Kartini 3.0

Bagi perempuan Indonesia, siapa yang tidak kenal Ibu Kartini yang setiap tanggal 21 April kita rayakan? Seorang pahlawan yang berjasa mengangkat martabat kaum hawa di tanah air. Jasa Ibu Kartini akan selalu terkenang bagi kita semua; tidak terkecuali bagi kaum pria.

Habis gelap terbitlah terang. Itulah Tag Line Branding Kartini. Bisa dibayangkan apabila tidak lahir seorang Kartini, nasib perempuan Indonesia mungkin menjadi warga kelas dua yang tidak memiliki masa depan yang cerah.

Kartini 1.0 vs Kartini 3.0

Kartini 1.0 saya anggap merupakan langkah awal dalam emansipasi perempuan terhadap pria. Seorang perempuan bisa memiliki hak dan kesempatan yang sama.

Nah bagaimana versi Kartini 3.0? Apakah perempuan hanya memiliki kesempatan yang sama dengan pria? Jawaban saya TIDAK. Karena  Kartini 3.0 bisa lebih berperan dibandingkan pria.

Mengapa demikian?

Pak Hermawan Kartajaya dalam riset nya mengatakan bahwa saat ini yang mengambil peranan di dalam dunia pemasaran ialah Young, Woman dan Netizen.

Young merupakan perilaku pemuda  yang memiliki kreatifitas, yang haus dengan informasi dan bisa mempengarui gaya hidup saat ini.

Netizen siapa yang gaptek  (gagap tehnologi) saat ini, pastilah akan tertindas. Hampir semua orang gadget freak, mulai ber- chatting ria, mencari informasi bahkan mempromosikan dirinya bisa melalui media internet.

Nah bagaimana dengan Woman?

Inilah peran yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya yakni keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang banyak dipengarui oleh wanita Menurut survei, konsumsi di dalam rumah tangga sebanyak 2/3 ditentukan oleh ibu atau istri.

Pada umumnya, perempuan memiliki karakter yang berbeda dengan pria, dalam memilih suatu barang, tidak hanya dilihat dari fungsinya tapi lebih ke segi emosionalnya.

Mereka ingin merasakan pengalaman lebih terhadap produk yang dibelinya. Produk yang bisa menawarkan jasa After Sales Service, sebagai contoh, produk kecantikan bisa menawarkan spa gratis atau juga produk makanan bisa menawarkan kelas memasak secara gratis. Dan saya rasa masih banyak produk lainnya yang bisa membuat para perempuan tergoda dan memutuskan untuk membelinya.

Nah, Kartini 3.0 sudah hadir. Sudah siapkah kita bersaing untuk mendapatkan hati bagi sosok Kartini jaman ini?

Selamat Hari Kartini. Selamat Perempuan Indonesia.