Meet The Giant

Pada Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, pakar marketing Indonesia, Bapak Yuswohady meluncurkan buku terbarunya  Beat The Giant. Buku ini menceritakan bagaimana merek-merek nasional bisa bertahan terhadap gempuran merek-merek global. Kalau teman-teman, belum sempat membaca atau membelinya, harus cepat-cepat mendapatkannya; karena buku yang berhalaman lebih dari 500 lembar itu memberikan banyak inspirasi dan manfaat bagi perusahaan lokal untuk bisa terus bersaing.

Lain merek, lain olahraga.  Kalau kita bicarakan prestasi olahraga nasional, perlu kita sadari bahwa Indonesia belum bisa dibanggakan dalam persaingan internasional. Bulutangkis yang biasanya membawa harum nama Indonesia pun, saat ini  malah sedang menurun. Dulu Indonesia masih menguasai pesta olah raga se Asia Tenggara, namun kini prestasi Indonesia masih belum stabil dan bahkan sudah tersusul oleh Vietnam yang notabene negara yang baru berkembang; negara yang baru melek mata pada dunia olahraga.

Garuda vs Oranje

Di tengah keterpurukan prestasi olahraga Indonesia, sungguh beruntung Indonesia bisa kedatangan tamu spesial beberapa bulan ke depan. Salah satu diantaranya , Indonesia akan kedatangan tim nasional sepakbola Belanda dengan membawa para punggawa bintangnya.

Selama 3 hari kedepan, Indonesia mendapat kesempatan berharga, terutama bagi persepak bolaan nasional yang bisa banyak belajar dari bintang-bintang sepakbola Belanda.  Mulai dari sharing pengalaman, coaching clinic serta bertanding melawan Tim Nasional bisa dijadikan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi pengembangan prestasi sepak bola Indonesia.

Kalau di hari Kebangkitan Nasional 2013, dicanangkan sebagai hari kebangkitan kedua yakni kebangkitan merek-merek Indonesia. Nah, apakah dengan adanya kedatangan tim Oranje bisa dijadikan kebangkitan bagi persepak bolaan Indonesia?

Terlepas dari apa yang bisa diambil manfaatnya dari kedatangan para pemain dunia bagi sepak bola Indonesia; pada tanggal 7 Juni 2013,  di stadion Gelora Bung Karno, bisa terbilang pertandingan langka yang tidak boleh terlewatkan. Garuda vs Oranje akan saling bertanding persahabatan.  Kalau buku yang diluncurkan Bapak Yuswohady berjudul  Beat the Giant, apakah Tim Garuda bisa menaklukan Tim Oranje? Bola memang bundar, segala sesuatu bisa terjadi di lapangan.

Namun secara realistis, rasanya Tim Garuda cukup berat untuk menaklukan Robin Van Persie cs.  Dari segi peringkat dan kualitas pemain sudah jauh di atas kita.

Mungkin bisa disebut: Meet The Giant dibandingkan Beat The Giant

Welcome To Indonesia, Meneer van Holland

Don’t Cry For Me, Barcelona

Pertandingan Semifinal Liga Champions 2013 baru saja usai dini hari tadi. 2 klub Bundesliga, Borussia Dortmund dan Bayern Munchen menciptakan final sesama Jerman di final Liga Champions 2013.

Real Madrid VS Borussia Dortmund

Pada pertandingan semifinal antara Madrid dan Dortmund sudah bisa diprediksi bahwa jalannya pertandingan akan didominasi oleh klub Spanyol tersebut. Dan memang ternyata demikian, Madrid menguasai hampir di semua lini. Tapi hasil di lapangan berbeda, walau pertahanan Dortmund sudah dibombardir oleh Ronaldo Cs namun gol baru tercipta pada menit ke 80, dan tidak tanggung-tanggung dalam kurun waktu kurang dari 5 menit tercipta 2 gol.

Sempat ada nada optimisme Madrid bisa menciptakan gol lagi, untuk dapat lolos ke final, namun sangat disayangkan akhirnya Madrid tersingkir karena tidak cukupnya waktu.

Barcelona VS Bayern Munchen

Lain cerita dengan pertandingan semifinal antara Barcelona dan Munchen. Banyak orang yakin Barcelona akan bisa membalikkan keaadaan sama seperti yang dilakukannya terhadap AC Milan. Beberapa pengamat sepakbola mengatakan masih ada harapan bagi Barcelona untuk menciptakan 4 gol tanpa balas sehingga menciptakan perpanjangan waktu.

Apa yang terjadi? Barcelona sama sekali tidak berkutik di hadapan pendukungnya sendiri. Barcelona harus mengakui keunggulan Munchen dan harus tertunduk malu dengan kekalahan 3 gol tanpa balas.

Messi Mania

Apakah memang Barcelona menjadi klub super karena faktor seorang Lionel Messi? Apakah Lionel Messi bisa membuat 10 pemain lain di lapangan menjadi tampil luar biasa?

Dalam pertandingan dini hari tadi, sang superstar, Lionel Messi memang hanya duduk manis di pinggir lapangan menyaksikan tim nya digunduli oleh Munchen.

Tanpa Messi, Barcelona terlihat kehilangan arah, tidak bertenaga dan tidak terlihat seperti klub superior yang selalu mendominasi setiap pertandingan. Seakan roh kekuatan Barcelona hilang begitu saja.

Dalam pertandingan Barcelona VS Munchen, saya ingin menarik pelajaran untuk sebuah  perusahaan. Setiap perusahaan sebagus apapun, tidak mungkin dijalankan oleh 1 orang superman dengan kata lain, tidak bisa bergantung oleh 1 orang saja.  Sama seperti Messi, mungkin di setiap perusahaan  ada 1 orang yang  sangat berpengaruh untuk bisa memberikan roh kekuatan dalam perusahaan; tapi perlu adanya kekuatan tim kerja yang seimbang; sehingga roda kelangsungan usaha bisa berjalan dengan baik. Terlepas ada tidaknya sang superstar.

Dan saya lihat Barcelona terlalu menggantungkan pada sang superstar seorang diri yang membuat mereka seakan kehilangan arah dan terasa menjadi sebuah klub sepakbola yang  baru belajar bermain sepakbola.

Mungkin orang-orang akan mengatakan:

Selamat Bayern Munchen, anda bermain LUAR BIASA

Barcelona, anda bermain di LUAR KEBIASAAN!

Selamat Berjuang!

Garuda di dadaku

Garuda kebanggaanku

Ku yakin hari ini

Kita menang……..

Tentu masih teriang-iang  lagu di atas  pada saat Piala AFF di Indonesia tepat 2 tahun lalu. Lagu yang dipopulerkan lewat film Garuda Di Dadaku oleh grup Netral membuat rakyat Indonesia bersatu padu dalam membela pasukan Garuda yang tengah memperebutkan Piala AFF untuk pertama kalinya.

Alhasil Indonesia yang menjadi juara grup tanpa terkalahkan sampai di babak semifinal, akhirnya pun takluk di partai puncak pada saat melawan Malaysia di leg pertama dengan skor telak 0-3. Impian masih ada, seluruh masyarkat Indonesia berharap pada leg 2 yang dimainkan di kandang Indonesia, Pasukan Garuda bisa membalas dan menjadi juara. Kemenangan pun bisa diperoleh, namun tanpa piala. Karena Indonesia secara total kalah 2-4 terhadap Malaysia.

2 tahun berlalu, tahun ini, Piala AFF akan kembali digelar. Mungkin 2 tahun bisa dikatakan waktu yang cukup atau bisa dikatakan terlalu singkat untuk mempersiapkan tim bermain lebih baik untuk mencapai prestasi yang tentunya juga lebih baik.

Apabila dilihat persiapannya, boleh dikatakan masih banyak kendala. Mulai dari internal PSSI sendiri  berdampak pula ke indisipliner pemain. Belum lagi masih belum padunya kekompakan tim di lapangan serta tehnik bermain yang masih belum ditemukan posisi yang ideal.

Mudah-mudahkan dengan minim-nya persiapan yang dilakukan bisa mendapatkan hasil yang maximal.

Selamat berjuang dan bertanding, Pasukan Garuda!

50:40:10

Angka di atas ingin saya pakai untuk bicarakan mengenai  Strategi, Eksekusi dan Hoki.

Saya mengambil formula ini sebenarnya terinsipirasi dari penampilan AC Milan salah satu klub sepakbola di Italia. Klub dari negeri spaghetti ini terbilang merupakan salah satu klub terbaik di dunia.

Tapi mengapa akhir-akhir ini, penampilannya tidak sebanding dengan julukan klub terbaik? Sampai minggu ke 9 Liga Italia, AC Milan sudah kalah sebanyak 5 kali dan baru bisa menang 3 kali saja. Continue reading “50:40:10”

Altius, Fortius dan Citius = Brand Building

Pesta olah raga empat tahunan, Olimpiade baru saja usai.  Lebih kurang 2 minggu pesta olah raga tersebut digelar di kota London.

London sebagai kota penyelenggara boleh dikatakan sukses dalam menyelenggarakan pesta olah raga Olimpiade yang diadakan untuk ke 30 kalinya.

Persaingan antara lebih dari 200 negara untuk memperebutkan moto Olimpiade Altius, Fortius, dan Citius: menjadi yang tertinggi, terkuat dan tercepat menjadi momen bersejarah dan kebanggaan bagi para peserta karena merekalah menjadi pahlawan olah raga bagi negaranya. Continue reading “Altius, Fortius dan Citius = Brand Building”

Demam Bola

Demam bola kembali hadir. Kali ini demam berasal dari belahan Eropa tepatnya: Ukrania & Polandia.

Demam bola 4 tahunan ini akan dimulai tanggal 8 Juni- 1 Juli.

16 tim telah bersiap-siap untuk berlomba untuk menjadi yang terbaik di benua Eropa. Akankah Sang Matador, Spanyol, bisa mempertahankan mahkota yang direbutnya 4 tahun lalu? Atau akankah lahir juara baru yang belum pernah merasakan menjadi kampium di Eropa?

Profit vs Loss

Persiapan pastilah sudah dilakukan secara baik oleh panitia. Mulai dari perbaikan stadium, transportasi publik maupun infrastruktur komunikasi disulap dengan biaya tinggi guna mendukung pesta akbar bola Eropa.

Apakah biaya dikeluarkan, bisa mendapatkan keuntungan bagi pihak penyelenggara?  Secara perhitungan  kasar, pastilah bisa. Kalau tidak mana mungkin banyak negara berlomba untuk menjadi penyelenggara suatu pesta olah raga seperti olimpiade, ataupun Piala Dunia.

Tiket penjualan,  hak siar TV,  Merchandising serta Sponsorship merupakan pundi-pundi uang yang menghasilkan keuntungan  berlipat ganda.

Demam  Bola

Demam  Eropa ternyata  menjangkit dimana-mana ; pesta bola tidak hanya di Ukrania dan Polandia.  Tapi hampir sebagian negara ingin ikut merasakannya.

Apa yang dilakukan di negara lain yang ingin menikmati pesta tersebut? Pastilah hal ini diambil para marketer atau perusahaan untuk memanfaatkan momen ini sebagai salah satu promosi untuk produknya.

Salah satunya kegiatan melakukan NOBAR (Nonton Bareng) dengan konsumen,  Blocking Program TV, atau Branding di kemasan ataupun di tempat yang strategis.
Acara Nobar di Mall

Acara Nonton Bareng di salah satu mall

Branding di Kemasan

Tinggal bagaimana para marketer atau pihak sponsor menciptakan sebuah Awareness bahkan memperoleh keuntungan secara Financial dengan mendompleng Euphoria pesta bola Eropa ini.

Selamat Berpesta &
Sukses Mendukung Tim Favorit Anda!

Wakawaka eee… It’s time for Euro 2012

Ayo Bangkit!

Bagi bangsa Indonesia tanggal 20 Mei merupakan hari yang bersejarah, karena  104 tahun yang lalu tepatnya 20 Mei 1908 berdirilah perkumpulan pemuda yang dikenal dengan Budi Utomo. Sebuah perkumpulan yang didirikan oleh Dr Sutomo bertujuan untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Indonesia Era Kini

Perjuangan Budi Utomo akhirnya membuahkan hasil kemerdekaan setelah melalui proses yang cukup lama yakni tepat 37 tahun, Indonesia baru bisa secara resmi MERDEKA.

Tahun terus berganti tahun, hingga saat ini kita sudah memasuki tahun 2012. Banyak perjuangan bangsa Indonesia yang dilakukan oleh tokoh-tokoh atau pemimpin-pemimpin bangsa bagi kemajuan kita bersama.

Perjuangan era ini bukan lagi untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan, namun perjuangan untuk bisa lebih berkompetisi di dalam bidang politik, ekonomi, budaya & pariwisata bahkan di dalam olah raga sekalipun.

Thomas dan Uber Cup

Daripada kita bicara hal-hal yang serius seperti ekonomi atau politik, lebih baik kita bicarakan masalah olah raga.

Sama seperti alinea pertama di atas, bagi bangsa Indonesia Thomas dan Uber Cup, rasanya juga sebagai hal yang tidak bisa dilupakan di dalam sejarah olah raga Indonesia.  (Piala Thomas dan Uber merupakan pertandingan beregu bulutangkis putra dan putri yang diadakan setiap 2 tahun sekali).

Melalui Olah raga inilah nama Indonesia bisa bersanding dengan negara-negara lainnya di dunia. Melalui prestasi para pemain-lah yang membuat Indonesia disegani atau ditakuti oleh setiap lawan-lawannya.

Mari Bangkit!

Terus terang saya pribadi sangat menyukai permainan tepok bulu ini sejak duduk di bangku SD. Saya mulai melihat pertandingan Thomas Cup pada tahun 1982, sangat disayangkan Indonesia takluk di tangan  negeri tirai bambu, China.

Namun tahun-tahun berikutnya, persaingan antara kedua negara semakin sengit. China dan Indonesia saling bergantian menjuarai piala tersebut.  Hanya diselingi sekali oleh Malaysia yang merebut piala tersebut di tahun 1992

Namun setelah tahun 2002, Indonesia tidak pernah merebut piala bergengsi tersebut.  Apakah setelah haus gelar selama 10 tahun;  tahun ini, saat nya  Indonesia  untuk bisa merebut kembali?

Tepat tanggal 20 Mei 2012, piala Thomas dan Uber kembali digelar untuk ke 27 dan 24 kali-nya.  Semua pasti berharap, perjuangan Budi Utomo di tahun 1908 bisa menjadi momen bagi Taufik Hidayat Cs untuk kembali bangkit.

KEBANGKITAN INDONESIA, KEBANGKITAN BULUTANGKIS INDONESIA!

PRAY FOR INDONESIA

K I T A B I S A

Lyric lagu: Kita Bisa   (Yovie & His Friends)

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae

wa e o, wae wa e o, wae wa e o

kita bisa, kita pasti bisa

kita akan raih bintang- bintang

kita bisa jadi yang terdepan

bersatu bersama dalam satu irama
 terbang meraih kejayaan, kita bisa


Lagu Kita Bisa akhirnya memang terbukti. Indonesia bisa menjadi kontingen terbaik di pesta olahraga ter-akbar se- Asia Tenggara baru-baru ini di Jakarta dan Palembang.

Lagu Indonesia Raya berkumandang sebanyak 184 kali, pemecahan rekor di beberapa olahraga pun terjadi.  Walaupun masih ada kendala dalam pelaksanaannya, namun secara umum kita bisa menjadi penyelenggara yang baik.

Namun pesta kesuksesan ini tidak hanya berakhir disini saja, di tahun-tahun mendatang persaingan akan semakin sengit. Bahkan di cabang bulutangkis,olahraga andalan kita, sudah mulai bermunculan atlet muda dari negara tetangga yang membuat jantung berdetak dengan kencang.

Bagaimana pesta olah raga 2 tahunan ini bisa terus menjadi pesta bagi rakyat Indonesia?

DP

DP bahasa keren yang biasa dikenal adalah Down payment yakni, Pembayaran awal sebelum melakukan total pembayaran. Istilah ini yang dipakai apabila kita ingin melakukan transaksi B to B; hubungan transaksi antar perusahaan satu dengan perusahaan lain.

DP disini bukanlah bicara mengenai pembayaran. DP yang diinginkan oleh Rakyat Indonesia yakni meminta pemerintah untuk mendukung atlet-atlet Indonesia agar bisa lebih berprestasi.

DP =  Dukungan Pemerintah dalam:

1.Melakukan pembinaan secara berkala para atlet. Perlu adanya pembinaan sejak usia muda. Melihat potensi dan atlet-atlet yang berbakat.

2. Memperbaiki fasilitas-fasiltas olah raga. Banyak fasilitas atau tempat latihan yang kurang memadai. Semoga kompleks olahraga seperti di Senayan atau di Palembang bisa digunakan untuk tempat latihan yang memadai. Dan ada baiknya membuat fasilitas olah raga di kota-kota lainnya sehingga bisa lebih menciptakan atlet-atlet yang berbakat.

3. Memberi penghargaan atau bonus yang transparan untuk atlet-atlet berprestasi. Sering kali kita mendengar adanya kendala dalam pemberiaan bonus kepada atlet, apakah telat dibayar atau bonus yang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan.

4. Dan yang terpenting, memberikan jaminan hidup bagi atlet. Inilah yang saya lihat bagian terpenting untuk membuat para atlet untuk bisa lebih berkonsentrasi tanpa harus memikirkan masa depan mereka seandainya sudah pensiun. Pernah kah kita mendengar mantan juara dunia tinju kelas IBF, Ellyas Pical sekarang menjadi kurir di sebuah perusahaan? Sangat disayangkan bukan? Seorang atlet yang membawa harum nama bangsa seakan terlupakan ditelan masa.

Nah apakah DP tersebut bisa diwujudkan untuk memberikan motivasi bagi para pahlawan olah raga Indonesia? Sehingga pesta rakyat bisa terus terjadi di masa yang akan datang.

KITA BISA!

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae

wa e o, wae wa e o, wae wa e o