Akhir tahun 2015 sudah semakin dekat. Perjalanan selama 365 hari akan berakhir dalam minggu ini. Tahun 2015 mungkin tahun istilah “Minta.” Dimulai dengan terungkapnya kelompotan mama minta pulsa, sampai kasus papa minta saham mewarnai tahun ini. Entah berapa banyak orang yang lebih senang untuk meminta tapi melupakan untuk memberi.
“Minta Order”, Koko
Sama halnya dalam dunia usaha. Antara penjual dan pembeli pun selalu akan meminta sesuatu untuk kepentingan dompet nya alias ingin mendapatkan keuntungan.
Penjual (salesman) di setiap akhir bulan mulai rajin berjualan untuk mencapai targetnya. Apalagi dalam minggu terakhir pencapaiannya masih di angka 50%, segala cara akan ditempuh guna mendapatkan insentif atas pencapaian mereka. Bulan Desember merupakan bulan terakhir kalender masehi. Pada saat menjelang tutup tahun seperti ini, para penjual akan berlomba untuk memaksimalkan pencapaian guna mendapatkan bonus tahunan.
Koko Minta Discount
Hal kebalikannya dengan para pembeli atau bisa disebut pemilik toko. Biasanya para pemilik toko merasa di atas angin dibanding penjual, karena keputusan terakhir ada ditangannya apakah barang yang ditawarkan oleh para penjual akan dibeli atau tidak. Atau mungkin pemilik toko akan beli, tapi seberapa besar yang akan dibeli.
Dengan kekuatan yang dimiliki pemilik toko pada umumnya mereka akan coba minta tambahan discount ataupun meminta tambahan promosi bagi toko. Dan dikarenakan para penjual perlu menutup target tahunan, maka penjual pun bisa menyerah. Apa yang diminta toko mau tidak mau akan dipenuhi.
Timbal Balik
Dalam dunia usaha memang haruslah seimbang karena seharusnya satu sama lain saling membutuhkan. Penjual ingin mencapai target, sedangkan pembeli ingin mendapatkan sesuatu yang lebih entah berupa hadiah, promo atau tambahan discount.
Namun kita perlu mencermati kondisi seperti ini baik bagi penjual dan pembeli. Jangan sampai penjual demi mencapai targetnya tidak menghitung biaya yang akan dikeluarkan untuk memberikan tambahan hadiah atau promo bagi si pembeli. Para penjual harus punya hitungannya, berapa besar pengaruhnya terhadap keuntungan. Jangan sampai mendapatkan penjualan tapi tidak memperoleh keuntungan.
Sebaliknya bagi toko atau pembeli, jangan tergiur dengan promo heboh yang ditawarkan penjual tanpa memperhatikan untung ruginya. Apakah kondisi keuangannya cukup untuk membeli barang-barang yang ditawarkan? Selain itu pembeli pun harus melihat kondisi barang di gudangnya. Apakah masih banyak sisa barang yang dulu pernah dibeli? Jangan sampai barangnya hanya menumpuk di gudang tanpa bisa segera dijual.
Teori Meminta dan Memberi harus dijalankan secara bijak dan seimbang. Dan teori ini pun bisa terjadi seandainya ada ikatan yang cukup baik antara penjual dan pembeli. Koko akan memberikan order tapi koko minta tambahan promo; penjual akan memberikan tambahan promo asalkan koko bisa menutup target penjualan seorang salesman.
SELAMAT MENUTUP TARGET TAHUN INI DAN SELAMAT MEMASUKI TARGET BARU DI TAHUN 2016
Koko: Bahasa Cina dalam menyebutkan orang yang lebih tua.
Saya pakai istilah Koko, karena banyak pedagang grosir yang dipanggil Koko

