Dirgahayu Produk Indonesia

Agustus dikenal sebagai bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan tahun ini terasa berarti karena setelah 56 tahun Indonesia mengadakan Asian Games tahun 1962, tahun ini di usia nya ke 73, Indonesia kembali terpilih menjadi tuan rumah Asian Games ke 18.

Brand Lokal Indonesia

Kebanggan menjadi lebih bermakna, seiring nya Indonesia menjadi tuan rumah. Sari Ayu Martha Tilaar sebagai produk lokal juga terpilih menjadi official make up di acara pembukaan dan penutupan Asian Games dengan merias lebih kurang 5,000 orang pengisi acara.

Perjuangan untuk ditunjuk sebagai offical make up tidaklah mudah, banyak produsen lain baik dari luar maupun dalam negeri ikut berlomba untuk terpilih menjadi produk kecantikan resmi di Asian Games.

Berkat konsistensi Sariayu dalam mengembangkan inovasi produk, menjaga kualitas nya,  serta selalu berkonsisten dalam mengusung budaya dan alam Indonesia, maka akhirnya pihak penyelenggara (INASGOC) dan tim EO yang memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan olimpiade jatuh pilihannya pada Sariayu yang dipercaya  untuk merias pengisi acara dalam pesta olah raga se Asia.

Hari Kemerdekaan RI sangat kami rasakan juga menjadi Hari Kemerdekaan produk lokal yang bisa bersaing dengan produk luar negeri.

Dirgahayu Indonesia! Dirgahayu Produk Lokal! Dirgahayu Sariayu Martha Tilaar

Pelajaran Piala Dunia

Pesta Piala Dunia sudah usai. Pecinta sepakbola kembali pada kehidupan normalnya, setelah selama 1 bulan merelakan kekurangan tidur karena lembur menonton sepakbola.

Dalam dunia olah raga sudah tentu banyak yang bisa kita dapatkan mulai dari sportivitas, kedisiplinan, kerja keras, kekalahan ataupun kemenangan dan tentu masih banyak hal yang lain lagi. Selama 1 bulan ini, saya sempat merangkup beberapa pertandingan yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita, diantaranya:

Continue reading “Pelajaran Piala Dunia”

Simple but not Easy

Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa anak saya yang besar sudah lulus SMP. Kalau diingat-ingat, rasanya baru mengantarnya ke TK, mengajari pelajaran di SD, dan akhirnya tahun ini sudah menginjakkan kakinya ke jenjang pendidikan lebih tinggi lagi.

Kalau mengajar anak, yang paling mudah adalah pelajaran matematika dasar, yakni penjumlahan, pengurangan lalu mulai sedikit sulit di perkalian dan pembagian. Tapi itu semua masih mudah dipelajari karena hasilnya sudah pasti 1+1 ya pasti 2, 10-5 pastilah 5; dan semua bisa dipelajari dengan logika.

Continue reading “Simple but not Easy”

Good Leader

Hari Kebangkitan Nasional tepat kita rayakan hari ini. 110 tahun yang lalu tepatnya tanggal 20 Mei 1908, di-ikrarkan sebagai hari kebangkitan bangsa Indonesia. Hari yang dikenal dengan sebutan hari lahirnya Budi Utomo merupakan hari bagi rakyat Indonesia untuk mulai sadar akan artinya menjadi rakyat Indonesia yang memperjuangakan kemerdekaan bangsa kita.

Di tengah isu radikalisme dan teror bom yang menyelimuti kondisi di tanah air, beberapa bulan belakangan ini pun; suasana politik di berbagai daerah sudah mulai ramai, dengan adanya kampanye guna menentukan calon terbaik untuk memimpin daerah (Pilkada) yang akan berlangsung serentak bulan Juni mendatang. Namun bagi saya kampanye yang sesungguhnya  adalah pemilihan pemimpin kepala negara (Pilpres) yang akan ditentukan tahun depan.

Bagi saya, siapapun pemimpin yang akan dipilih, haruslah bisa menjadi panutan kita semua. Pemimpin yang baik haruslah bisa: Continue reading “Good Leader”

April 2018

‌Kuarter pertama tahun 2018 sudah dilewati, kita sudah memasuki bulan April yang merupakan bulan ke empat dalam kalender tahunan, dan biasa juga dikenal dengan awal bulan di kuarter kedua.

Pada bulan April ada beberapa tanggal yang pada umumnya kita peringati atau setidaknya ada tanggalan tertentu yang bisa kita jadikan momen tertentu; salah satunya tanggal 1 April yang dikenal dengan April Mop, hari untuk mengerjai orang-orang apakah dengan berbohong atau dengan cara unik lainnya, tanggal 21 April yang kita peringati untuk mengenang jasa Ibu Kartini.  Saya pun lihat kalender, ternyata di bulan April ada 2 hari libur yang kita peringati: Isra Miraj serta hari kebangkitan nya Isa Almasih.
 

Semangat 45

Secara kebetulan bulan April merupakan hari kelahiran saya. Pada tahun ini saya memasuki usia ke 45 tahun. Apabila saya menghubungkan dengan tanggal-tangal di atas, ada 3 hal permohonan di hari ulang tahun saya:
  • Mungkin saya orang yang sifatnya iseng, semoga semakin bertambah usia, saya bisa lebih serius dan bijaksana; jangan banyak becanda dengan memakai istilah April Mop.
  • Menjadi orang yang lebih berguna dengan membuat ide positif bagi orang banyak sama seperti perjuangan Ibu Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
  • Karena ada 2 tanggal libur nasional yang sifatnya religi, maka saya ingin juga menjadi orang yang lebih beriman dan selalu menggantungkan hidup pada Tuhan.
Usia boleh semakin bertambah, tapi harus tetap berjiwa semangat 45!

Collaboration 4.0

Mungkin dalam beberapa waktu belakangan , kita sering mendengar marketing 4.0 yang dicetuskan oleh Bapak Hermawan Kartajaya. Lalu dari Bapak Airlangga Hartarto dikenalkan dengan industri 4.0. Pada prinsipnya istilah 4.0 diciptakan karena perlu adanya kombinasi antara unsur humanis dan tehnologi dalam menjalankan roda usaha apabila ingin berkompetisi.

Beberapa tahun yang lalu, Ibu Martha Tilaar pernah menjadi salah satu pembiara di dalam acara World Islamic Economy Forum (WIEF) di Kazaktan; beliau menceritakan perlunya 3 C dalam persaingan ekonomi sekarang, yakni Connect, Collaborate and to Compete.

Pada kali ini saya ingin membahas 1 C yakni Collaborate (kolaborasi). Dengan persaingan semakin ketat, belum lagi perubahan tehnologi yang mengubah perilaku manusia membuat kita memang harus berkolaborasi untuk saling melengkapi. Saya ingin meng-copy istilah 4.0 denga menyebutnya sebagai Collaboration 4.0. Kenapa saya ingin menyebut seperti itu? Pada umumnya suatu kolaborasi dilakukan oleh industri atau perusahaan yang saling berkaitan. Namun karena adanya ilmu jaman now yang mengaitkan unsur tehnologi dan pendekatan ke arah humanis maka tidak ada salahnya apabila memakai kata Collaboration 4.0. Continue reading “Collaboration 4.0”

Branding Still Powerful

Pernah satu kali saya ke warung ingin membeli air mineral. Lalu saya katakan, “Pak ada air mineral?” Lalu si pemilik mengatakan “tidak ada”, padahal saya lihat di sana ada Aqua salah satu merek terkenal air mineral. Lalu saya ganti pertanyaan “Pak saya bisa membeli Aqua?” Langsung pemilik warung memberikan Aqua nya dengan mengatakan “4,000 rupiah”

Dalam pengalaman di atas, saya terbisit dalam pikiran, sebuah merek bisa mengubah pandangan orang. Apakah semua air mineral sama identik dengan satu merek saja?

Tahap pertama dalam menjual sesuatu kita boleh sebut sebuah produk, lalu pada umumnya kita berikan nama yang sering kita kenal dengan merek atau brand. Nah inti dari penciptaan sebuah produk atau jasa, bagaimana merek atau brand tersebut bisa menjadi  sebuah hal yang tertancap dalam pikiran orang sama seperti pemilik warung di atas. Itulah yang kita sebut sebuah branding.

Amerika Jagonya

Kalau bicara mengenai masalah branding, rasanya tidak bisa dipungkiri negara paman Sam, Amerika Serikat adalah jagonya.

Belum lama ini saya sempat berlibur ke Shanghai, terus terang tujuan kesana ingin melihat Disney Shanghai dan kedai Starbucks terbesar di dunia. Disini saya lihat hebatnya sebuah merek bisa membuat suatu yang ter….(luas, besar, banyak, dan ter…lainnya) di bukan negara asalnya tapi di negeri orang.

Membuat suatu produk merupakan hal yang baik namun janganlah menjadikan produk tersebut menjadi produk komoditi, kita perlu ciptakan nama merek buat produk tersebut sehingga bisa memiliki nilai, dan yang terutama jadikanlah merek menjadi sebuah branding yang tertancap di benak konsumen.

When Innovation and A Need Meet

Melanjutkan artikel saya terdahulu mengenai cara menghadapi VUCA yakni  dengan cara FUCA (Focus, Understanding problem and market needs, Collaboration dan Act fast). Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas mengenai Understanding market needs.

Salah satu strategi di dalam perusahaan dalam menghadapi persaingan adalah selalu berinovasi. Apapun bentuk inovasinya bisa dalam menciptakan produk, mengurangi biaya, memperbaiki sistem kerja ataupun meningkatkan kualitas kerja orang. Itu semua bisa kita sebut sebuah inovasi.

Inovasi yang sederhana, tapi sesuai kebutuhan

Continue reading “When Innovation and A Need Meet”