Jangan Pernah Bosan

3 hari yang lalu, tepatnya tanggal 2 Mei, kita peringati Hari Pendidikan Nasional.
Siapa tokoh di balik Hari Pendidikan Nasional? Siapa yang tidak kenal sosok Ki Hajar Dewantara? Beliaulah otak dan tokoh pendidikan Indonesia yang pada tahun 1922 mendirikan Taman Siswa guna mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Kalau kita hitung sampai dengan tahun ini, maka sudah berumur 91 tahun sistem pendidikan di Indonesia.

Apakah sistem pendidikan saat ini sudah lebih baik? Mungkin sebagian besar orang setuju dengan pernyataan di atas. Jaman ini, tingkat kesulitan murid-murid sekolah di Indonesia lebih sulit dibandingkan saat saya masih duduk di bangku sekolah dulu. Pada saat saya di SD tahun 80 an (jadi bisa tebak berapa umur saya…..) mata pelajaran Bahasa Inggris dan Komputer belum ada. Pelajaran tersebut saya dapatkan pada saya di bangku SMP. Sekarang, anak kelas 1 SD pun sudah mendapat pelajaran Bahasa Inggris.

Memang benar kalau dilihat dari segi kualitas kurikulum pendidikan di Indonesia pastilah jauh lebih baik dan berkembang yang selayaknya mengikuti perkembangan jaman saat ini.

Tapi yang agak mengecewakan bagi saya, orang-orang yang mengelolanya. Hampir setiap tahun atau bahkan tiap tahun entah mengapa selalu bermasalah dalam pelaksanaan ujian nasional. Seandainya Ki Hajar Dewantara, pahlawan pendidikan Indonesia masih hidup mungkin dialah yang paling sedih melihat hal ini. Apa yang beliau ciptakan dulu, seakan tidak diterapkan dengan baik jaman sekarang ini.

Hari Buruh / May Day

Sehari sebelum kita peringati Hari Pendidikan Indonesia, tanggal 1 Mei kita kenal dengan Hari Buruh Sedunia. Terima kasih untuk Bapak Presiden yang memutuskan untuk membuat tanggal 1 Mei menjadi hari libur nasional. Karena di beberapa negara, hari buruh sudah merupakan hari libur nasional.

Buruh & Pendidikan

1 Mei dan 2 Mei, bagi saya bukan merupakan suatu kebetulan, Hari Buruh dan Hari Pendidikan saling berdampingan satu dengan yang lain. Pendidikan atau keahlihan haruslah dimiliki oleh setiap orang. Banyak buruh yang memiliki standar pendidikan di bawah rata-rata. Sangatlah disayangkan, pendidikan di negara kita belum merata, padahal persaingan dengan negara-negara lain semakin kompetitf.

Saya ingin mengetuk pemerintah untuk terus menigkatkan standar pendidikan dan mengelolanya secara lebih profesional. Tingkatkan kualitas dari para pengajar dan perbanyak sekolah-sekolah gratis sehingga masyarakat yang kurang mampu bisa mendapat pendidikan yang sama.

Untuk dunia usaha, setiap perusahaan perlu menyisihkan sebagian budget nya untuk memberikan training secara berkala bagi karyawannya. Dan untuk kita pribadi, teruslah belajar, baca buku untuk dapatkan ilmu-ilmu baru.

Karena semakin banyak pekerja atau buruh dengan standar pendidikan yang semakin baik, saya yakin lambat laun demo buruh semakin berkurang.

Jangan Pernah Bosan Untuk Belajar!
Jadilah Merasa Selalu Bodoh Agar Selalu Ingat Untuk Belajar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *