GONG XI FAT CHAI

SELAMAT HARI RAYA IMLEK

Apa arti tahun baru China? Mungkin ini merupakan tradisi lama dalam menyambut tahun baru. Memang peradaban China agak berbeda dengan tanggalan internasional. Tanggal 1 Januari belum secara resmi disebut tahun baru.

Di Indonesia, tahun baru China atau dikenal Imlek ini tergolong hari libur nasional termuda diantara hari lainnya.

Tentu kita semua ingat alm. Gus Dur lah yang membuat Imlek  menjadi hari libur nasional secara resmi.  Bayangkan kalau dulu melihat atribut Imlek boleh dibilang jarang sekali. Namun saat ini, kita bisa melihat pagelaran barongsai secara terbuka. Hiasan, lampu lampion di mal-mal yang menghiasi peringatan Imlek bertebaran dimana-mana. Bahkan iklan-iklan pun menghubungkan produknya dengan suasana Imlek.

3 B

Apa yang bisa kita petik dari Imlek ini

1. Banggalah sebagai warga Indonesia

Indonesia  merupakan negara yang cukup strategis. Sehingga banyak budaya luar yang mempengaruhi budaya Indonesia diantaranya datang dari China.

2. Bersatulah bangsaku

Alm. Gus Dur merasa budaya yang begitu beraneka ragam seharusnya menjadi budaya yang bersifat universal. Tidak ada lagi yang merasa dinomor duakan di negara ini. Kita semua harus saling mendukung budaya-budaya yang ada menjadi satu kesatuan.

3. Belajarlah terus jangan pernah bosan.

China memang memliki budaya yang paling tua dan kaya. Tradisi mereka yang dikenal  sebagai pekerja keras patut ditiru. Bayangkan negara yang sempat tertutup beberapa tahun yang lalu menjadi negara yang bisa merubah perekonomian dunia. Janganlah sungkan untuk belajar dari China.

Ke 3 point di ataslah, yang memaknai saya arti kenapa hari raya Imlek menjadi bagian dari hari libur nasional.

Selamat datang tahun naga air.  Semoga tahun ini membawa hoki bagi kita semua.

2+2+1 = 50 ?

Rasanya kalau saya masih di kelas 1 SD, saya bakalan di kerluarkan dari sekolah melihat hasil perhitungan di atas. Anak saya kelas 1 SD pun dengan cepat menyebut angka 5.

Untuk ilmu matematika, hal itu tentu saja benar. Tapi tidak dalam hal kreativitas atau  di bidang marketing: 2+2+1 bisa hasilnya tidak 5, tapi bisa 50 atau bahkan 500.

Mengapa demikian?

Saya ingin berbagi pengalaman apa yang saya alami baru-baru ini.

2 hari pertama saya bekerja di kantor tujuan di kantor lebih mengkoordinasikan kegiatan yang bersifat operasional dan memonitor pekerjaan yang sudah dilakukan oleh rekan kerja.

2 hari kedua saya usahakan untuk jalan ke pasar untuk mengunjungi toko-toko untuk mengetahui keadaan pasar. Bertemu dengan konsumen secara langsung dan usahakan bertukar ide dengan para pemilik toko. Dari sana apa yang bisa di dapatkan? Aktifitas kompetitor, produk-produk baru serta memperoleh informasi produk-produk apa saja yang diinginkan oleh konsumen.

Nah 1 hari terakhir, saya mencoba bertapa untuk menyendiri; bisa dilakukan di manapun di tempat ramai sekalipun yang menurut saya bisa mendapatkan ide-ide baru yang mungkin tidak kita peroleh di dalam kegiatan sehari-hari

Saya yakin sebagai seorang yang selalu berinovasi dan berkreasi, hal itu sangat diperlukan. Ide selalu datang di saat kita tidak berada dalam lingkup kerja di kantor.

Dalam waktu 5 hari tadi, bisa keluar ide-ide baru tidak hanya keluar 1-5 buah ide, tapi jauh di atas angka tadi.  Saya mendapatkan banyak sekali ide yang diperoleh dengan formula 2 hari di kantor +2 hari di pasar +1 hari untuk bertapa

Selamat mencoba ilmu 2+2+1=50

Bali, What’s Next?


Tahun ini, saya sempat mengunjungi kota Bali untuk ketiga kalinya. Pertama di awal tahun menghadiri pembukaan Martha Tilaar Shop pertama di pulau Dewata. Yang kedua bersama keluarga liburan anak sekolah. Dan yang ketiga pada saat liburan Lebaran.

Wow, mengapa  Bali diminati? Tak terkecuali saya pribadi, namun hampir semua turis baik domestik maupun asing ingin pergi ke sana.

Menurut statistik yang saya peroleh, kwartal pertama 2011, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke pulau Bali meningkat sebesar 13.34% (sumber Badan Pusat Statistik Provinsi Bali)

Keindahan Pulau Dewata

Bali terkenal tidak hanya pantainya, namun juga budaya dan keramah tamahan penduduknya. Itulah yang menyebabkan Bali bisa bersaing dengan kota-kota wisata lainnya di manca Negara.

Indonesia = Bali

Banyak orang luar negeri yang tidak mengenal Indonesia, namun apabila dikatakan Bali. Mereka langsung bertanya: “ Is Indonesia part of Bali?”

Terkadang saya pribadi berpikir. Kenapa Bali membawa daya tarik yang begitu kuat? Apakah ini yang kita kenal dengan istilah Branding di dalam bahasa marketing.

AC Milan di Bali

Mungkin banyak kepala Negara, artis/aktor, selebriti atau bahkan atlet dunia yang berkunjung ke Bali. Julia Robets pun pernah hadir di Bali untuk pembuatan film Eat, Pray and Love.

Bahkan tim klub terbaik dunia , AC Milan,  datang ke Bali. Walaupun yang datang memang pemain-pemain senior mereka yang dikenal dengan AC Milan Glorie

Siapa yang menyangka, saya bisa bertemu langsung dengan klub favorit saya. Bahkan bisa mendapatkan foto bareng dengan pemain-pemain legendaris seperti Franco Baresi, Alexandro Costacurta, Danialle Massaro,  Nelson Dida dan masih banyak pemain lain.

Tantangan

Indonesia bukanlah hanya Bali. Masih banyak tempat indah di sepanjang Nusantara yang bisa bersaing dengan Bali. Tinggal saja bagaimana masing-masing daerah mem- Branding daerahnya. Mulai dari:

a. Infrastruktur yang perlu diperbaiki,

b. Tempat wisata yang perlu dikembangkan,

c. Kesiapan sumber daya manusia untuk menyambut wisatawan, dan

d. Bagaimana membuat komunikasi yang cukup efektif

Seandainya Bali bisa membuat  decak kagum wisatawan untuk berkunjung kesana, daerah apa lagi yang akan menyusul? Inilah tantangan kita bersama, bagaimana mem-populerkan daerah lainnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Idul Fitri 1423 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Tak terasa,  sudah sebulan penuh umat Muslim menjalankan Ibadah Puasa. Tak terasa Hari Raya Lebaran telah tiba.

Banyak persiapan yang dilakukan menjelang Hari Raya mulai dari membersihkan hati dengan berpuasa, menyiapkan diri untuk saling berbagi kasih, ataupun mungkin mempersiapkan baju baru untuk merayakan Hari Raya Lebaran.

Selain itu ada yang biasa dilakukan yakni: mengirimkan ucapan selamat Hari Raya.

Jaman dahulu, ucapan selamat Lebaran atau Hari Raya umat beragama lainnya masih menggunakan kartu ucapan. Pada masa kecil saya, kalau ingin ada perayaan hari raya, senang sekali melihat ke toko buku atau toko yang menjual kartu ucapan. Dikarenakan banyak kartu yang bagus bahkan ada kartu yang dibuka bisa mengeluarkan suara ucapan selamat.

Tehnologi Baru

Waktu pun berjalan dan bergerak secara cepat diiringi dengan perubahan tehnologi. Handphone pun muncul dalam beberapa tahun terakhir ini. Memiliki fitur yang membuat teman sejauh apapun bisa terjangkau dengan cepat melalui SMS (Short Message System) atau BBM (BlackBerry Massenger) tanpa harus mengirimkan kartu ucapan melalui surat berperangko lagi.

Jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook pun sekarang sudah dipakai untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan lebih dahsyat lagi orang-orang yang tidak kita kenalpun apabila mem-follow akun kita, bisa juga menerima ucapan selamat dari kita.

Mahluk Sosial

Namun, sebagai umat manusia kita tidak bisa dikendalikan hanya dengan kemajuan tehnologi. Acara Halal Bihalal, Silahturahmi atau pertemuan dengan keluarga, teman serta rekan kerja masih tetap menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihilangkan atau dilupakan. Karena manusia bukanlah sebuah robot, hanya dengan SMS atau BBM, atau ucapan selamat melalui jejaring sosial saja.  Mereka tetap merupakan mahluk sosial yang perlu tetap berinteraksi dengan teman-teman lain.

Percakapan melalui jejaring sosial memang diperlukan  untuk memberikan dan mendapatkan informasi secara cepat ataupun bisa saling bertukar pikiran, namun hal tersebut bukanlah yang utama. Saling berkunjung dan bertemu, bertatap muka serta berjabat tangan masih tetap diperlukan sehingga menjadikan suatu relasi menjadi lebih baik.

Selamat ber-Silahturahmi dengan keluarga, sanak saudara dan kerabat anda.

Don’t Judge book by its cover

Don’t judge  book by its cover.

Pernyataan tadi di atas pada umumnya benar. Jangan pernah melihat penampilan dari sisi luar, sisi dalamnya bisa berubah 180 derajat

Pengalaman pribadi

Saya memiliki pengalaman pribadi pada saat diundang Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan Indonesia,beberapa waktu yang lalu. Saya bersama rekan kerja saya diundang untuk melakukan presentasi di daerah Duri Kosambi; daerah yang boleh dibilang cukup disegani karena daerahnya cukup macet, jauh dan jalannya yang tidak pernah beres banyak lubang di kanan kiri. Belum lagi kalau hujan, daerah tersebut cukup rawan banjir.

Pertemuan dimulai tepat pukul 9:00 pagi, karena saya tahu perlu waktu yang cukup lama ke arah sana, maka dari rumah saya berangkat pukul 6:30. Saya menyediakan waktu 2 jam kesana sehingga asumsi saya, bisa sampai 8:30.

Ketakutan terjadi

Ternyata apa yang saya takutkan terjadi, perjalanan ditempuh dengan keadaan macet, tidak jelas ke arah mana dan jalan rusak berlubang dimana-mana. Padahal waktu yang sudah ditempuh sudah hampir 2 jam, namun tidak terlihat tanda-tanda yang membuat hati tenang.

Namun, pengorbanan atau ketakutan tadi, terlepas pada saat masuk ke pintu gerbang Garuda Indonesia Training Centre (GITC). Tidak saya sangka, di tengah-tengah daerah yang dikenal sebagai daerah yang cukup disegani oleh masyarakat Jakarta, terbangun sebuah gedung yang cukup indah.

Fasilitas yg cukup lengkap

Hal yang kedua, yang membuat saya berdecak kagum yakni fasilitas sebuah training yang cukup lengkap diantaranya:

  1. Simulator menerbangkan pesawat

2. Simulator untuk mengetahui  peralatan semua pesawat mulai dari semua tipe Boeing sampai Airbus

3. Emergency landing dibuat sama seperti pendaratan di laut dengan simulasi di kolam renang, dan simulasi tersebut dilengkapi dengan keadaan hujan berikut dengan kilatan petirnya.

4. Ruang training untuk pramugari yang dilengkapi dengan stage, untuk melihat bagaimana cara mereka berjalan.

Sungguh luar biasa, Garuda Indonesia memiliki fasilitas tersebut, dan merupakan training centre satu-satunya di Indonesia.

Dengan pengalaman seperti tadi, saya langsung menyadari betapa seringnya kita menilai orang dari luarnya saja; tanpa mengetahui apa keindahan di dalam dirinya baik keahlihan, kepandaian maupun kebaikannya.

2 K

Saya selalu senang memakai singkatan atau simbol, ataupun rumus-rumus dalam membuat sebuah artikel, dikarenakan mudah diingat.

Oleh sebab itu judul di atas pun saya menggunakan simbol atau singkatan kembali dalam artikel kali ini.

Tentu kita semua masih teringat pesta olah raga terakbar di dunia pada tahun 2010 yakni, World Cup 2010. Semua orang pun tidak mungkin memungkirinya, suatu perhelatan acara terakbar di dunia ini cukup membawa kita berdecak kagum. Seandainya perhelatan itu diselenggarakan di benua Eropa atau Amerika atau mungkin di Asia, hal ini mungkin bisa dimengerti.  Namun siapa yang sangka diadakan di Afrika? Yang notabene boleh dibilang benua ketiga.

Belanda, merupakan satu-satunya kesebelasan yang tidak terkalahkan selama 90 menit mulai dari penyisihan sampai ke final menjadi salah satu tim favorit saya. Namun akhirnya pun, Belanda tidak dapat membawa pulang piala yang mereka idamkan, dikalahkan oleh Spanyol pada saat perpanjangan waktu.

Terlepas dari hingar bingar World Cup, beberapa waktu lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kantor Google di singapore. Siapa yang tidak kenal Google? Suatu perusahaan terbaik di dunia, Apa yang menyebabkan mereka menjadi yang terbaik? Karena kreatifitasnya.

Beruntung saya bisa bertemu dengan orang-orang di Google, mereka membagi pengalaman mulai dari budaya yang Google bentuk di dalam lingkungan kerja, pengembangan produk-produk baru, dan bagaimana mereka membuat orang-orang yang bekerja disana menjadi kerasan dan bangga bahwa mereka adalah: “ I AM GOOGLERS”

Kreatifitas & komitment (2 K)

Nah, apa hubungan antara World Cup 2010 di Afrika Selatan & Google?

Kita bisa tarik kesimpulan Afrika Selatan sebagai penyelenggara bisa mengadakan pesta terakbar dikarenakan komitment mereka mulai dari pemerintah, panitia dan warganya sendiri.

Sedangkan Google merupakan perusahaan yang secara berkala mengeluarkan ide2 kreatif.

Dalam dunia yang cukup kompetitif ini, seandainya anda ingin melakukan usaha, maka ke dua hal tersebut haruslah ada. Komitmen dari tingkat atas sampai dengan level yang terbawah dan usahakanlah mencari orang-orang yang kreatif. Dan jangan lupa untuk mempertahkankan orang-orang terbaik anda.