Pernah satu kali saya ke warung ingin membeli air mineral. Lalu saya katakan, “Pak ada air mineral?” Lalu si pemilik mengatakan “tidak ada”, padahal saya lihat di sana ada Aqua salah satu merek terkenal air mineral. Lalu saya ganti pertanyaan “Pak saya bisa membeli Aqua?” Langsung pemilik warung memberikan Aqua nya dengan mengatakan “4,000 rupiah”
Dalam pengalaman di atas, saya terbisit dalam pikiran, sebuah merek bisa mengubah pandangan orang. Apakah semua air mineral sama identik dengan satu merek saja?
Tahap pertama dalam menjual sesuatu kita boleh sebut sebuah produk, lalu pada umumnya kita berikan nama yang sering kita kenal dengan merek atau brand. Nah inti dari penciptaan sebuah produk atau jasa, bagaimana merek atau brand tersebut bisa menjadi sebuah hal yang tertancap dalam pikiran orang sama seperti pemilik warung di atas. Itulah yang kita sebut sebuah branding.
Amerika Jagonya
Kalau bicara mengenai masalah branding, rasanya tidak bisa dipungkiri negara paman Sam, Amerika Serikat adalah jagonya.
Belum lama ini saya sempat berlibur ke Shanghai, terus terang tujuan kesana ingin melihat Disney Shanghai dan kedai Starbucks terbesar di dunia. Disini saya lihat hebatnya sebuah merek bisa membuat suatu yang ter….(luas, besar, banyak, dan ter…lainnya) di bukan negara asalnya tapi di negeri orang.
Membuat suatu produk merupakan hal yang baik namun janganlah menjadikan produk tersebut menjadi produk komoditi, kita perlu ciptakan nama merek buat produk tersebut sehingga bisa memiliki nilai, dan yang terutama jadikanlah merek menjadi sebuah branding yang tertancap di benak konsumen.

