Roda Berputar

Bagi saya, Bulan Mei merupakan bulan deg deg-an, bulan yang penuh ketegangan. Karena di bulan ke lima dalam dunia sepak bola Eropa merupakan bulan penantian siapa yang menjadi klub terbaik  dalam persaingan perebutan juara di masing-masing negara diantaranya: Liga Inggris dengan Barclays Primer League, Liga Italia dengan Serie A, Liga Jerman dengan Bundes Liga,  Liga Spanyol dengan  Liga BBVA.

Kita bisa ambil contoh dalam Liga Inggris, sampai saat ini kandidat juaranya masih diperebutkan oleh tiga klub Manchester City, Liverpool, dan Chelsea. Belum lagi dalam Liga Spanyol walaupun Atletico Madrid walau sudah sedikit di atas angin, tapi seandainya tidak hati-hati masih bisa dikejar oleh Barcelona ataupun Real Madrid.

Apabila di tiap-tiap liga sudah ada juaranya pun; namun pada umumnya perebutan untuk posisi kedua sampai kelima atau keenam masih menjadi persaingan yang cukup menegangkan karena dalam posisi-posisi tersebut, setiap klub di Eropa masih berhak mengikuti ajang perebutan piala Eropa baik Champion League (posisi 1-3) maupun European League (posisi 4-5 /6)

Puncak ketegangan dimulai pada pertengahan Bulan Mei dimana dua klub Eropa Sevilla dan Benfica akan bersaing untuk menjadi juara European League. Dan pada akhir bulan Mei tepatnya tanggal 24 Mei di Lisbon, Portugal akan menjadi tempat dimana Real Madrid atau Atletico Madrid yang menjadi klub terbaik di Eropa guna merebut piala Champion League.

Pembelajaran Dari Sepakbola

Sebelum berbicara mengenai siapa yang akan menjadi juaranya?  Saya ingin menarik pelajaran dari sebuah pertandingan semifinal antara Bayern Muenchen, sang juara bertahan melawan Real Madrid, klub dengan juara terbanyak.

Banyak pengamat mengatakan Bayern Muenchen masih diunggulkan untuk melaju ke partai puncak. Namun kenyataannya Bayern bertekuk lutut di tangan Madrid. Bahkan bermain dikandangnya pun, Bayern tidak berkutik dan dikalahkan dengan angka yang cukup telak 0-4.  Apakah ini balasan tahun lalu? Dimana Bayern dengan perkasanya melumat klub Spanyol lainnya, Barcelona dengan angka yang cukup telak.

Apabila kita ambil makna dalam sebuah pertandingan sepakbola; segala sesuatunya bisa terjadi. Tahun ini bisa juara, tahun depan bisa kalah dengan angka yang luar biasa. Ataupun kebalikannya dahulu menjadi tim yang lemah, tapi sekarang bisa menjadi tim yang disegani. Itulah yang mewarnai dunia sepakbola.

Apabila sepakbola bisa kita wujudkan dalam kehidupan, maka ada kalanya orang bisa sukses, ada kalanya orang bisa jatuh. Tidak semua orang yang sudah gagal, tidak bisa kembali bangkit.  Apabila sebuah tujuan belum tercapai, janganlah berhenti untuk mencapainya; ataupun seandainya tujuan sudah tercapai, jangan pernah terlena untuk terus mencapai tujuan yang lebih besar lagi.

Bagaimana sepakbola kita wujudkan dalam sebuah merek produk

Sebuah merek, disaat sudah berada di puncaknya, haruslah selalu waspada, ada kalanya merek-merek lain bisa mengancam posisi merek anda. Persaingan dalam merek pun bisa seperti pertandingan sepakbola; suatu saat merek anda bisa kalah di pasar; atau merek anda secara tidak terduga bisa merebut pangsa pasar merek lain.

Bagi para marketer, harus tetap jeli melihat keadaan pasar, apabila merek anda sudah berputar dari atas ke bawah, haruslah ciptakan inovasi baru. Jangan pernah merasa aman apabila merek anda yang sudah diatas akan terus diatas,  anda harus tetap waspada atau hati-hati. Karena roda pastilah berputar. Apakah roda akan berputar 180 derajat, atau hanya 10 derajat?

Sebelum menonton Piala Dunia 2014, ada baiknya kita menonton pemanasannya terlebih dahulu. Pertandingan Atletico Madrid melawan klub sekotanya, Real Madrid. Apakah Atletico bisa mengukir sejarah baru dengan memutar roda dari dibawah menjadi diatas? Atau Real Madrid yang bisa menjauh dari kejaran AC Milan (AC Milan merebut juara sebanyak tujuh kali) dengan merebut juara untuk kesepuluh kalinya? Sehingga rodanya tetap masih bisa bertahan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *