Love or Hate

Karena pengaruh budaya barat, maka di Indonesia pun terjangkit hari kasih sayang yang jatuh tepat pada tanggal 14 Februari dan biasa dikenal dengan hari Valentine’s day.

Pada umumnya tanggal 14 Februari dinanti-nantikan para pasangan untuk bisa merayakan dengan kekasih hatinya. Tapi mungkin sebagian orang menganggap menjadi hari yang tidak disukai atau dibencinya karena masih men”jomblo”, atau mungkin sebagian orang kesal karena sudah diputuskan oleh pasangannya. Ada juga pasangan yang telah menjalin hubungan yang cukup lama, hari Valentine dianggap hari biasa dan bukan menjadi hari yang khusus bagi mereka.

Continue reading “Love or Hate”

How Deep Is Your L O V E

L is for the way you look at me

O is for the only one I see

V is very, very extraordinary

E is even more than anyone that you adore and

Love is all that I can give to you

Love is more than just a game for two

Two in love can make it

Take my heart and please don’t break it

Love was made for me and you

Love was made for me and you

Love was made for me and you

Songwriters: KAEMPFERT, BERT/GABLER, MILT

Masih dalam suasana hari Valentine, hari yang penuh dengan kasih sayang dan cinta.

Lirik lagu di atas merupakan lagu lama mengenai cinta (LOVE) yang dipopulerkan lewat penyanyi Nat King Cole. Bisa membuat pasangan yang sedang menjalin asmara bisa semakin saling mencintai setelah mendengarkan lagu tersebut.

Bagaimana sebuah LOVE tidak hanya identik dengan sebuah pasangan antara pria dan wanita saja dalam menjalin asmara; tapi juga kita pakai dalam bahasa marketing untuk bisa menjalin asmara dengan konsumen

L O V E   your Customer:

L is Listen to your customer

Mendengarkan apa yang dinginkan konsumen merupakan salah satu bentuk peduli akan kebutuhan konsumen. Banyak marketer yang tidak berhasil dalam menciptakan sebuah produk karena kurang peka terhadap keinginan konsumen.

O is Open your heart

Sikap terbuka akan kritik. Jangan pernah merasa produk atau jasa anda yang selalu hebat. Ada kalanya kita harus menerima kritik dari konsumen. Mungkin hal ini menyakitkan, namun kalau untuk perbaikan, betapa-pun marahnya anda, kita pun harus secara bijak untuk menerimanya.

V is validate with your customer

Setelah mendengar kebutuhan dan menerima masukan dari konsumen anda; sebelum  produk atau jasa di pasarkan secara meluas di pasaran; ada baiknya melakukan validasi atau mengecek ulang apakah produk atau jasa yang dihasilkan sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen.

E is Engage with your customer

Hal terakhir merupakan, hubungan yang lebih serius. Ibarat  pasangan pria dan wanita yang tidak hanya merupakan pasangan sejoli tapi hubungan ke arah yang lebih ke pasangan suami dan istri. Sama halnya anda sebagai marketer memiliki hubungan selayaknya seperti pasangan suami istri dengan konsumen. Hubungan yang bisa saling melengkapi. Konsumen anda bisa menjadi orang yang bisa membantu dalam menciptakan sebuah produk. Bahkan konsumen anda bisa menjadi seorang super salesman untuk produk anda.

LOVE YOUR CUSTOMER, AND THE CUSTOMER WILL LOVE YOUR PRODUCT