Pesta olah raga se Asia Tenggara Sea Games 2013 baru saja usai. Pesta yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali, telah ditutup secara resmi oleh wakil presiden Myanmar, U Nyan Tun kemarin malam.
11 negara se Asia Tenggara telah memamerkan kebolehannya di bidang olah raga. Negara Gajah Putih, Thailand dengan gagahnya menjadi juara umum dengan perolehan lebih dari100 medali emas, diikuti oleh tuan rumah Myanmar dan Vietnam.
Bagaimana nasib Indonesia? Perjalanan Indonesia di ajang Sea Games tahun ini melorot cukup tajam yakni di posisi 4, setelah 2 tahun lalu Indonesia menjadi juara umum dengan mengumpulkan lebih dari 100 emas.
Apa yang terjadi? Apakah Indonesia hanya jago kandang saja sehingga bisa juara umum di Sea Games 2011? Apakah memang Indonesia tidak mengirimkan atlet terbaiknya di Sea Games kali ini? Atau prestasi atlet-atlet Indonesia yang tengah melorot? Atau kurangnya dukungan dari pemerintah? Pastilah banyak pertanyaan lain, Kenapa,…. Mengapa,……. Apakah……..? yang ada di hati kita semua.
Dalam perjalanan Sea Games yang baru di-ikuti Indonesia pada tahun 1977, Indonesia begitu perkasanya selama 20 tahun. Indonesia berhasil mengukuhkan dirinya menjadi juara umum sebanyak 9 kali, dan hanya 2 kali terselip oleh Thailand di tahun 1985 dan 1995. Setelah tahun 1997, prestasi Indonesia semakin melorot, bahkan di tahun 2005 dan 2007, prestasi kita terlepar dari 3 besar Beruntung pada tahun 2011 Indonesia bisa kembali menjadi juara umum, yang saat itu Indonesia menjadi tuan rumahnya. Memang kalau dilihat faktor tuan rumah pastilah banyak hal yang bisa diperbuat untuk memenuhi ambisinya guna menjadi juara umum.
Pesta telah usai. Apakah kita cukup puas apa yang dicapai di Sea Games ke 27 ini? Dari target 120 emas yang dicanangkan oleh pemerintah, Indonesia hanya berhasil memperoleh ½ dari yang ditargetkan. Rasanya Indonesia masih jauh untuk ujuk gigi di tingkat dunia. Sebenarnya saya masih berharap, walaupun Indonesia tidak bisa juara umum; tapi setidak-tidaknya bisa mengalungkan medali emas di cabang sepakbola. Namun sayang, harapan tinggalah harapan, Indonesia kembali hanya bisa mempersembahkan medali perak seperti halnya 2 tahun lalu.
Pahit memang, Indonesia negara ke-empat terbesar di dunia, belum bisa berbuat banyak di ajang olah raga se Asia Tenggara. Belum lagi di Asian Games; Apalagi di tingkat dunia seperti Olimpiade.
Terus terang saya sudah pernah menulis tentang prestasi olah raga Indonesia, dalam artikel sebelumnya: Ayo Bangkit! Mungkin yang membacanya pun sudah bosan; namun saya ingin sekali tulisan ini membuat pemerintah sadar dan berkaca diri; bahwa olah raga merupakan salah satu bagian yang bisa dibanggakan di dalam suatu negara. Coba lihat saja negara-negara yang boleh terbilang pas-pasan dari segi perekonomian-nya; namun prestasi olah raga-nya bisa dibanggakan seperti halnya negara-negara di Afrika dan Amerika Latin.
Secercah harapan dari pemerintah yang mewajibkan bulutangkis sebagai olah raga resmi di sekolah. Selama ini memang bulutangkis merupakan primadona olah raga Indonesia perlu terus dibina untuk menciptakan prestasi seperti di-era Rudi Hartono, Liem Swie King, Christian Hadinata.
Mudah-mudahan ada olah raga lainnya yang dapat mengukir nama baik Indonesia di mata dunia. Ayo bangkit Indonesia! Jadikanlah peristiwa sedih ini, menjadi cambuk perbaikan ke depannya.
