Don’t Cry For Me, Barcelona

Pertandingan Semifinal Liga Champions 2013 baru saja usai dini hari tadi. 2 klub Bundesliga, Borussia Dortmund dan Bayern Munchen menciptakan final sesama Jerman di final Liga Champions 2013.

Real Madrid VS Borussia Dortmund

Pada pertandingan semifinal antara Madrid dan Dortmund sudah bisa diprediksi bahwa jalannya pertandingan akan didominasi oleh klub Spanyol tersebut. Dan memang ternyata demikian, Madrid menguasai hampir di semua lini. Tapi hasil di lapangan berbeda, walau pertahanan Dortmund sudah dibombardir oleh Ronaldo Cs namun gol baru tercipta pada menit ke 80, dan tidak tanggung-tanggung dalam kurun waktu kurang dari 5 menit tercipta 2 gol.

Sempat ada nada optimisme Madrid bisa menciptakan gol lagi, untuk dapat lolos ke final, namun sangat disayangkan akhirnya Madrid tersingkir karena tidak cukupnya waktu.

Barcelona VS Bayern Munchen

Lain cerita dengan pertandingan semifinal antara Barcelona dan Munchen. Banyak orang yakin Barcelona akan bisa membalikkan keaadaan sama seperti yang dilakukannya terhadap AC Milan. Beberapa pengamat sepakbola mengatakan masih ada harapan bagi Barcelona untuk menciptakan 4 gol tanpa balas sehingga menciptakan perpanjangan waktu.

Apa yang terjadi? Barcelona sama sekali tidak berkutik di hadapan pendukungnya sendiri. Barcelona harus mengakui keunggulan Munchen dan harus tertunduk malu dengan kekalahan 3 gol tanpa balas.

Messi Mania

Apakah memang Barcelona menjadi klub super karena faktor seorang Lionel Messi? Apakah Lionel Messi bisa membuat 10 pemain lain di lapangan menjadi tampil luar biasa?

Dalam pertandingan dini hari tadi, sang superstar, Lionel Messi memang hanya duduk manis di pinggir lapangan menyaksikan tim nya digunduli oleh Munchen.

Tanpa Messi, Barcelona terlihat kehilangan arah, tidak bertenaga dan tidak terlihat seperti klub superior yang selalu mendominasi setiap pertandingan. Seakan roh kekuatan Barcelona hilang begitu saja.

Dalam pertandingan Barcelona VS Munchen, saya ingin menarik pelajaran untuk sebuah  perusahaan. Setiap perusahaan sebagus apapun, tidak mungkin dijalankan oleh 1 orang superman dengan kata lain, tidak bisa bergantung oleh 1 orang saja.  Sama seperti Messi, mungkin di setiap perusahaan  ada 1 orang yang  sangat berpengaruh untuk bisa memberikan roh kekuatan dalam perusahaan; tapi perlu adanya kekuatan tim kerja yang seimbang; sehingga roda kelangsungan usaha bisa berjalan dengan baik. Terlepas ada tidaknya sang superstar.

Dan saya lihat Barcelona terlalu menggantungkan pada sang superstar seorang diri yang membuat mereka seakan kehilangan arah dan terasa menjadi sebuah klub sepakbola yang  baru belajar bermain sepakbola.

Mungkin orang-orang akan mengatakan:

Selamat Bayern Munchen, anda bermain LUAR BIASA

Barcelona, anda bermain di LUAR KEBIASAAN!