Musik + Olah Raga

Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Terlepas apapun gaya musiknya. Apakah musik pop, klasik, dangdut ataupun Jazz. Pertanyaan kedua siapa yang tidak ingin membela negaranya di saat bertanding dalam kompetisi olah raga? Kompetisi yang bisa mengharumkan bangsa dan negara.

Memang rasanya kedua pertanyaan di atas, saya yakin hampir semua menyatakan menyukai musik dan pastilah setiap warga negara yang cinta akan negaranya, akan membela pahlawan-pahlawan olah raganya bertanding dalam ajang kompetisi internasional.

Saya lihat kedua hal tersebut, baik musik dan olah raga bisa menyatukan banyak orang walaupun mungkin adanya suatu perselisihan. Musik dan olah raga bisa membuat kebersamaan dan melupakan konflik yang mungkin tengah terjadi.

Peluang dan Kesempatan

Java Jazz, salah satu perhelatan konser musik Jazz yang terbesar di Indonesia, baru saja usai. Festival Jazz yang dilangsungkan selama 3 hari dipenuhi oleh ratusan ribu manusia di Jakarta. Mereka ingin melihat artis-artis kesayangannya melantukan lagu-lagu favorit mereka; ataupun ingin melihat artis pendatang  untuk memperkenalkan karya dan kreasi lagu baru mereka.

Saya kebetulan sempat datang di acara tersebut pada hari terakhir. Dan terus terang, saya baru pertama kali hadir di acara Java Jazz tersebut. Cukup malu memang……festival terbesar Jazz yang sudah menjadi festival musik terbesar di Indonesia baru kali pertama saya menghadirinya.

Seandaikata kalau perusahaan tempat saya bekerja, Martha Tilaar Group tidak ikut mengambil bagian dalam acara Java Jazz sebagai Official Make Up and Hair Do, mungkin saya pun belum tentu hadir di acara tersebut.

Namun setelah saya lihat dengan mata dan kepala sendiri, ajang musik ini memang merupakan suatu acara besar yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.

Inilah yang saya sebut peluang,  banyak perusahaan mengerti apa yang diinginkan oleh masyarakat yang haus dengan hiburan. Masyarakat begitu antusiasnya dengan musik, seakan mereka melupakan apa yang ada di luar sana.

Sama halnya dengan sebuah pertandingan olah raga, yang mana hal ini bagi saya sangat bertolak belakang dengan Java Jazz, sebisa mungkin saya selalu pergi ke stadion pada saat tim Merah Putih bertanding. Kalau Java Jazz baru sekali saya hadir disana; namun kalau pertandingan olah raga mungkin baru sesekali saya absen untuk menonton.

Saya pun merasakan atmosfir yang sama, masyarakat pun ingin melupakan apa yang di luar sana, kebersamaan dan kekompakan menjadi berbaur menjadi satu di stadion guna menyaksikan tim kesayangan atau pemain favorit-nya mengukir sebuah prestasi yang sudah lama dinanti-nantikan.

Seandainya sebuah perusahaan atau merek ingin lebih dikenal, maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan haruslah yang bersifat masal dan sesuai dengan kesenangan masyarakat apakah itu dalam bentuk konser musik ataupun pertandingan olah raga.

Terlepas dari peluang bagi dunia usaha, besar harapan saya, jadikanlah musik & olah raga sebagai alat pemersatu.