Wow Effect

Perhitungan tambah dan kurang merupakan dasar dalam ilmu matematika. Apalagi penjumlahan antara satu angka dengan satu angka pastilah lebih mudah. Namun bisa terjadi perhitungan yang sederhana apabila dilihat dengan sudut pandang yang beda, hasil nya mungkin tidak sesederhana yang kita pikirkan. Sama seperti artikel saya bulan Juni yang lalu, Simple but not easy,  rumus sederhana matematika apabila diaplikasikan dalam dunia kehidupan menjadi sulit dijalankan.

Beda perhitungan

Kalau ilmu matematika jawaban nya sudah pasti 1+1 =2, 2+2= 4. Mudah pastinya.

Pemikiran orang kreatif penjumlahan sebuah angka bisa menghasilkan sesuatu yang tidak pasti; bisa saja 1+1 menjadi 11 dikarenakan kreativitas yang diciptakan atau mungkin gambar ilustrasi yang bisa mencerminkan angka 11

Nah bagaimana dengan dunia usaha? Pada umumnya kita mengharapkan dalam sebuah penjumlahan bisa menghasilkan yang lebih baik, lebih banyak, lebih besar dari sebelumnya. Namun demikian, secara realita penjumlahan bisa bukan nya lebih besar atau lebih baik, tapi malahan kebalikannya.

Saya ambil contoh dengan menambah orang, seharusnya bisa menghasilkan output yang lebih baik, atau secara produktivitas bisa bertambah; secara kenyataan bisa tidak seperti yang diharapkan, output jadi tidak lebih baik ataupun produktivitas semakin turun.

Contoh kedua dalam mengeluarkan sebuah produk baru. Seharusnya dengan bertambah nya produk baru secara total penjualan bisa naik karena adanya produk baru pada umumnya bisa meningkatkan penjualan karena baik produk lama maupun produk baru bisa bersama-sama bertumbuh, atau kenaikan penjualan produk baru bisa lebih tinggi dari penurunan produk lama sehingga secara total masih bisa bertumbuh.

Namun perlu di waspadai, jangan sampai produk baru  tidak meningkatkan penjualan karena mungkin ada duplikasi dengan produk yang lama, sehingga secara total penjualan tidak berdampak. Dengan adanya produk baru diharapkan seperti teori orang kreatifitas 1+1=11, atau minimal bisa seperti formula matematika 1+1=2, dimana yang dulu bisa jualan 1 sekarang jadi bisa menjadi 2.  Jangan sampai ada formula baru yang menghasilkan 1+1= 1.

Buatlah sesuatu yang WOW!

 

 

Branding Still Powerful

Pernah satu kali saya ke warung ingin membeli air mineral. Lalu saya katakan, “Pak ada air mineral?” Lalu si pemilik mengatakan “tidak ada”, padahal saya lihat di sana ada Aqua salah satu merek terkenal air mineral. Lalu saya ganti pertanyaan “Pak saya bisa membeli Aqua?” Langsung pemilik warung memberikan Aqua nya dengan mengatakan “4,000 rupiah”

Dalam pengalaman di atas, saya terbisit dalam pikiran, sebuah merek bisa mengubah pandangan orang. Apakah semua air mineral sama identik dengan satu merek saja?

Tahap pertama dalam menjual sesuatu kita boleh sebut sebuah produk, lalu pada umumnya kita berikan nama yang sering kita kenal dengan merek atau brand. Nah inti dari penciptaan sebuah produk atau jasa, bagaimana merek atau brand tersebut bisa menjadi  sebuah hal yang tertancap dalam pikiran orang sama seperti pemilik warung di atas. Itulah yang kita sebut sebuah branding.

Amerika Jagonya

Kalau bicara mengenai masalah branding, rasanya tidak bisa dipungkiri negara paman Sam, Amerika Serikat adalah jagonya.

Belum lama ini saya sempat berlibur ke Shanghai, terus terang tujuan kesana ingin melihat Disney Shanghai dan kedai Starbucks terbesar di dunia. Disini saya lihat hebatnya sebuah merek bisa membuat suatu yang ter….(luas, besar, banyak, dan ter…lainnya) di bukan negara asalnya tapi di negeri orang.

Membuat suatu produk merupakan hal yang baik namun janganlah menjadikan produk tersebut menjadi produk komoditi, kita perlu ciptakan nama merek buat produk tersebut sehingga bisa memiliki nilai, dan yang terutama jadikanlah merek menjadi sebuah branding yang tertancap di benak konsumen.