To be Trusted Needs 2Cs

Kalau Wisatawan mancanegara datang membanjiri kota Jakarta, sudah biasa.  Akan tetapi dalam dua bulan terakhir kota Jakarta didatangi tamu-tamu istimewa.  Siapa yang sangka tamu yang datang merupakan pemain-pemain sepak bola dunia.

Dimulai dari tim nasional Belanda, yang membawa punggawanya seperti Robin Van Persie, Wesley Snijder, Arjeen Robben. Lalu pemain Belgia keturunan Indonesia Radja Nainggolan, tak ketinggalan pula pemain legendaris yang dikenal dengan sebutan tangan Tuhan, Diego Maradonna. Mereka semua datang ke Jakarta seperti selayaknya tamu negara.

Masih dengan euforia pemain-pemain di atas, bulan Juli secara tiga minggu berturut-turut giliran klub-klub Inggris berlabuh ke Jakarta dalam rangka tour-nya ke Asia.

Arsenal klub dari London dengan julukan gudang peluru memberi pelajaran pasukan Garuda dengan tujuh gol tanpa balas. Tak lama berselang, giliran Liverpool dengan sang kapten-nya Steven Gerrard mengalahkan pasukan Merah Putih dengan skor dua lawan nol.

Chelsea, sebagai tim sepakbola terakhir yang datang ke Gelora Bung Karno. Di bawah kepemimpinan pelatih kontroversial, Jose Mourinho klub asal London tersebut kembali menggoyang para pecinta sepakbola tanah air, Saya perkiraan pengalaman dari dua klub Inggris sebelumnya bisa memberikan pembelajaran yang baik untuk menahan gempuran dari para pemain Chelsea. Apalah dikata pasukan Merah Putih kembali takluk satu berbanding delapan. Seperti kebiasaan orang pada umumnya, kekalahan yang cukup telak, masih bisa dihibur dengan berhasilnya mencetak satu gol ke gawang lawan.

Trust, Commitment & Consistency

Sebagai negara pecinta sepakbola, masyarakat Indonesia cukup terhibur dengan kedatangan pemain-pemain dunia. Ini menandakan adanya Trust (kepercayaan) dari dunia luar bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tujuan. Tentu kita masih ingat kejadian bom di hotel JW Marriot beberapa tahun lalu; sehari sebelum kedatangan klub Manchester United. Sejak saat itu, kepercayaan dunia luar ke Indonesia sempat memudar. Sejalan berjalan waktu, akhirnya kepercayaan dapat tumbuh kembali.

Setelah mendapatkan kepercayaan, kita pun harus memiliki Commitment (komitmen) untuk terus mempertahankannya. Karena apabila sudah dipercaya, janganlah kepercayaan menguap begitu saja dikarenakan tidak ada komitmen.

Kita semua setuju dengan kehadiran pemain dunia, kita bisa menimba ilmu dan mendapatkan pengalaman  berharga. Oleh sebab itu, perlu adanya Consistency (konsistensi) untuk terus mau belajar dari yang lain. Program kunjungan klub sepakbola seperti ini haruslah terus bisa dilakukan secara konsisten sehingga pengalaman bertanding bisa terus diperoleh. Mungkin tidak harus perlu mengundang klub-klub besar seperti klub Inggris, cukup bisa mengundang klub-klub di Asia seperti Yokohama, Singha untuk bisa berbagi pengalaman dengan pemain kita.

Seperti apa yang kita lakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Buatlah orang percaya apa yang kita lakukan. Dan kita harus mempunyai komitmen apa yang kita lakukan dan dilakukan secara konsisten. Ke 2  hal tersebut, komitmen dan konsisten cukup sederhana untuk dilakukan, tinggal dari kita nya sendiri apakah mau untuk melakukannya sehingga kita bisa dipercaya oleh orang lain.