Go Global

Musim liburan sekolah telah usai, minggu lalu di Jakarta mulai terasa kembali kepadatannya.  Seandainya liburan sekolah bisa dilakukan beberapa bulan setiap tahunnya, mungkin kepadatan di ibukota bisa sedikit teratasi.

Liburan anak sekolah, bisa dijadikan liburan para orang tuanya. Saya pun ikut merasakan bagian dari hal ini, dengan mengambil cuti selama 10 hari. Dalam kesempatan liburan anak sekolah tahun ini, saya bersama keluarga berlibur ke negaranya Roger Federer, petenis nomor satu Swiss dan negara pembuat pizza & spaghetti, Italia.

Keindahan alam, kekayaan budaya serta berbagai macam kuliner menjadi hal yang biasanya dinikmati para turis apabila berpergian ke suatu negara lain. Tidak bisa dipungkiri, budaya Eropa boleh terbilang tertua di dunia. Banyak sejarah bermunculan di benua Eropa. Belum lagi melihat bangunan dan arsitektur yang membuat decak kagum saya. Tidak tanggung-tanggung, banyak bangunan di Italia dibangun sebelum era1900, dan telihat masih indah dan kokoh.

Local Brand

Selain melihat alam dan budaya negara orang, biasanya kalau pergi ke negara lain, kita senang  mencari  produk-produk lokal yang terbuat atau originalitas nya dari negara tersebut, seperti merek-merek terkenal jam tangan, Rolex, Omega, ataupun merek coklat Lindt yang berasal dari Swiss. Belum lagi bagi pencinta tas bermerek keluaran dari Italia seperti seperti Salvatore Ferragamo, Bottega Venetta. Mengapa para turis senang mencari merek lokal?  Yang pertama pasti kita dapatkan design baru yang belum ada di negara lain atau bahkan produk ini hanya dijual di negara asalnya dan tidak untuk dijual di negara lain.  Hal yang kedua harganya bisa jauh lebih murah apabila kita beli di negara asalnya.

Global Brand

Merek-merek lokal di atas tentunya sudah cukup terkenal di dunia. Bahkan beberapa mal di Jakarta telah membuka gerai merek terkenal tersebut. Ini yang kita sebut Global Brand.  Merek lokal yang sudah mendunia.

Selain merek Italia dan Swiss yang originalitasnya dibuat di negara asalnya, tidak dipungkiri, negara-negara di Eropa pun dibanjiri merek global yang di Indonesia pun sudah menjadi merek ternama seperti Mc Donald, Coca Cola dan Starbucks Coffee.

Siapa yang tidak kenal Coca Cola, merek minuman soda dari Amerika tersebar di semua toko minuman, rumah makan dan supermarket yang saya kunjungi. Belum lagi gerai makan cepat saji Mc Donald yang siap menyapa keinginan perut kita yang terkadang sudah mulai bosan dengan makanan lokal.  Pasti kita semua setuju menu makanan di Mc Donald paling bisa diterima di lidah setiap orang. Seakan ada rasa kangen ingin menikmati makanan khas Amerika tersebut.

Lain halnya Starbucks Coffee, walau di Swiss gerai Starbucks ada dimana-mana, tapi tidak di Italia. Starbucks tidak bisa masuk ke Italia, karena Italia boleh dikatakan empunya Cappuccino dan Espresso.

Dalam kesempatan ini, saya semakin tertantang bagiamana Indonesia bisa menciptakan merek global seperti di atas. Atau seandainya merek Indonesia perlu waktu untuk mendunia, mungkin yang paling mudah dilakukan sama seperti di Italia, yang dengan bangganya tidak memberikan peluang untuk Starbucks Coffee menancapkan benderanya di Italia.

Seandainya batik Indonesia bisa kita lakukan proteksi seperti kopi di Italia, mungkin di Indonesia tidak dibanjiri batik-batik dari China atau mungkin tidak di-klaim sebagai budaya Malaysia.

Liburan memang menyenangkan, banyak hal yang saya peroleh dan pelajari dari kunjungan singkat ke Swiss dan Italia, dan ini bisa dijadikan sumber inspirasi bagi merek Indonesia dan kita semua untuk terus berusaha menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi.

Sama seperti saya sebagai turis, maka kita harapkan turis mancanegara pun, kalau berlibur ke Indonesia akan mencari produk atau merek asli Indonesia.

Jakarta…..

Bulan Juni identik dengan harinya Kota Jakarta.  Tepat tanggal 22 Juni, Jakarta merayakan Hari Ulang Tahun-nya. Tahun ini merupakan tahun ke 486 lahirnya Kota Jakarta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Perayaan ulang tahun Jakarta dimeriahkan dengan adanya 2 kegiatan besar: Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang merupakan ajang arena hiburan dan pameran multi produk terbesar di Asia Tenggara dan Festival Jakarta Great Sale (FJGS) gelaran penawaran menarik dari mall / pusat belanja  yang memberikan potongan harga hingga 70 persen dari berbagai merek favorit.

Menurut pihak penyelenggaran, 2 kegiatan tersebut ditargetkan mencapai transaksi di angka Rp 15 triliun pada tahun ini;  (PRJ: Rp 4.5 triliun  FJGS: Rp. 11. Triliun) membuat transaksi di tahun 2013 diperkirakan akan bertumbuh sebesar 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Angka yang cukup dahsyat bukan? Padahal kegiatan ini hanya berlangsung kurang lebih 1 sampai 1,5 bulan saja.

Melihat transaksi yang bernilai Rp 15 triliun, membuat hati saya sedikit tertantang. Berapa banyak produk asli Indonesia yang diperdagangkan disana? Jangan sampai produk atau merek dari luar yang membanjiri pasar Indonesia.  Di era Pak Soeharto, pernah digelar Pameran Produk Indonesia (PPI), ini merupakan konsep yang cukup baik untuk mengembangkan produk-produk asli Indonesia untuk memiliki daya saing. Sekedar plesetan saja, jangan sampai singkatan PPI bukan menjadi Pameran Produk Indonesia melainkan Pameran Produk Import.

Inilah tantangan bagi perusahaan lokal untuk bisa bersaing dengan produk atau merek luar negeri. Ciptakanlah produk yang berkualitas yang tidak kalah dengan produk import.  Seandainya dari angka Rp 15 triliun semua merupakan produk lokal bisa dibayangkan betapa hebatnya perekonomian dan perindustrian di Indonesia. Dan yang terpenting bagi perusahaan lokal, ciptakanlah produk dengan menggunakan merek sehingga produk tersebut bisa dijual lebih mahal. Seperti yang diutarakan Bapak Yuswohady, pakar marketing, Indonesia bisa menciptakan produk yang bagus. Namun apabila ingin menjadikan suatu produk bernilai atau memiliki harga jual, buatlah merek atas produk tersebut.

Bagi konsumen, mulai lebih jeli dalam memilih produk. Jangan sampai hanya tergiur oleh promosi atau potongan harga, padahal produk yang ditawarkan tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Dan yang terpenting bagi konsumen, carilah produk-produk Indonesia yang berkualitas. Karena saya yakin, banyak produk lokal Indonesia yang tidak kalah kualitasnya.

Jakarta Heboh & Pesta Rakyat

Terlepas dari maraknya transaksi perdagangan yang bisa menghasilkan angka triliunan, di tahun pertamanya menjabat sebagai Bapak Jakarta 1, Bapak Jokowi juga berperan aktif dalam memeriahkan hari ulang tahun Jakarta, Pak Jokowi  mengadakan pesta rakyat; sepanjang jalan protokoler di Jakarta dengan menutup ruas jalan mulai dari Sudirman hingga di Monas tempat dilangsungkannya puncak kemeriahan Kota Jakarta.

Ribuan orang berkumpul, tumpah ruah menjadi satu guna melihat perayaan Kota Jakarta, kota yang selalu penuh dengan hiruk pikuk urusan demo, politik, kemacetan, banjir maupun persoalan yang tiap harinya membuat pusing kepala.

Mudah-mudahan semakin bertambah usia, Kota Jakarta bisa lebih baik lagi. Setiap persoalan harusnya bisa diselesaikan apabila semua pihak saling mendukung guna kebaikan bersama.   JAKARTA KITA, JAKARTA LEBIH BAIK

SELAMAT ULANG TAHUN KOTA JAKARTA

SELAMAT HUT (HARI UNTUK RAKYAT)

Meet The Giant

Pada Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, pakar marketing Indonesia, Bapak Yuswohady meluncurkan buku terbarunya  Beat The Giant. Buku ini menceritakan bagaimana merek-merek nasional bisa bertahan terhadap gempuran merek-merek global. Kalau teman-teman, belum sempat membaca atau membelinya, harus cepat-cepat mendapatkannya; karena buku yang berhalaman lebih dari 500 lembar itu memberikan banyak inspirasi dan manfaat bagi perusahaan lokal untuk bisa terus bersaing.

Lain merek, lain olahraga.  Kalau kita bicarakan prestasi olahraga nasional, perlu kita sadari bahwa Indonesia belum bisa dibanggakan dalam persaingan internasional. Bulutangkis yang biasanya membawa harum nama Indonesia pun, saat ini  malah sedang menurun. Dulu Indonesia masih menguasai pesta olah raga se Asia Tenggara, namun kini prestasi Indonesia masih belum stabil dan bahkan sudah tersusul oleh Vietnam yang notabene negara yang baru berkembang; negara yang baru melek mata pada dunia olahraga.

Garuda vs Oranje

Di tengah keterpurukan prestasi olahraga Indonesia, sungguh beruntung Indonesia bisa kedatangan tamu spesial beberapa bulan ke depan. Salah satu diantaranya , Indonesia akan kedatangan tim nasional sepakbola Belanda dengan membawa para punggawa bintangnya.

Selama 3 hari kedepan, Indonesia mendapat kesempatan berharga, terutama bagi persepak bolaan nasional yang bisa banyak belajar dari bintang-bintang sepakbola Belanda.  Mulai dari sharing pengalaman, coaching clinic serta bertanding melawan Tim Nasional bisa dijadikan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi pengembangan prestasi sepak bola Indonesia.

Kalau di hari Kebangkitan Nasional 2013, dicanangkan sebagai hari kebangkitan kedua yakni kebangkitan merek-merek Indonesia. Nah, apakah dengan adanya kedatangan tim Oranje bisa dijadikan kebangkitan bagi persepak bolaan Indonesia?

Terlepas dari apa yang bisa diambil manfaatnya dari kedatangan para pemain dunia bagi sepak bola Indonesia; pada tanggal 7 Juni 2013,  di stadion Gelora Bung Karno, bisa terbilang pertandingan langka yang tidak boleh terlewatkan. Garuda vs Oranje akan saling bertanding persahabatan.  Kalau buku yang diluncurkan Bapak Yuswohady berjudul  Beat the Giant, apakah Tim Garuda bisa menaklukan Tim Oranje? Bola memang bundar, segala sesuatu bisa terjadi di lapangan.

Namun secara realistis, rasanya Tim Garuda cukup berat untuk menaklukan Robin Van Persie cs.  Dari segi peringkat dan kualitas pemain sudah jauh di atas kita.

Mungkin bisa disebut: Meet The Giant dibandingkan Beat The Giant

Welcome To Indonesia, Meneer van Holland

Jangan Pernah Bosan

3 hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 Mei, kita peringati Hari Pendidikan Nasional.
Siapa tokoh di balik Hari Pendidikan Nasional? Siapa yang tidak kenal sosok Ki Hajar Dewantara? Beliaulah otak dan tokoh pendidikan Indonesia yang pada tahun 1922 mendirikan Taman Siswa guna mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Kalau kita hitung sampai dengan tahun ini, maka sudah berumur 91 tahun sistem pendidikan di Indonesia.

Apakah sistem pendidikan saat ini sudah lebih baik? Mungkin sebagian besar orang setuju dengan pernyataan di atas. Jaman ini, tingkat kesulitan murid-murid sekolah di Indonesia lebih sulit dibandingkan saat saya masih duduk di bangku sekolah dulu. Pada saat saya di SD tahun 80 an (jadi bisa tebak berapa umur saya…..) mata pelajaran Bahasa Inggris dan Komputer belum ada. Pelajaran tersebut saya dapatkan pada saya di bangku SMP. Sekarang, anak kelas 1 SD pun sudah mendapat pelajaran Bahasa Inggris.

Memang benar kalau dilihat dari segi kualitas kurikulum pendidikan di Indonesia pastilah jauh lebih baik dan berkembang yang selayaknya mengikuti perkembangan jaman saat ini.

Tapi yang agak mengecewakan bagi saya, orang-orang yang mengelolanya. Hampir setiap tahun atau bahkan tiap tahun entah mengapa selalu bermasalah dalam pelaksanaan ujian nasional. Seandainya Ki Hajar Dewantara, pahlawan pendidikan Indonesia masih hidup mungkin dialah yang paling sedih melihat hal ini. Apa yang beliau ciptakan dulu, seakan tidak diterapkan dengan baik jaman sekarang ini.

Hari Buruh / May Day

Sehari sebelum kita peringati Hari Pendidikan Indonesia, tanggal 1 Mei kita kenal dengan Hari Buruh Sedunia. Terima kasih untuk Bapak Presiden yang memutuskan untuk membuat tanggal 1 Mei menjadi hari libur nasional. Karena di beberapa negara, hari buruh sudah merupakan hari libur nasional.

Buruh & Pendidikan

1 Mei dan 2 Mei, bagi saya bukan merupakan suatu kebetulan, Hari Buruh dan Hari Pendidikan saling berdampingan satu dengan yang lain. Pendidikan atau keahlihan haruslah dimiliki oleh setiap orang. Banyak buruh yang memiliki standar pendidikan di bawah rata-rata. Sangatlah disayangkan, pendidikan di negara kita belum merata, padahal persaingan dengan negara-negara lain semakin kompetitf.

Saya ingin mengetuk pemerintah untuk terus menigkatkan standar pendidikan dan mengelolanya secara lebih profesional. Tingkatkan kualitas dari para pengajar dan perbanyak sekolah-sekolah gratis sehingga masyarakat yang kurang mampu bisa mendapat pendidikan yang sama.

Untuk dunia usaha, setiap perusahaan perlu menyisihkan sebagian budget nya untuk memberikan training secara berkala bagi karyawannya. Dan untuk kita pribadi, teruslah belajar, baca buku untuk dapatkan ilmu-ilmu baru.

Karena semakin banyak pekerja atau buruh dengan standar pendidikan yang semakin baik, saya yakin lambat laun demo buruh semakin berkurang.

Jangan Pernah Bosan Untuk Belajar!
Jadilah Merasa Selalu Bodoh Agar Selalu Ingat Untuk Belajar!

Don’t Cry For Me, Barcelona

Pertandingan Semifinal Liga Champions 2013 baru saja usai dini hari tadi. 2 klub Bundesliga, Borussia Dortmund dan Bayern Munchen menciptakan final sesama Jerman di final Liga Champions 2013.

Real Madrid VS Borussia Dortmund

Pada pertandingan semifinal antara Madrid dan Dortmund sudah bisa diprediksi bahwa jalannya pertandingan akan didominasi oleh klub Spanyol tersebut. Dan memang ternyata demikian, Madrid menguasai hampir di semua lini. Tapi hasil di lapangan berbeda, walau pertahanan Dortmund sudah dibombardir oleh Ronaldo Cs namun gol baru tercipta pada menit ke 80, dan tidak tanggung-tanggung dalam kurun waktu kurang dari 5 menit tercipta 2 gol.

Sempat ada nada optimisme Madrid bisa menciptakan gol lagi, untuk dapat lolos ke final, namun sangat disayangkan akhirnya Madrid tersingkir karena tidak cukupnya waktu.

Barcelona VS Bayern Munchen

Lain cerita dengan pertandingan semifinal antara Barcelona dan Munchen. Banyak orang yakin Barcelona akan bisa membalikkan keaadaan sama seperti yang dilakukannya terhadap AC Milan. Beberapa pengamat sepakbola mengatakan masih ada harapan bagi Barcelona untuk menciptakan 4 gol tanpa balas sehingga menciptakan perpanjangan waktu.

Apa yang terjadi? Barcelona sama sekali tidak berkutik di hadapan pendukungnya sendiri. Barcelona harus mengakui keunggulan Munchen dan harus tertunduk malu dengan kekalahan 3 gol tanpa balas.

Messi Mania

Apakah memang Barcelona menjadi klub super karena faktor seorang Lionel Messi? Apakah Lionel Messi bisa membuat 10 pemain lain di lapangan menjadi tampil luar biasa?

Dalam pertandingan dini hari tadi, sang superstar, Lionel Messi memang hanya duduk manis di pinggir lapangan menyaksikan tim nya digunduli oleh Munchen.

Tanpa Messi, Barcelona terlihat kehilangan arah, tidak bertenaga dan tidak terlihat seperti klub superior yang selalu mendominasi setiap pertandingan. Seakan roh kekuatan Barcelona hilang begitu saja.

Dalam pertandingan Barcelona VS Munchen, saya ingin menarik pelajaran untuk sebuah  perusahaan. Setiap perusahaan sebagus apapun, tidak mungkin dijalankan oleh 1 orang superman dengan kata lain, tidak bisa bergantung oleh 1 orang saja.  Sama seperti Messi, mungkin di setiap perusahaan  ada 1 orang yang  sangat berpengaruh untuk bisa memberikan roh kekuatan dalam perusahaan; tapi perlu adanya kekuatan tim kerja yang seimbang; sehingga roda kelangsungan usaha bisa berjalan dengan baik. Terlepas ada tidaknya sang superstar.

Dan saya lihat Barcelona terlalu menggantungkan pada sang superstar seorang diri yang membuat mereka seakan kehilangan arah dan terasa menjadi sebuah klub sepakbola yang  baru belajar bermain sepakbola.

Mungkin orang-orang akan mengatakan:

Selamat Bayern Munchen, anda bermain LUAR BIASA

Barcelona, anda bermain di LUAR KEBIASAAN!

Selamat Perempuan Indonesia

LIRIK LAGU : Sabda Alam

Diciptakan alam pria dan wanita

dua makhluk dalam asuhan dewata

Ditakdirkan bahwa pria berkuasa

adapun wanita lemah lembut manja

Wanita dijajah pria sejak dulu

dijadikan perhiasan sangkar madu

namun ada kala pria tak berdaya

tekuk lutut di kerling wanita

Lagu lama ciptaan Ismail Marzuki, membuat para perempuan bertanya-tanya. Apakah memang seperti itu? Perempuan merupakan mahluk yang lemah, manja dan selalu dijajah pria?  Rasanya saya sebagai pria kurang setuju, bagi saya perempuan merupakan mahluk yang tidak lemah dan manja. Tetapi harus bisa dimengerti, dicinta dan yang pasti tidak bisa dijajah.

Kaum perempuan merupakan sosok yang kuat, tegar dan memiliki hal lain yang tidak mungkin bisa disamakan oleh pria. Perempuan memiliki kemampuan yang luar biasa, mereka harus melahirkan & mengurus anak, mendampingi & mengurus suami bahkan saat ini tidak banyak perempuan yang harus juga mencari nafkah bagi keluarganya. Bisa dikatakan sebagai Super Mom, Super Woman ataupun istilah popular lainnya guna menggambarkan sosok kaum perempuan.

Oleh sebab itu di bait terakhir justru terbalik 180 derajat, terkadang pria yang bisa bertekuk lutut terhadap perempuan. Apakah ini menjadikan kebalikan bahwa pria dijajah perempuan?  Saya rasa tidak juga. Masa kini, rasanya baik kaum laki dan perempuan mempunyai persamaan derajat. Tidak ada saling menjajah satu sama lain, melainkan harus saling melengkapi.

Perempuan memang lebih emosional, namun perlu diimbangi oleh pria yang lebih memakai akal rasional. Akan tetapi saat ini, banyak hal yang tidak bisa dilakukan secara rasional; kadangkala perlu ada unsur emosional dalam bertindak atau memutuskan sesuatu. Inilah yang disebut sebuah kesimbangan yang saling melengkapi antara kaum pria dengan perempuan.

Bertepatan dengan Hari Kartini, saya ingin mengucapkan selamat bagi perempuan Indonesia. Teruskan menjadi Kartini Indonesia yang memiliki sosok yang kuat dan tegar.

Don’t Use April Mop Strategy

Permulaan bulan April diawali dengan Hari April Mop.

Apa makna April Mop?

April Mop dikenal dengan April Fools’ Day, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah.

Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Trusted Brand

April Mop memang hanya untuk lelucon biasa. Tapi jangan pernah lelucon ini digunakan untuk produk atau merek anda.

Setiap produk atau merek  harus memberikan kepercayaan bagi konsumennya.

Quality

Quality is a must. Kualitas merupakan keharusan dalam menciptakan suatu produk. Apapun produk yang anda ciptakan, kualitas sebagai bagian yang terpenting.

Promise

Promise is promise. Konsumen akan membeli sebuah produk sesuai dengan fungsi atau kegunaanya. Jangan pernah memberikan janji tanpa ada bukti. Banyak konsumen yang terbuai dengan janji-janji yang tertera dalam iklan, namun pada akhirnya apa yang didapatkan tidak sesuai dengan kegunaan produk.

Promotion

Give a good promotion. Konsumen terkadang dimanjakan dengan bentuk promo. Tapi promosi janganlah dibuat asal-asalan. Buatlah promosi yang memang menarik bagi konsumen. Para konsumen perlu lebih hati-hati dengan promosi yang ditawarkan;  bahkan terkadang bisa di- bundling dengan produk yang sudah hampir kadaluarsa.

So, April Mop boleh saja untuk having fun bersama teman-teman tapi untuk konsumen janganlah memakai strategi April Mop. Ingat selalu akan 3 hal di atas: Quality, Promise dan Promotion agar mendapatkan kepercayaan konsumen anda.

Selamat Memasuki bulan April.

Musik + Olah Raga

Siapa yang tidak suka mendengarkan musik? Terlepas apapun gaya musiknya. Apakah musik pop, klasik, dangdut ataupun Jazz. Pertanyaan kedua siapa yang tidak ingin membela negaranya di saat bertanding dalam kompetisi olah raga? Kompetisi yang bisa mengharumkan bangsa dan negara.

Memang rasanya kedua pertanyaan di atas, saya yakin hampir semua menyatakan menyukai musik dan pastilah setiap warga negara yang cinta akan negaranya, akan membela pahlawan-pahlawan olah raganya bertanding dalam ajang kompetisi internasional.

Saya lihat kedua hal tersebut, baik musik dan olah raga bisa menyatukan banyak orang walaupun mungkin adanya suatu perselisihan. Musik dan olah raga bisa membuat kebersamaan dan melupakan konflik yang mungkin tengah terjadi.

Peluang dan Kesempatan

Java Jazz, salah satu perhelatan konser musik Jazz yang terbesar di Indonesia, baru saja usai. Festival Jazz yang dilangsungkan selama 3 hari dipenuhi oleh ratusan ribu manusia di Jakarta. Mereka ingin melihat artis-artis kesayangannya melantukan lagu-lagu favorit mereka; ataupun ingin melihat artis pendatang  untuk memperkenalkan karya dan kreasi lagu baru mereka.

Saya kebetulan sempat datang di acara tersebut pada hari terakhir. Dan terus terang, saya baru pertama kali hadir di acara Java Jazz tersebut. Cukup malu memang……festival terbesar Jazz yang sudah menjadi festival musik terbesar di Indonesia baru kali pertama saya menghadirinya.

Seandaikata kalau perusahaan tempat saya bekerja, Martha Tilaar Group tidak ikut mengambil bagian dalam acara Java Jazz sebagai Official Make Up and Hair Do, mungkin saya pun belum tentu hadir di acara tersebut.

Namun setelah saya lihat dengan mata dan kepala sendiri, ajang musik ini memang merupakan suatu acara besar yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.

Inilah yang saya sebut peluang,  banyak perusahaan mengerti apa yang diinginkan oleh masyarakat yang haus dengan hiburan. Masyarakat begitu antusiasnya dengan musik, seakan mereka melupakan apa yang ada di luar sana.

Sama halnya dengan sebuah pertandingan olah raga, yang mana hal ini bagi saya sangat bertolak belakang dengan Java Jazz, sebisa mungkin saya selalu pergi ke stadion pada saat tim Merah Putih bertanding. Kalau Java Jazz baru sekali saya hadir disana; namun kalau pertandingan olah raga mungkin baru sesekali saya absen untuk menonton.

Saya pun merasakan atmosfir yang sama, masyarakat pun ingin melupakan apa yang di luar sana, kebersamaan dan kekompakan menjadi berbaur menjadi satu di stadion guna menyaksikan tim kesayangan atau pemain favorit-nya mengukir sebuah prestasi yang sudah lama dinanti-nantikan.

Seandainya sebuah perusahaan atau merek ingin lebih dikenal, maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan haruslah yang bersifat masal dan sesuai dengan kesenangan masyarakat apakah itu dalam bentuk konser musik ataupun pertandingan olah raga.

Terlepas dari peluang bagi dunia usaha, besar harapan saya, jadikanlah musik & olah raga sebagai alat pemersatu.