tebusan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Selain itu, apabila kita memiliki usaha di bidang kesehatan, atau makanan dan minuman sehat, kita bisa bekerja sama dengan perusahaan farmasi atau rumah sakit untuk memberikan penyuluhan tentang hidup sehat dengan ikut mendompleng fenomena vaksin palsu.
Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam animo atau fenoma yang terjadi saat ini, tinggal bagaimana pintar-pintarnya marketer mencari momentum seperti ini. Sama sepeti pepatah di atas, ada gula ada semut, apabila ada suatu hal yang menarik, pasti akan dikerubuti banyak orang. Nah carilah hal-hal yang tengah digemari oleh masyarakat, dan manfaatkanlah untuk mempromosikan produk anda.
Dengan ikut animo heboh ini, mungkin anda tidak perlu mengeluarkan biaya promosi yang cukup besar atau bisa jadi biaya promosi yang dikeluarkan bisa terbayar dengan keuntungan yang cukup besar. Hal ini yang saya sebut teori Dompleng Marketing, ikut dalam fenomena yang tengah terjadi.
Selamat Mencoba Teori Dompleng Marketing

