Human 4.0: DAMO

Selamat tinggal tahun lalu

Selamat datang tahun baru

Tahun 2019 penuh kenangan,

Tahun 2020 banyak tantangan.

Mengapa saya sebut banyak tantangan? Karena kondisi yang masih belum stabil, baik di Indonesia sendiri maupun di dunia. Walau tahun lalu kita sudah melewati pilpres yang penuh fenomena, namun dengan terbentuknya kabinet baru yang berusia kurang dari 6 bulan, maka tahun ini merupakan pembuktian  bagaimana kinerja mereka dalam membangun Indonesia. Dari segi ekonomi Indonesia, meskipun ada pertumbuhan dibandingkan tahun 2018 namun belum sesuai dengan target yang dicanangkan. Bagaimana dengan situasi dunia? Pastilah kita masih dihantui dengan ketakutan perang dagang Amerika dan Tiongkok. Tahun lalu pun terjadi perlambatan ekonomi di berbagai negara yang bisa memberikan patokan akan tantangan tahun ini.

 

Apabila disimpulkan kondisi di atas, dikenal dengan sebutan VUCA (Vulnerability, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni kondisi yang tidak menentu (V), tidak pasti (U), tidak mudah(C) serta tidak memiliki arah yang jelas (A); inilah yang menjadi tantangan kita semua. Namun, Jack Ma si Alibaba-man, memiliki strategi DAMO (Discover, Adventure, Momentum, Outlook) dalam mengatasi tantangan VUCA. DAMO ala Jack Ma diterjemahkan secara jelas oleh Bapak Hermawan Kartajaya dalam seminarnya, dimana kita harus bisa mengikuti perubahan sehingga bisa timbul ide baru  (D), lalu sifat adventuris yang bisa mencari jalan alternatif guna mendapatkan solusi yang tepat (A), kesempatan dalam membaca peluang disertai dengan melihat waktu yang tepat (M), dan lihatlah bisnis dari pandangan yang  lebih luas, jangan hanya melihat dari sisi yang mikro tapi harus secara keseluruhan (O).

Era 4.0

Pak Jokowi dalam salah satu rencana kerjanya akan fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia lebih maju. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengambil startegi DAMO dalam membangun SDM yang lebih berkompeten dalam era 4.0

Disipline. Kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun karaketer manusia, disiplin disini bukan hanya dari segi waktu tapi lebih disiplin dalam memberikan pemikiran yang strategis dan meng-eksekusikannya secara disiplin di lapangan.

Agile. Kecepatan memberikan solusi dan kelincahan melihat peluang perlu diterapkan dalam era 4.0; Apabila kita lambat, mungkin kompetitor anda yang memanfaatkan-nya atau bisa saja peluang tersebut tidak datang untuk kedua kalinya. Ada kalanya kita harus bergerak cepat tapi tetap penuh perhitungan.

Millennial minded. Karakter orang milenial haus akan tehnologi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital. Apabila kita mau bertahan, bersikaplah seperti orang milenial yang mengandalkan tehnologi dan media sosial dalam aktifitas hariannya.

Optimistic. Walaupun Indonesia masih dihantui ketidakpastiaan, serta ekonomi dunia yang masih belum stabil,  tapi rasa optimisme harus tetap ditanamkan, segala sesuatu harus dicerna secara positif. Berikan energi positif pada orang sekitar kita agar membuang jauh sikap pesimistis dan berani menyongsong tahun baru dengan penuh optimis.

Sukses untuk tahun 2020, selamat menjadi manusia 4.0 manusia DAMO

 

PEOPLE

Dalam perjalanan ke Surabaya 2 minggu lalu, di pesawat saya sempat membaca sebuah majalah yang membahas tentang bagaimana perusahaan mengelola sumber daya manusia dengan baik, bagaimana budaya perusahaan bisa membentuk karakter manusia nya, bagaimana sebuah sistem bisa membangun kedisiplinan seseorang; hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maximal bagi perusahaan.

 

Peranan perusahaan terhadap sumber daya manusia tidak hanya tanggung jawab dari departemen kepersonaliaan namun sampai di jajaran level teratas pun harus berperan aktif dalam membangun manusianya dengan melihat beberapa hal:

Passion 

Keberhasilan utama seseorang dalam melakukan pekerjaan apapun harus didasari akan kesenangan terhadap pekerjaan tersebut. Apabila seseorang bekerja tidak tumbuh dalam hatinya, maka pekerjaan yang mereka lakukan hanya sebatas tanggung jawab terhadap perusahaan saja.

Ethic

Dalam dunia usaha, karier atau kehidupan sehari-hari, setiap orang harus memiliki etika atau perilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Jangan hanya mencari kenaikan pangkat atau ambisi pribadi dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan etika dalam bekerja maupun bersosialisasi dengan orang lain.

Organised

Pekerjaan bisa dilakukan dengan benar, apabila disusun secara rapi. Terkadang kita sulit menentukan mana yang perlu didahulukan  sehingga menyebabkan perkerjaan yang ada bukan bisa diselesaikan dengan baik malah lebih berantakan. Utamakan pekerjaan yang paling penting baru hal yang kurang penting.

Positive Thinking

Kesulitan apapun bisa diatasi apabila kita memiliki pemikiran yang positif. Jangan cepat menyerah tapi kita harus melihat dari segi positifnya. Bagaimana perusahaan menciptakan budaya positif  dan optimisme di saat kondisi internal maupun eksternal tidak mendukung.

Learning

Apakah setiap orang merasa sudah paling baik? Bagaimana mereka haus akan sesuatu hal yang baru?  Inilah peran perusahaan untuk melihat apakah seseorang mau berubah untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

Execution

Hal yang terakhir dan mungkin yang paling sulit bagaimana tim kita menterjemahkan sebuah strategi menjadi kenyataan. Apakah mereka sudah cukup paham apa yang seharusnya meraka lakukan?

6 hal di atas (PEOPLE) bisa kita pakai dalam mengenal karakter dari setiap orang yang bekerja di dalam perusahaan dan bagaimana peran perusahaan dalam membangun sebuah tim yang bisa bekerja yang tidak hanya bertanggung jawab  terhadap pekerjaan; tapi ciptakanlah tim yang benar-benar mencintai  & loyal pada perusahaan di tempat mereka berkarya. Karena sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting untuk menjalankan roda perusahaan.

Dikarenakan tulisan saya membahas tentang PEOPLE (manusia/orang), walaupun saat ini teknologi berkomunikasi bisa hanya sebatas telpon genggam, namun sebagai mahluk sosial, bertepatan dengan hari Kemenangan, ada baiknya kita tetap bersilahturami, saling bergandengan tangan dalam mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada keluarga, saudara serta kerabat handai taulan.