Sebagai seorang marketer, pasti kata-kata seperti Product Extension maupun Brand Extension sudah tidak asing terdengar. Banyak perusahaan yang mengembangkan produk atau merek nya di pasaran melakukan strategi seperti itu.
Product Extension vs Brand Extension
Sebenarnya apa perbedaan diantara keduanya? Mungkin secara terminologi dalam dunia marketing banyak istilah yang berbeda-beda. Namun saya pribadi melihat nya dari sudut seperti ini.
Kalau kita berbicara mengenai Product Extension pada umumnya sebuah produk diperluas kategori produknya di dalam industri yang sama. Kita ambil contoh seperti Starbucks Coffee minuman yang dikenal akan kopinya namun saat ini diperluas menjadi minuman berakohol. Ataupun Coca Cola yang mengeluarkan Diet Coke atau Coke Zero nya. Ke dua merek tersebut masih menciptakan produk dengan kategori jenis industri yang sama yakni minuman.
Lain halnya dengan Brand Extension dimana suatu brand atau merek diperluas tidak di dalam kategori yang sama melainkan dalam industri yang sungguh berbeda. Kita bisa ambil contoh Virgin dimana kita kenal dengan Virgin Atlantic nya, pesawat udara dengan sistem Low Cost Carrier. Dengan berjalanannya waktu,perusahaan tersebut mengembangkan usahanya dengan meluncurkan berbagai produk dengan industri yang berbeda beda, salah satu diantaranya: Virgin Mobile, Virgin Casino, Virgin Money dan beberapa merek lainnya.
Personal Branding Extension
Siapa yang tidak kenal istilah Personal Branding? Kebanyakan orang pasti ingin juga melakukan branding nya bagi dirinya sendiri. Apakah supaya dikenal banyak orang? Apakah untuk sebuah pengakuan? Atau untuk dikagumi? Ataupun untuk kenaikan jabatan? Pastilah banyak tujuan mengapa perlunya Personal Branding.
Sampai sejauh mana orang melakukan branding bagi dirinya? Bagi saya, sesorang boleh saja mem-branding kan dirinya dengan cara Personal Branding Extension (PBE) atau mungkin bisa saya sebut perluasan karakter seseorang.
Ada 2 karakter yang saya bisa simpulkan dalam PBE. Yang pertama Related Personal Branding Extension (RPBE) & Unrelated Personal Branding Extension (UPBE).
Untuk istilah pertama, kita ambil contoh pemain sepak bola seperti David Beckham yang memiliki sekolah sepak bola, Carlo Ancelotti bekas pemain sepak bola kini menjadi pelatih sepakbola, ataupun seperti Alan BudiKusuma dan Susi Susanti yang memiliki merek Aztec yakni menjual peralatan olahraga bulutangkis. Kegiatan para tokoh di atas masih ada hubungan dengan karakternya
Lain halnya dengan sosok seperti Michael Jordan, pemain basket legendaris memiliki restoran, petenis cantik Maria Sharapova dengan produk Sugar Pova nya. Contoh lain artis kekar Arnold Schwarzenegger yang menjadi gubernur California.
Mungkin banyak orang yang seperti Michael, Maria dan Arnold yang notabene berubah haluan dari seorang yang dikenal dalam dunia bola basket, tenis dan artis Hollywood menjadi seorang yang memiliki sosok sebagai pemilik resto, produk kecantikan bahkan menjadi politikus
Nah sehubungan dengan PEMILU 2014, tentu kita sudah punya pilihan atau jagoan nya masing-masing. Tinggal bagaimana dengan jeli memilih sosok seseorang yang mengerti dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk kepentingan bangsa.
Jadi pertanyaannya: Kita memilih sosok yang dikenal sebagai politikus atau ekonom (related) atau sosok yang tidak pernah tahu masalah politik atau ekonomi (Unrelated)?
