Don’t Use April Mop Strategy

Permulaan bulan April diawali dengan Hari April Mop.

Apa makna April Mop?

April Mop dikenal dengan April Fools’ Day, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah.

Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Trusted Brand

April Mop memang hanya untuk lelucon biasa. Tapi jangan pernah lelucon ini digunakan untuk produk atau merek anda.

Setiap produk atau merek  harus memberikan kepercayaan bagi konsumennya.

Quality

Quality is a must. Kualitas merupakan keharusan dalam menciptakan suatu produk. Apapun produk yang anda ciptakan, kualitas sebagai bagian yang terpenting.

Promise

Promise is promise. Konsumen akan membeli sebuah produk sesuai dengan fungsi atau kegunaanya. Jangan pernah memberikan janji tanpa ada bukti. Banyak konsumen yang terbuai dengan janji-janji yang tertera dalam iklan, namun pada akhirnya apa yang didapatkan tidak sesuai dengan kegunaan produk.

Promotion

Give a good promotion. Konsumen terkadang dimanjakan dengan bentuk promo. Tapi promosi janganlah dibuat asal-asalan. Buatlah promosi yang memang menarik bagi konsumen. Para konsumen perlu lebih hati-hati dengan promosi yang ditawarkan;  bahkan terkadang bisa di- bundling dengan produk yang sudah hampir kadaluarsa.

So, April Mop boleh saja untuk having fun bersama teman-teman tapi untuk konsumen janganlah memakai strategi April Mop. Ingat selalu akan 3 hal di atas: Quality, Promise dan Promotion agar mendapatkan kepercayaan konsumen anda.

Selamat Memasuki bulan April.

Musik + Olah Raga

Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Terlepas apapun gaya musiknya. Apakah musik pop, klasik, dangdut ataupun Jazz. Pertanyaan kedua siapa yang tidak ingin membela negaranya di saat bertanding dalam kompetisi olah raga? Kompetisi yang bisa mengharumkan bangsa dan negara.

Memang rasanya kedua pertanyaan di atas, saya yakin hampir semua menyatakan menyukai musik dan pastilah setiap warga negara yang cinta akan negaranya, akan membela pahlawan-pahlawan olah raganya bertanding dalam ajang kompetisi internasional.

Saya lihat kedua hal tersebut, baik musik dan olah raga bisa menyatukan banyak orang walaupun mungkin adanya suatu perselisihan. Musik dan olah raga bisa membuat kebersamaan dan melupakan konflik yang mungkin tengah terjadi.

Peluang dan Kesempatan

Java Jazz, salah satu perhelatan konser musik Jazz yang terbesar di Indonesia, baru saja usai. Festival Jazz yang dilangsungkan selama 3 hari dipenuhi oleh ratusan ribu manusia di Jakarta. Mereka ingin melihat artis-artis kesayangannya melantukan lagu-lagu favorit mereka; ataupun ingin melihat artis pendatang  untuk memperkenalkan karya dan kreasi lagu baru mereka.

Saya kebetulan sempat datang di acara tersebut pada hari terakhir. Dan terus terang, saya baru pertama kali hadir di acara Java Jazz tersebut. Cukup malu memang……festival terbesar Jazz yang sudah menjadi festival musik terbesar di Indonesia baru kali pertama saya menghadirinya.

Seandaikata kalau perusahaan tempat saya bekerja, Martha Tilaar Group tidak ikut mengambil bagian dalam acara Java Jazz sebagai Official Make Up and Hair Do, mungkin saya pun belum tentu hadir di acara tersebut.

Namun setelah saya lihat dengan mata dan kepala sendiri, ajang musik ini memang merupakan suatu acara besar yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.

Inilah yang saya sebut peluang,  banyak perusahaan mengerti apa yang diinginkan oleh masyarakat yang haus dengan hiburan. Masyarakat begitu antusiasnya dengan musik, seakan mereka melupakan apa yang ada di luar sana.

Sama halnya dengan sebuah pertandingan olah raga, yang mana hal ini bagi saya sangat bertolak belakang dengan Java Jazz, sebisa mungkin saya selalu pergi ke stadion pada saat tim Merah Putih bertanding. Kalau Java Jazz baru sekali saya hadir disana; namun kalau pertandingan olah raga mungkin baru sesekali saya absen untuk menonton.

Saya pun merasakan atmosfir yang sama, masyarakat pun ingin melupakan apa yang di luar sana, kebersamaan dan kekompakan menjadi berbaur menjadi satu di stadion guna menyaksikan tim kesayangan atau pemain favorit-nya mengukir sebuah prestasi yang sudah lama dinanti-nantikan.

Seandainya sebuah perusahaan atau merek ingin lebih dikenal, maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan haruslah yang bersifat masal dan sesuai dengan kesenangan masyarakat apakah itu dalam bentuk konser musik ataupun pertandingan olah raga.

Terlepas dari peluang bagi dunia usaha, besar harapan saya, jadikanlah musik & olah raga sebagai alat pemersatu.

Februari 3.0

Bulan Februari baru kita lewati. Namun bulan yang hanya berumur 28 hari membawa arti tersendiri  khusus nya di tahun 2013 ini.

3 Hari Besar

Mengapa saya katakan bulan Februari tahun ini mempunyai makna tersendiri?

Yang pertama banyak orang yang mengatakan bulan penuh keberuntungan karena tepat tanggal 10 Februari kita merayakan hari raya Imlek yang merupakan budaya China dalam hal membawa keberuntungan.

Yang kedua semua percaya bulan Februari merupakan hari kasih sayang yang penuh cinta. Merupakan hari terindah bagi pasangan sejoli yang sedang bercinta.  Tak heran setiap tanggal 14 Februari kita rayakan Valentine’s Day.

Nah yang terakhir, pada bulan Februari kemarin, bagi umat Kristiani merupakan awal dari masa pertobatan ; masa untuk berpuasa selama 40 hari dalam  menyambut Hari Paskah, Hari Kebangkitan Isa Almasih. Continue reading “Februari 3.0”

How Deep Is Your L O V E

L is for the way you look at me

O is for the only one I see

V is very, very extraordinary

E is even more than anyone that you adore and

Love is all that I can give to you

Love is more than just a game for two

Two in love can make it

Take my heart and please don’t break it

Love was made for me and you

Love was made for me and you

Love was made for me and you

Songwriters: KAEMPFERT, BERT/GABLER, MILT

Masih dalam suasana hari Valentine, hari yang penuh dengan kasih sayang dan cinta.

Lirik lagu di atas merupakan lagu lama mengenai cinta (LOVE) yang dipopulerkan lewat penyanyi Nat King Cole. Bisa membuat pasangan yang sedang menjalin asmara bisa semakin saling mencintai setelah mendengarkan lagu tersebut.

Bagaimana sebuah LOVE tidak hanya identik dengan sebuah pasangan antara pria dan wanita saja dalam menjalin asmara; tapi juga kita pakai dalam bahasa marketing untuk bisa menjalin asmara dengan konsumen

L O V E   your Customer:

L is Listen to your customer

Mendengarkan apa yang dinginkan konsumen merupakan salah satu bentuk peduli akan kebutuhan konsumen. Banyak marketer yang tidak berhasil dalam menciptakan sebuah produk karena kurang peka terhadap keinginan konsumen.

O is Open your heart

Sikap terbuka akan kritik. Jangan pernah merasa produk atau jasa anda yang selalu hebat. Ada kalanya kita harus menerima kritik dari konsumen. Mungkin hal ini menyakitkan, namun kalau untuk perbaikan, betapa-pun marahnya anda, kita pun harus secara bijak untuk menerimanya.

V is validate with your customer

Setelah mendengar kebutuhan dan menerima masukan dari konsumen anda; sebelum  produk atau jasa di pasarkan secara meluas di pasaran; ada baiknya melakukan validasi atau mengecek ulang apakah produk atau jasa yang dihasilkan sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

E is Engage with your customer

Hal terakhir merupakan, hubungan yang lebih serius. Ibarat  pasangan pria dan wanita yang tidak hanya merupakan pasangan sejoli tapi hubungan ke arah yang lebih ke pasangan suami dan istri. Sama halnya anda sebagai marketer memiliki hubungan selayaknya seperti pasangan suami istri dengan konsumen. Hubungan yang bisa saling melengkapi. Konsumen anda bisa menjadi orang yang bisa membantu dalam menciptakan sebuah produk. Bahkan konsumen anda bisa menjadi seorang super salesman untuk produk anda.

LOVE YOUR CUSTOMER, AND THE CUSTOMER WILL LOVE YOUR PRODUCT

Creating A Great Local Product

Awal tahun lalu saya sempat diundang oleh Centre for Management Technogy (CMTSP) untuk menjadi salah satu pembicara pada acara 12th Asian Surfactants Seminar di Shanghai, China yang diadakan pada tanggal 4-5 September 2012.

Sebelum menerima undangannya, saya sempat ragu-ragu. Apakah benar saya cukup kompeten untuk bicara dalam acara tersebut? Dikarenakan acara seminar tersebut lebih membicarakan mengenai bahan baku dan bahan kimia yang digunakan untuk Personal dan Home Care Products. Padahal ilmu pengetahuan saya mengenai bahan-bahan seperti itu boleh dibilang kelas teri alias masih harus banyak belajar.

Namun ternyata setelah dijelaskan materi yang harus dibawakan dalam seminar tersebut, membuat saya memberanikan diri untuk menerima tawaran dari panitia. Saya tidak harus menjelaskan unsur-unsur yang menyangkut kimia, tapi lebih membicarakan mengenai pasar  Skin Care di Indonesia.

Pada acara seminar di Shanghai tersebut, saya membawa tema “Creating A Great Skin Care Product” Bagaimana produk lokal men-diferensiasi dengan produk-produk multinasional. Bagaimana membawa unsur lokal dalam menghadapi persaingan dari produk-produk luar negeri yang menguasai pasar di Indonesia.

Sari Ayu Martha Tilaar –  Putih Langsat Case Study

Inti dari presentasi ini adalah Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup melimpah. Nah disini, diambil peluang oleh Sari Ayu, salah satu merek dari Martha Tilaar untuk bersaing dengan produk-produk luar negeri dengan menggunakan bahan alam Indonesia.

Tertarik untuk membaca lebih lengkap, silahkan membaca nya di link di bawah ini.

Creating A Great Local Product

Semoga produk-produk lokal bisa terus bersaing dengan produk-produk impor dengan menggunakan kearifan budaya dan alam Indonesia; yang saya rasakan hal itu bisa menjadi salah satu keunggulan dan diferensiasi kita.

Altius, Fortius dan Citius = Brand Building

Pesta olah raga empat tahunan, Olimpiade baru saja usai.  Lebih kurang 2 minggu pesta olah raga tersebut digelar di kota London.

London sebagai kota penyelenggara boleh dikatakan sukses dalam menyelenggarakan pesta olah raga Olimpiade yang diadakan untuk ke 30 kalinya.

Persaingan antara lebih dari 200 negara untuk memperebutkan moto Olimpiade Altius, Fortius, dan Citius: menjadi yang tertinggi, terkuat dan tercepat menjadi momen bersejarah dan kebanggaan bagi para peserta karena merekalah menjadi pahlawan olah raga bagi negaranya. Continue reading “Altius, Fortius dan Citius = Brand Building”

Demam Bola

Demam bola kembali hadir. Kali ini demam berasal dari belahan Eropa tepatnya: Ukrania & Polandia.

Demam bola 4 tahunan ini akan dimulai tanggal 8 Juni- 1 Juli.

16 tim telah bersiap-siap untuk berlomba untuk menjadi yang terbaik di benua Eropa. Akankah Sang Matador, Spanyol, bisa mempertahankan mahkota yang direbutnya 4 tahun lalu? Atau akankah lahir juara baru yang belum pernah merasakan menjadi kampium di Eropa?

Profit vs Loss

Persiapan pastilah sudah dilakukan secara baik oleh panitia. Mulai dari perbaikan stadium, transportasi publik maupun infrastruktur komunikasi disulap dengan biaya tinggi guna mendukung pesta akbar bola Eropa.

Apakah biaya dikeluarkan, bisa mendapatkan keuntungan bagi pihak penyelenggara?  Secara perhitungan  kasar, pastilah bisa. Kalau tidak mana mungkin banyak negara berlomba untuk menjadi penyelenggara suatu pesta olah raga seperti olimpiade, ataupun Piala Dunia.

Tiket penjualan,  hak siar TV,  Merchandising serta Sponsorship merupakan pundi-pundi uang yang menghasilkan keuntungan  berlipat ganda.

Demam  Bola

Demam  Eropa ternyata  menjangkit dimana-mana ; pesta bola tidak hanya di Ukrania dan Polandia.  Tapi hampir sebagian negara ingin ikut merasakannya.

Apa yang dilakukan di negara lain yang ingin menikmati pesta tersebut? Pastilah hal ini diambil para marketer atau perusahaan untuk memanfaatkan momen ini sebagai salah satu promosi untuk produknya.

Salah satunya kegiatan melakukan NOBAR (Nonton Bareng) dengan konsumen,  Blocking Program TV, atau Branding di kemasan ataupun di tempat yang strategis.
Acara Nobar di Mall

Acara Nonton Bareng di salah satu mall

Branding di Kemasan

Tinggal bagaimana para marketer atau pihak sponsor menciptakan sebuah Awareness bahkan memperoleh keuntungan secara Financial dengan mendompleng Euphoria pesta bola Eropa ini.

Selamat Berpesta &
Sukses Mendukung Tim Favorit Anda!

Wakawaka eee… It’s time for Euro 2012