Create vs Maintain

Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa besok sudah memasuki bulan kedua di semester 2 tahun 2017. Anak-anak pun sudah mulai masuk ke sekolah lagi sejak 2 minggu yang lalu. Hiruk pikuk serta kemacetan di Jakarta sudah kembali mewarnai aktifitas kita.

Mengingat liburan sekolah kemarin, rasanya ingin memutar kembali waktu yang telah berlalu. Saat menghabiskan waktu bagi keluarga, saatnya sedikit melupakan kesibukan rutinitas pekerjaan kita sehari-hari. Saat liburan kemarin, saya berkesempatan mengunjungi negara Sakura, Jepang, negara yang terkenal dengan kedisiplinannya serta sangat patuh dengan aturan yang ada.

IMG_0371

New Icon

Berbicara masalah kemacetan, di negara maju sekalipun seperti di Jepang, mengalami hal yang sama; walaupun kemacetan disana, masih jauh lebih teratur dibandingkan dengan ibukota Jakarta.

Namun saya cukup senang beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar baik dari Bapak Djarot, gubernur DKI Jakarta, yang menjelaskan tentang jembatan simpang Semanggi yang akan diresmikan pada bulan Agustus tahun ini. Jembatan ini dibuat untuk mengurangi kemacetan di jalan Semanggi dan sekitarnya sebesar 30%. Selain itu, Pak Djarot dengan bangga mengatakan bahwa jembatan ini akan menjadi salah satu ikon di Jakarta dengan dilengkapi dengan lampu-lampu LED nya yang bisa berganti-ganti warna disaat malam hari. Hal ini mengingatkan saya akan salah satu tujuan wisata di Tokyo, Rainbow Bridge yang juga memiliki variasi warna seperti pelangi (walaupun saat saya di sana tidak sesuai dengan yang saya bayangkan).

Disamping jembatan simpang Semanggi, pak Djarot juga ingin membuat ikon kedua di Jakarta yakni pembuatan kembali air mancur di Monas; yang bisa dinikmati oleh warga Jakarta dan akan menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.

Mungkin membuat ikon baru yang menjadi daya tarik tersendiri, tidaklah terlalu susah. Namun yang perlu diperhatikan bagaimana merawat dan memeliharanya sehingga kualitas tetap terjaga.

5 R

Bukan dikarenakan habis liburan di Jepang, namun ada suatu hal yang dapat dipelajari dari budaya Jepang yang kita kenal dengan istilah 5 S  yang diterjemahkan dengan istilah 5 R di Indonesia. Konsep 5 R atau 5 S ini diciptakan dengan maksud untuk meningkatkan produktivitas dan efsiensi baik dalam pekerjaan maupun di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mudah-mudahan ikon yang menjadi simbol baru kota Jakarta tersebut bisa mengadaptasi konsep 5 R:

  1. Ringkas, merupakan kegiatan yang memilah barang apa saja yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dalam memelihara ikon.
  2. Rapi, segala sesuatu harus ditempatkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga mudah digunakan.
  3. Resik, merupakan kegiatan membersihkan lingkungan sehingga terjaga dalam kondisi baik .
  4. Rawat, merupakan kegiatan menjaga fasilitas yang ada.
  5. Rajin, yaitu setiap pekerja atau pengguna harus disiplin dalam menjalankan pekerjaan.

Mungkin kalau belum bisa diaplikasikan 5 R dalam memelihara ikon baru di atas, akan lebih baik kita memiliki 5 AD, Ahok Djarot, Ahok Djarot, Ahok Djarot…….. 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *