Piala dunia telah berakhir dengan ditutup pertandingan antara Jerman lawan Argentina. Semua negara turut berpesta menyaksikan pesta olah raga dunia; Indonesia pun tidak tertinggal ikut merayakan pesta tersebut.
Salah satu yang membuat menarik pesta bola terjadi secara bersamaan dengan pesta demokrasi Indonesia. Pesta yang menentukan siapa yang juara untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Pertandingan antara 2 calon juara Prabowo dan Jokowi tinggal 1 hari mencapai partai final. Tanggal 22 Juli 2014, merupakan hari penentuan siapa yang akan menjadi pemenang yang akan membawa Indonesia dalam waktu 5 tahun ke depan.
Walaupun Brazil merupakan negara sepak bola, Penyelenggaraan piala dunia di Brazil diwarnai dengan sejumlah kontroversi. Ada sejumlah orang yang ingin memboikot piala dunia, berdemo untuk menentang pesta bola diselenggarakan di Brazil. Banyak rakyat yang merasa perekonomian di Brazil masih belum sanggup membiayai piala dunia. Masih banyak rakyat yang lebih memerlukan bantuan ekonomi dibandingkan hanya sebuah pesta olah raga.
Sama hal nya pesta demokrasi Indonesia yang juga dipenuhi hal-hal kontroversi. Masing-masing calon juara menyatakan perhitungan suara banyak dicurangi. Belum lagi terjadi kesimpang siuran hasil dari Quick Count dari berbagai lembaga survei. Nah yang memang ditakuti, banyak isu yang beredar akan terjadi peperangan apabila salah satu calon juara kalah di partai final.
Saya terkesan pada saat membaca blog seseorang yang menyarankan pada saat pengumuman besok, kedua calon juara berdiri di podium bersama-sama bergandengan tangan untuk mendengarkan hasil keputusan siapa yang bakal jadi juaranya. Setelah diketahui juaranya, secara sportif memberikan selamat bagi sang pemenang dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Dengan sikap sportifitas, saling menghargai dan sikap bersatu yang ditunjukkan Prabowo dan Jokowi, akan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik.
Kita tidak perlu berselisih di dalam, yang terpenting Indonesia perlu bersatu guna berbenah diri untuk menghadapi tantangan negara-negara lain. Terlebih lagi beberapa lembaga survei ekonomi memprediksi Indonesia menjadi salah satu top 10 negara pada tahun 2030.
Sebuah Mimpi
Mimpi bagi masyarakat Indonesia pastilah mewujudkan Indonesia ke arah yang lebih baik. Kita sepakat akan hal tersebut. Bagi saya, dikarenakan masih dalam euforia sepak bola, saya bermimpi seandainya sang pemenang nanti berani mencalonkan Indonesia menjadi tuan rumah piala dunia di masa yang akan datang entah di tahun 2022 atau 2030,……akan menjadi hal yang luar biasa walau mungkin akan menimbulkan pro dan kontra.

