Demam Bola

Demam bola kembali hadir. Kali ini demam berasal dari belahan Eropa tepatnya: Ukrania & Polandia.

Demam bola 4 tahunan ini akan dimulai tanggal 8 Juni- 1 Juli.

16 tim telah bersiap-siap untuk berlomba untuk menjadi yang terbaik di benua Eropa. Akankah Sang Matador, Spanyol, bisa mempertahankan mahkota yang direbutnya 4 tahun lalu? Atau akankah lahir juara baru yang belum pernah merasakan menjadi kampium di Eropa?

Profit vs Loss

Persiapan pastilah sudah dilakukan secara baik oleh panitia. Mulai dari perbaikan stadium, transportasi publik maupun infrastruktur komunikasi disulap dengan biaya tinggi guna mendukung pesta akbar bola Eropa.

Apakah biaya dikeluarkan, bisa mendapatkan keuntungan bagi pihak penyelenggara?  Secara perhitungan  kasar, pastilah bisa. Kalau tidak mana mungkin banyak negara berlomba untuk menjadi penyelenggara suatu pesta olah raga seperti olimpiade, ataupun Piala Dunia.

Tiket penjualan,  hak siar TV,  Merchandising serta Sponsorship merupakan pundi-pundi uang yang menghasilkan keuntungan  berlipat ganda.

Demam  Bola

Demam  Eropa ternyata  menjangkit dimana-mana ; pesta bola tidak hanya di Ukrania dan Polandia.  Tapi hampir sebagian negara ingin ikut merasakannya.

Apa yang dilakukan di negara lain yang ingin menikmati pesta tersebut? Pastilah hal ini diambil para marketer atau perusahaan untuk memanfaatkan momen ini sebagai salah satu promosi untuk produknya.

Salah satunya kegiatan melakukan NOBAR (Nonton Bareng) dengan konsumen,  Blocking Program TV, atau Branding di kemasan ataupun di tempat yang strategis.
Acara Nobar di Mall

Acara Nonton Bareng di salah satu mall

Branding di Kemasan

Tinggal bagaimana para marketer atau pihak sponsor menciptakan sebuah Awareness bahkan memperoleh keuntungan secara Financial dengan mendompleng Euphoria pesta bola Eropa ini.

Selamat Berpesta &
Sukses Mendukung Tim Favorit Anda!

Wakawaka eee… It’s time for Euro 2012

Korea Be Inspired

Kalau anda ditanya negara di Asia yang ingin dikunjungi? Mungkin sebagian besar jawabannya Korea

Awal bulan Mei, saya bersama Caring Colours, salah satu brand di Martha Tilaar Group mengadakan program Korea Care to Fun. Suatu program yang mengajak konsumen berlibur sejenak dari segala aktifitas rutinnya; sehingga mereka bisa lebih peduli akan dirinya sendiri.

Perjalanan ke Korea

Continue reading “Korea Be Inspired”

Ayo Bangkit!

Bagi bangsa Indonesia tanggal 20 Mei merupakan hari yang bersejarah, karena  104 tahun yang lalu tepatnya 20 Mei 1908 berdirilah perkumpulan pemuda yang dikenal dengan Budi Utomo. Sebuah perkumpulan yang didirikan oleh Dr Sutomo bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Indonesia Era Kini

Perjuangan Budi Utomo akhirnya membuahkan hasil kemerdekaan setelah melalui proses yang cukup lama yakni tepat 37 tahun, Indonesia baru bisa secara resmi MERDEKA.

Tahun terus berganti tahun, hingga saat ini kita sudah memasuki tahun 2012. Banyak perjuangan bangsa Indonesia yang dilakukan oleh tokoh-tokoh atau pemimpin-pemimpin bangsa bagi kemajuan kita bersama.

Perjuangan era ini bukan lagi untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan, namun perjuangan untuk bisa lebih berkompetisi di dalam bidang politik, ekonomi, budaya & pariwisata bahkan di dalam olah raga sekalipun.

Thomas dan Uber Cup

Daripada kita bicara hal-hal yang serius seperti ekonomi atau politik, lebih baik kita bicarakan masalah olah raga.

Sama seperti alinea pertama di atas, bagi bangsa Indonesia Thomas dan Uber Cup, rasanya juga sebagai hal yang tidak bisa dilupakan di dalam sejarah olah raga Indonesia.  (Piala Thomas dan Uber merupakan pertandingan beregu bulutangkis putra dan putri yang diadakan setiap 2 tahun sekali).

Melalui Olah raga inilah nama Indonesia bisa bersanding dengan negara-negara lainnya di dunia. Melalui prestasi para pemain-lah yang membuat Indonesia disegani atau ditakuti oleh setiap lawan-lawannya.

Mari Bangkit!

Terus terang saya pribadi sangat menyukai permainan tepok bulu ini sejak duduk di bangku SD. Saya mulai melihat pertandingan Thomas Cup pada tahun 1982, sangat disayangkan Indonesia takluk di tangan  negeri tirai bambu, China.

Namun tahun-tahun berikutnya, persaingan antara kedua negara semakin sengit. China dan Indonesia saling bergantian menjuarai piala tersebut.  Hanya diselingi sekali oleh Malaysia yang merebut piala tersebut di tahun 1992

Namun setelah tahun 2002, Indonesia tidak pernah merebut piala bergengsi tersebut.  Apakah setelah haus gelar selama 10 tahun;  tahun ini, saat nya  Indonesia  untuk bisa merebut kembali?

Tepat tanggal 20 Mei 2012, piala Thomas dan Uber kembali digelar untuk ke 27 dan 24 kali-nya.  Semua pasti berharap, perjuangan Budi Utomo di tahun 1908 bisa menjadi momen bagi Taufik Hidayat Cs untuk kembali bangkit.

KEBANGKITAN INDONESIA, KEBANGKITAN BULUTANGKIS INDONESIA!

PRAY FOR INDONESIA

Kartini 3.0

Bagi perempuan Indonesia, siapa yang tidak kenal Ibu Kartini yang setiap tanggal 21 April kita rayakan? Seorang pahlawan yang berjasa mengangkat martabat kaum hawa di tanah air. Jasa Ibu Kartini akan selalu terkenang bagi kita semua; tidak terkecuali bagi kaum pria.

Habis gelap terbitlah terang. Itulah Tag Line Branding Kartini. Bisa dibayangkan apabila tidak lahir seorang Kartini, nasib perempuan Indonesia mungkin menjadi warga kelas dua yang tidak memiliki masa depan yang cerah.

Kartini 1.0 vs Kartini 3.0

Kartini 1.0 saya anggap merupakan langkah awal dalam emansipasi perempuan terhadap pria. Seorang perempuan bisa memiliki hak dan kesempatan yang sama.

Nah bagaimana versi Kartini 3.0? Apakah perempuan hanya memiliki kesempatan yang sama dengan pria? Jawaban saya TIDAK. Karena  Kartini 3.0 bisa lebih berperan dibandingkan pria.

Mengapa demikian?

Pak Hermawan Kartajaya dalam riset nya mengatakan bahwa saat ini yang mengambil peranan di dalam dunia pemasaran ialah Young, Woman dan Netizen.

Young merupakan perilaku pemuda  yang memiliki kreatifitas, yang haus dengan informasi dan bisa mempengarui gaya hidup saat ini.

Netizen siapa yang gaptek  (gagap tehnologi) saat ini, pastilah akan tertindas. Hampir semua orang gadget freak, mulai ber- chatting ria, mencari informasi bahkan mempromosikan dirinya bisa melalui media internet.

Nah bagaimana dengan Woman?

Inilah peran yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya yakni keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang banyak dipengarui oleh wanita Menurut survei, konsumsi di dalam rumah tangga sebanyak 2/3 ditentukan oleh ibu atau istri.

Pada umumnya, perempuan memiliki karakter yang berbeda dengan pria, dalam memilih suatu barang, tidak hanya dilihat dari fungsinya tapi lebih ke segi emosionalnya.

Mereka ingin merasakan pengalaman lebih terhadap produk yang dibelinya. Produk yang bisa menawarkan jasa After Sales Service, sebagai contoh, produk kecantikan bisa menawarkan spa gratis atau juga produk makanan bisa menawarkan kelas memasak secara gratis. Dan saya rasa masih banyak produk lainnya yang bisa membuat para perempuan tergoda dan memutuskan untuk membelinya.

Nah, Kartini 3.0 sudah hadir. Sudah siapkah kita bersaing untuk mendapatkan hati bagi sosok Kartini jaman ini?

Selamat Hari Kartini. Selamat Perempuan Indonesia.

To Be Different or DIE…….

Makan di luar rumah atau di luar kantor tidak hanya untuk memuaskan perut yang lapar , atau bosan dengan menu masakan rumah namun saat ini menjadi tempat ngumpul-ngumpul dan menjadi trend lifestyle di kota-kota besar di Indonesia.

Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke sebuah mall baru di kawasan Jakarta Selatan. Konsep dari mall tersebut, lebih mengutamakan tempat untuk ber kuliner. Hampir 90% penghuni mall tersebut di-isi oleh rumah makan. Ini menandakan pasar rumah makan, kedai kopi ke depannya semakin menjanjikan.

Makanan maupun minuman yang disajikan cukup beragam. Jenis konsep nya pun beraneka ragam. Mulai dari restoran siap saji /Fast Food atau sekarang lebih dikenal Junk Food, rumah makan modern sampai ke konsep tempo dulu pun ada di sana.

Nah bagaimana masing-masing mempunyai keunikan nya sendiri-sendiri?

Pada saat ini, yang perlu diutamakan setiap kedai makan haruslah (functional benefit):

1.Makanan dan minuman harus sesuai dengan lidah konsumen

2. Penyajiannya perlu dilakukan dengan cepat, minimal 10-15 menit makanan harus tersedia di meja

3. Nah, saat ini koneksi internet merupakan kebutuhan yang mendasar. Sehingga perlu ada

Apabila hal diatas bisa dipenuhi oleh masing-masing rumah makan, tinggal bagaimana membuat perbedaan antar rumah makan yang lain?

DIFFERENTIATION = Ciptakanlah sesuatu yang berbeda!

Di tengah bermunculan rumah makan yang serba minimalis dan bersuasana yang serba modern, ada satu kedai makan yang memiliki konsep berbeda yakni kembali ke suasana tempoe doeloe. Itulah perbedaan yang saya lihat dan paling mencolok apabila ingin menggoda konsumen untuk masuk dan mencoba.

Sama halnya dengan produk yang kita ciptakan, mungkin secara benefit maupun harga tidak jauh dengan kompetitor kita. Namun apabila kita bisa mengemas produk tersebut berbeda, maka saya yakin dengan harga yang lebih tinggi sekalipun, konsumen bisa melirik produk kita.

Ciptakan perbedaan seperti kedai Tempoe Doeloe dalam mengembangkan produk anda.

Thank God It’s Valentine’s Day


Dampak budaya barat sudah mempengaruhi budaya di Indonesia bahkan di belahan dunia Asia lainnya; salah satu diantaranya: Hari Valentine yang merupakan hari kasih sayang.

Hari Valentine pada umumnya merupakan hari untuk menyatakan cinta kepada pasangan kita. Namun, sebenarnya jauh dari itu merupakan hari kasih sayang bukan hanya untuk pasangan saja; tapi bagi sesama yang kita cintai seperti orang tua, kerabat, dan orang lain  yang kita cintai.

Love Your Customer

Bagi marketer, hari Valentine bisa dijadikan perwujudan cinta kepada konsumennya. Banyak yang memakai momen ini, untuk memberikan program marketing yang bernuansa Valentine.

Sebagai marketer,  hari Valentine hanya sebagai momen kecil dalam mencintai konsumen.  Yang perlu diperhatikan bagaimana seorang marketer harus  secara konsisten memperhatikan konsumen dengan terus memberikan pelayanan atau Care kepada mereka agar  tetap loyal akan produk yang kita hasilkan.

Lirik lagu “Karena Cinta” di atas mengingatkan saya bahwa karena cintalah maka kita bisa berdiri tegar; karena cintalah maka produk kita semakin bisa berkembang. Maka buatlah hari Valentine ini tidak hanya diperingati tanggal 14 Februari, melainkan setiap hari.

Terima kasih atas budaya Valentine ini, yang mengingatkan para marketer untuk selalu mencintai konsumennya.

Bisnis 4 C Ala China

Dalam  strategi marketing terkenal dengan 4 P: Product, Price, Place dan Promotion.  Sejalannya waktu, 4P berubah menjadi 4 C:

Customer lah yang menentukan Product apa saja yang diminiati atau diperlukan.

Costing diperlukan untuk menentukan Price pada produk tertentu.

Convenient semakin banyak produk kita hadir di tempat konsumen kita berada, semakin enak bagi konsumen untuk mencari dan membelinya.

Communication. Dulu Promotion hanya dilakuan satu arah saja, namun saat ini perlu adanya komunikasi dengan 2 arah dengan konsumen kita.

Bahkan Pak Hermawan Kartajaya, seorang pakar marketing, menerbitkan istilah baru New Wave Marketing dengan 12 C nya. Beliau mengatakan dunia marketing semakin flat, kalau kita hanya bertumpu pada basic 4 P marketing, akan sulit bersaing saat ini.

Kali ini saya tidak ingin membahas C dalam dunia marketing atau bahkan menambah C lainnya menurut versi saya sendiri, namun dikarenan masih dalam suasana Imlek, maka saya akan bahas bagaimana membangun relasi bisnis melalui 4 C ala China.

Cengli (Fair)

Setiap usaha boleh memiliki keuntungan bahkan harus untung. Namun di sini perlu adanya Fairness, jangan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Tanpa memperhatikan rekan atau mitra kerja kita.

Chin cai (No Gain No Pain)

Terkadang dalam dunia usaha, terutama pada mitra kerja yang sudah memiliki hubungan kerja sama yang cukup lama, ada kalanya kita untung sedikit. Karena pertemanan terkadang lebih penting dari hanya cuma meraih keuntungan sebanyak-banyaknya.

Chuan (Profit)

C ke-3, kembali lagi pada C yang pertama. Kita boleh untung dalam berusaha, namun konsumen atau mitra kerja pun perlu mendapatkan benefit yang sepadan.

Ciak (Celebration)

Menurut ala China, setelah usaha berhasil, pada umumnya kebahagiaan tersebut perlu dirayakan bersama dengan keluarga, mitra kerja ataupun kerabat.  Pada umumnya orang-orang China suka makan. Oleh sebab, itu makan bersama menjadi salah satu yang dilakukan untuk membina relasi.

Cukup sederhana bukan?  Ke 4 hal di atas masih bisa diimplementasi dalam dunia usaha saat ini.