Kaleidoskop 2013: Sharing

Hanya dengan hitungan jari, kita akan memasuki tahun 2014. Pada umumnya sebelum menutup tahun, kita sering mengenang apa yang sudah kita perbuat dalam kurun waktu 12 bulan, bahasa keren-nya kita sebut kaleidoskop.

Kaleidoskop saya pribadi tahun 2013 yaitu: Sharing. Mengapa demikian? Karena pada tahun ini, saya cukup banyak diundang sebagai pembicara untuk men-Share-kan seputar dunia kerja. Padahal sejak kecil, kalau saya disuruh bicara di depan umum, groginya setengah mati, dan boleh dikatakan sebenarnya saya termasuk golongan orang pendiam. Continue reading “Kaleidoskop 2013: Sharing”

Ayo Bangkit 2 !!

Pesta olah raga se Asia Tenggara Sea Games 2013 baru saja usai. Pesta yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, telah ditutup secara resmi oleh wakil presiden Myanmar, U Nyan Tun kemarin malam.

11 negara se Asia Tenggara telah memamerkan kebolehannya di bidang olah raga. Negara Gajah Putih, Thailand dengan gagahnya menjadi juara umum dengan perolehan lebih dari100 medali emas, diikuti oleh tuan rumah Myanmar dan Vietnam.

Bagaimana nasib Indonesia?  Perjalanan Indonesia di ajang Sea Games tahun ini melorot cukup tajam yakni di posisi 4, setelah 2 tahun lalu Indonesia menjadi juara umum dengan mengumpulkan lebih dari 100 emas. Continue reading “Ayo Bangkit 2 !!”

Time is Money

18 Jam Yang Bermakna

Naik kereta api tut tut tut, siapa hendak turut……ke Bandung Surabaya……

Lagu Naik Kereta selalu teringat apabila saya pergi naik kereta api. Kemarin, saya ada acara di Purwokerto kebetulan saya berangkat naik kereta api jurusan Cilacap dan melewati kota Purwokerto; kota yang selalu membuat saya suka salah pada saat masih duduk di bangku SD karena tertukar dengan kota Purwakarta.

Cukup senang bisa naik kereta api ke Purwokerto. Perubahan banyak terjadi di dalam kereta api mulai dari kebersihan, pelayanan dan tepat waktu membuat suasana menjadi lebih berkesan. Selain di dalam kereta api itu sendiri, stasiun-stasiun kereta api tampak terlihat lebih bersih dan rapi ( sempat berhenti di stasiun Cirebon). Bahkan gerai kopi internasional Starbucks pun sudah berkibar di stasiun Gambir. Yang mana hal itu semua mungkin tidak terlihat 2-3 tahun lalu. Continue reading “Time is Money”

Pesta Kita, Pesta Bersama

Bulan September merupakan bulan untuk memperingati hari ulang tahun perusahaan Martha Tilaar Group (MTG). Pada saat bersamaan, bulan September merupakan hari ulang tahun Ibu Martha Tilaar.

Tahun ini merupakan hari ulang tahun MTG yang ke 43, sedangkan ibu Martha pribadi terlihat masih sehat dan kuat di usia yang memasuki tahun ke 76.

Kalau tahun lalu di saat usia ibu yang ke 75, perusahaan merayakan hari ulang tahun dengan penuh kejutan. Beberapa kali ibu dibuat terkejut mulai pada saat masuk ke kantor dengan disambut oleh para karyawannya di jalan sampai malam harinya disambut oleh para sahabat dan kerabat dekatnya di salah satu hotel berbintang di Jakarta. Dan itu semua tidak dimengerti oleh ibu Martha sebelumnya.

Bagaimana perayaan tahun ini? Apakah ada kejutan lagi bagi ibu? He.he..he… kali ini tidak, cukup sekali “mengerjai” ibu. Kalau tidak bisa kualat.  Tahun ini perayaan ulang tahun ibu Martha di-barengi dengan ulang tahun perusahaan.  Perayaan seperti apa yang dilakukan di tahun 2013 ini? Kalau tidak heboh saya rasa bukan MTG. Teman-teman di sini memutar otak kembali untuk tetap membuat suasana kebahagiaan ini tetap heboh. Continue reading “Pesta Kita, Pesta Bersama”

Mengenang Seorang Pahlawan

Betapa hatiku takkan pilu

Telah gugur pahlawanku

Betapa hatiku takkan sedih

Hamba ditinggal sendiri

Siapakah kini plipur lara

Nan setia dan perwira

Siapakah kini pahlawan hati

Pembela bangsa sejati

Reff :

Telah gugur pahlawanku

Tunai sudah janji bakti

Gugur satu tumbuh sribu

Tanah air jaya sakti

In Memoriam – Kris Soebiantoro (1938-2013)

Nyanyian Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki sangatlah tepat dinyanyikan buat almarhum Oom  Kris Soebiantoro. Terlahir di tahun 1938, selama 75 tahun Oom Kris sudah melewati banyak peristiwa sejarah.  Mulai dari penjajahan Jepang, revolusi di tahun 65, jaman Orba sampai kabinet Indonesia bersatu pernah dialami oleh beliau. Bahkan beliau pernah menjadi relawan dalam peristiwa Trikora. Continue reading “Mengenang Seorang Pahlawan”

Budaya Bareng

Tak terasa telah satu bulan penuh umat Islam berpuasa. Ibadah puasa merupakan hari untuk mereflesikan diri agar dapat menahan amarah dan emosi, bisa saling memahami, mengerti serta saling peduli pada sesama. Hari Raya Ramadhan hanya tinggal hitungan jam saja.  Umat Islam seluruh dunia sudah siap menyambut hari kemenangan.

Yuk Bareng….

Saya terkesan dengan budaya di Indonesia dengan istilah “bareng”. Selama berpuasa, tali persaudaraan antar masyarakat di Indonesia semakin terjalin erat. Budaya buka bareng (bukber) menjadi salah satu aktivitas rutin yang selalu terlihat dalam satu bulan ini sebelum merayakan hari kemenangan. Ngabuburit bareng pun sangat popular di kalangan anak-anak muda di Indonesia dalam menunggu waktunya berbuka puasa.

Tak hanya bukber saja, kalau kita amati, dua minggu sebelum Hari  Raya Ramadhan, sebagian orang sudah mengatur mudik bareng-bareng (mubar). Entah yang dilakukan oleh pribadi dengan sanak saudara. Ataupun beberapa perusahaan memberikan fasilitas mudik bersama untuk para karyawannya.

Budaya “bareng”atau kebersamaan itulah yang membuat saya bangga dengan bangsa ini. Indonesia merupakan negara besar, dengan jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia. Seandainya budaya “bareng” ini, bisa kita terapkan di setiap masyarakat tanpa melihat asal usul, jabatan ataupun golongan; pastilah negara kita menjadi negara hebat.

Saya lihat negara-negara maju seperti di Singapura, Jepang, Hong Kong maupun negara maju lainnya tidak memiliki budaya ” bareng” seperti di  Indonesia.  Secara kebetulan rumah saya dekat Masjid, pada suatu pagi saya dengar ceramah dari seorang Ustad yang mengatakan bahkan di Arab pun budaya Silahturami saat lebaran tidak banyak dilakukan. Sifat individual negara-negara maju memang terlihat lebih kental dan sangat berbeda dengan budaya kita, budaya kebersamaan.

Mungkin saya bisa mengambil tagline sebuah iklan di Indonesia yang mengatakan “tidak ada elo tidak ramai” itulah memang yang selalu perlu kita ingat, kita harus selalu hidup bersosialisasi dengan orang lain harus bergotong royong dan harus menjujung budaya “bareng”

Saya pernah menulis di artikel sebelumnya yakni masalah semaraknya gadget. Walaupun dengan kemajuan tehnologi, yang sebenarnya bisa menyampaikan selamat hari raya bagi sanak saudara teman dan kerabat hanya dalam hitungan detik. Namun acara Silaturahmi, kumpul bareng, saling bertemu untuk saling maaf memaafkan tidak bisa tergantikan oleh sebuah tehnologi. Itulah budaya  yang perlu dipertahankan.

Selamat Hari Raya Ramadhan, Sebarkan hari bahagia ini ke seluruh umat manusia.

To be Trusted Needs 2Cs

Kalau Wisatawan mancanegara datang membanjiri kota Jakarta, sudah biasa.  Akan tetapi dalam dua bulan terakhir kota Jakarta didatangi tamu-tamu istimewa.  Siapa yang sangka tamu yang datang merupakan pemain-pemain sepak bola dunia.

Dimulai dari tim nasional Belanda, yang membawa punggawanya seperti Robin Van Persie, Wesley Snijder, Arjeen Robben. Lalu pemain Belgia keturunan Indonesia Radja Nainggolan, tak ketinggalan pula pemain legendaris yang dikenal dengan sebutan tangan Tuhan, Diego Maradonna. Mereka semua datang ke Jakarta seperti selayaknya tamu negara.

Masih dengan euforia pemain-pemain di atas, bulan Juli secara tiga minggu berturut-turut giliran klub-klub Inggris berlabuh ke Jakarta dalam rangka tour-nya ke Asia.

Arsenal klub dari London dengan julukan gudang peluru memberi pelajaran pasukan Garuda dengan tujuh gol tanpa balas. Tak lama berselang, giliran Liverpool dengan sang kapten-nya Steven Gerrard mengalahkan pasukan Merah Putih dengan skor dua lawan nol.

Chelsea, sebagai tim sepakbola terakhir yang datang ke Gelora Bung Karno. Di bawah kepemimpinan pelatih kontroversial, Jose Mourinho klub asal London tersebut kembali menggoyang para pecinta sepakbola tanah air, Saya perkiraan pengalaman dari dua klub Inggris sebelumnya bisa memberikan pembelajaran yang baik untuk menahan gempuran dari para pemain Chelsea. Apalah dikata pasukan Merah Putih kembali takluk satu berbanding delapan. Seperti kebiasaan orang pada umumnya, kekalahan yang cukup telak, masih bisa dihibur dengan berhasilnya mencetak satu gol ke gawang lawan.

Trust, Commitment & Consistency

Sebagai negara pecinta sepakbola, masyarakat Indonesia cukup terhibur dengan kedatangan pemain-pemain dunia. Ini menandakan adanya Trust (kepercayaan) dari dunia luar bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tujuan. Tentu kita masih ingat kejadian bom di hotel JW Marriot beberapa tahun lalu; sehari sebelum kedatangan klub Manchester United. Sejak saat itu, kepercayaan dunia luar ke Indonesia sempat memudar. Sejalan berjalan waktu, akhirnya kepercayaan dapat tumbuh kembali.

Setelah mendapatkan kepercayaan, kita pun harus memiliki Commitment (komitmen) untuk terus mempertahankannya. Karena apabila sudah dipercaya, janganlah kepercayaan menguap begitu saja dikarenakan tidak ada komitmen.

Kita semua setuju dengan kehadiran pemain dunia, kita bisa menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman  berharga. Oleh sebab itu, perlu adanya Consistency (konsistensi) untuk terus mau belajar dari yang lain. Program kunjungan klub sepakbola seperti ini haruslah terus bisa dilakukan secara konsisten sehingga pengalaman bertanding bisa terus diperoleh. Mungkin tidak harus perlu mengundang klub-klub besar seperti klub Inggris, cukup bisa mengundang klub-klub di Asia seperti Yokohama, Singha untuk bisa berbagi pengalaman dengan pemain kita.

Seperti apa yang kita lakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Buatlah orang percaya apa yang kita lakukan. Dan kita harus mempunyai komitmen apa yang kita lakukan dan dilakukan secara konsisten. Ke 2  hal tersebut, komitmen dan konsisten cukup sederhana untuk dilakukan, tinggal dari kita nya sendiri apakah mau untuk melakukannya sehingga kita bisa dipercaya oleh orang lain.

Jakarta…..

Bulan Juni identik dengan harinya Kota Jakarta.  Tepat tanggal 22 Juni, Jakarta merayakan Hari Ulang Tahun-nya. Tahun ini merupakan tahun ke 486 lahirnya Kota Jakarta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Perayaan ulang tahun Jakarta dimeriahkan dengan adanya 2 kegiatan besar: Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang merupakan ajang arena hiburan dan pameran multi produk terbesar di Asia Tenggara dan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) gelaran penawaran menarik dari mall / pusat belanja  yang memberikan potongan harga hingga 70 persen dari berbagai merek favorit.

Menurut pihak penyelenggaran, 2 kegiatan tersebut ditargetkan mencapai transaksi di angka Rp 15 triliun pada tahun ini;  (PRJ: Rp 4.5 triliun  FJGS: Rp. 11. Triliun) membuat transaksi di tahun 2013 diperkirakan akan bertumbuh sebesar 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka yang cukup dahsyat bukan? Padahal kegiatan ini hanya berlangsung kurang lebih 1 sampai 1,5 bulan saja.

Melihat transaksi yang bernilai Rp 15 triliun, membuat hati saya sedikit tertantang. Berapa banyak produk asli Indonesia yang diperdagangkan disana? Jangan sampai produk atau merek dari luar yang membanjiri pasar Indonesia.  Di era Pak Soeharto, pernah digelar Pameran Produk Indonesia (PPI), ini merupakan konsep yang cukup baik untuk mengembangkan produk-produk asli Indonesia untuk memiliki daya saing. Sekedar plesetan saja, jangan sampai singkatan PPI bukan menjadi Pameran Produk Indonesia melainkan Pameran Produk Import.

Inilah tantangan bagi perusahaan lokal untuk bisa bersaing dengan produk atau merek luar negeri. Ciptakanlah produk yang berkualitas yang tidak kalah dengan produk import.  Seandainya dari angka Rp 15 triliun semua merupakan produk lokal bisa dibayangkan betapa hebatnya perekonomian dan perindustrian di Indonesia. Dan yang terpenting bagi perusahaan lokal, ciptakanlah produk dengan menggunakan merek sehingga produk tersebut bisa dijual lebih mahal. Seperti yang diutarakan Bapak Yuswohady, pakar marketing, Indonesia bisa menciptakan produk yang bagus. Namun apabila ingin menjadikan suatu produk bernilai atau memiliki harga jual, buatlah merek atas produk tersebut.

Bagi konsumen, mulai lebih jeli dalam memilih produk. Jangan sampai hanya tergiur oleh promosi atau potongan harga, padahal produk yang ditawarkan tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Dan yang terpenting bagi konsumen, carilah produk-produk Indonesia yang berkualitas. Karena saya yakin, banyak produk lokal Indonesia yang tidak kalah kualitasnya.

Jakarta Heboh & Pesta Rakyat

Terlepas dari maraknya transaksi perdagangan yang bisa menghasilkan angka triliunan, di tahun pertamanya menjabat sebagai Bapak Jakarta 1, Bapak Jokowi juga berperan aktif dalam memeriahkan hari ulang tahun Jakarta, Pak Jokowi  mengadakan pesta rakyat; sepanjang jalan protokoler di Jakarta dengan menutup ruas jalan mulai dari Sudirman hingga di Monas tempat dilangsungkannya puncak kemeriahan Kota Jakarta.

Ribuan orang berkumpul, tumpah ruah menjadi satu guna melihat perayaan Kota Jakarta, kota yang selalu penuh dengan hiruk pikuk urusan demo, politik, kemacetan, banjir maupun persoalan yang tiap harinya membuat pusing kepala.

Mudah-mudahan semakin bertambah usia, Kota Jakarta bisa lebih baik lagi. Setiap persoalan harusnya bisa diselesaikan apabila semua pihak saling mendukung guna kebaikan bersama.   JAKARTA KITA, JAKARTA LEBIH BAIK

SELAMAT ULANG TAHUN KOTA JAKARTA

SELAMAT HUT (HARI UNTUK RAKYAT)