Pesta bola Eropa telah berakhir, namun hiruk pikuk masih teriang-iang dalam pikiran pecinta sepakbola dengan keluarnya jagoan baru Eropa, Portugal.
No More
Ada hal menarik yang saya lihat dari Piala Eropa 2016 kali ini, saya ingin ambil tema “No More”. Apa yang saya artikan dengan “No More”?
- No More Ronaldo
Siapa sangka Portugal bisa juara Eropa tanpa kehadiran sang superstar Ronaldo? Ronaldo boleh dikatakan tidak berkontribusi dalam 20 menit saat dirinya masih ada di lapangan. Saya melihat Ronaldo seperti seorang anak kecil yang hanya berlari-lari sambil mengambek di tengah lapangan.
- No More Tuan Rumah
Perancis dikenal dengan sebutan jago kandang. Setiap kejuaraan sepakbola seperti Piala Eropa dan Piala Dunia apabila dilaksanakan di negaranya, Tim ayam jantan Perancis pasti juara. Tapi yang kita lihat Ronaldo-lah yang mengangkat tropi Eropa bukannya Griezman.
- No More Tim Unggulan
Dalam dunia sepakbola memang terkadang banyak terjadi kejutan. Namun kejutan kali ini memang lebih dahsyat. Negara-negara yang notabene dijagokan menjadi juara Eropa malah sudah keok di babak 8 besar, malah di babak 16 besar seperti Inggris dan Spanyol. Bahkan tim kuat orange, Belanda, tidak hadir dalam pesta sepakbola Eropa kali ini.
Tidak ada Ronaldo, Perancis tidak juara, serta tumbangnya tim unggulan di babak awal penyisihan mewarnai gempita dari Piala Eropa 2016.
Ke 3 hal di atas apabila saya hubungan dengan era globalisasi mungkin ada persamaannya.
- Dalam era globalisasi tidak ada satu negara yang menjadi superstar, setiap negara memiiki kontribusi terhadap ekonomi dunia. Amerika Serikat tidak bisa bangkit perekonomiannya apabila tidak dibantu China. Pengaruh krisis Eropa pun ikut berpengaruh terhadap perekonomian di China. Hal ini sama seperti kasus Ronaldo, dalam pikiran kita tanpa Ronaldo sudah dipastikan Portugal akan mudah ditaklukan oleh Perancis. Akan tetapi, malahan Portugal lebih solid dalam membangun sebuah tim tanpa Ronaldo.
- Dalam sejarah Perancis selalu bisa menjadi kampium apabila main di hadapan publiknya, di era globalisasi, merek-merek lokal atau perusahaan lokal yang sudah menguasai pasar lokal harus tetap berhati-hati. Jangan sampai terlena karena sudah merasa lebih mengerti kondisi pasar lokal, tanpa memperhatikan produk luar yang bisa menembus persaingan di pasar lokal.
- Berinovasi secara berkesinambungan menjadi kunci utama dalam mempertahankan pangsa pasar. Saya ambil contoh perusahaan telekomunikasi seperti Nokia atau Blackberry yang dikalahkan oleh pendatang baru seperti Samsung ataupun perusahaan China yang tidak pernah punya pengalaman di bidang telekomunikasi. Tim yang diunggulkan mungkin merasa sudah berasa di atas angin, merasa memiliki kelebihan dibanding lawannya, namun kembali lagi teori tersebut tidak relevan lagi. Apakah kita bisa percaya Inggris bisa dikalahkan Islandia? Atau Belgia yang dibuat tidak berdaya oleh Wales?
Pembelajaran dari “No More” bisa menjadi cerminan bagi perusahaan dalam menjalankan roda usahanya. Perusahaan harus bisa berjalan tanpa harus ada 1 superman tapi haruslah ada kerjasama antar lini, Perusahaan harus tetap berinovasi jangan mengandalkan akan kekuatan yang ada saat ini. Dan yang terakhir, menjadi pemain nomor satu di pasar lokal pun kalau tidak hati-hati bisa direbut oleh barang-barang impor di dalam era globalisasi.

