Tambah Usia, Makin Bermakna

Merdeka atau Mati! Itulah kata-kata yang diucapkan oleh para pahlawan bangsa yang ingin melepaskan diri dari penjajahan.

Arti merdeka jaman sekarang bukan berarti bebas dari penjajahan dengan menggunakan senjata, tapi harus merdeka dari penjajahan korupsi dan SARA, namun disayangkan negara yang sudah berumur 74 tahun masih terbelenggu dengan adanya isu pecah belah atau egoisme politik yang ingin berkuasa.

Merek Lama

Indonesia berumur 74 tahun, saya ingin kaitkan masalah umur dengan merek dari sebuah produk. Setelah jaman revolusi industri banyak bermunculan produk yang dicap dengan merek dagang (brand). Ada yang masih bertahan sampai sekarang, dan banyak juga yang sudah tidak eksis. Ada yang bisa bertahan sampai 100 tahun namun ada juga yang bertahan hanya sampai 1000 hari.

Pertanyaannya bagaimana merek jaman dulu masih bisa bertahan sampai sekarang? Terlebih ada perbedaan generasi dari masa ke masa; jaman dulu kita kenal dengan sebutan generasi baby boomers, generasi X, dan terus berganti generasi demi generasi, yang akhirnya anak yang baru lahir di tahun 2010 dikenal dengan sebutan generasi Alpha.

Berkaca pada merek yang berdiri jaman generasi baby boomers, apakah merek tersebut sudah tidak relevan dengan generasi milenial yang ada saat ini? Benarkah merek yang sudah eksis lebih dulu tidak bisa bersaing dengan merek baru yang lebih pas dengan karakter generasi sekarang? Mengapa saya katakan demikian dikarenakan saya pernah dengar, banyak anak jaman now kalau ditawari sebuah merek yang lahir sebelum jaman mereka lahir,  jawabannya “itu produk emak gue”, “ah produknya kuno”, “ini sih bukan gue banget”.

Kenyataannya, banyak merek lama yang masih bisa bertahan sampai sekarang apabila ditangani dengan benar dan mengikuti perkembangan jaman. Saya ambil kasus lain di luar produk; contohnya bidang perfilman, di tahun 80 an mungkin kita kenal film Warkop DKI, siapa anak milenial kenal dengan Dono, Kasino, Indro? Apakah lawakan mereka hanya bisa menghibur orang-orang dulu saja? Namun apa yang terjadi?  Film Warkop DKI kembali ditayangkan dengan menyesuaikan pemonton jaman now, maka keluarlah film Warkop DKI Reborn dan tidak tangung-tanggung jumlah penonton nya mengalahkan film-film yang notabene baru diluncurkan di jaman milenial; selain Warkop masih ada beberapa film jadul (jaman dulu) lainnya semakin semarak menghiasi layar bioskop beberapa tahun terakhir ini.

Jadi para pemilik merek, jangan takut dengan perubahan perilaku konsumen saat ini; walaupun merek muncul di generasi baby boomers, kita harus tetap optimis membuat merek untuk tetap bertahan. Bagaimana sebuah merek bisa cepat beradaptasi dengan keadaan pasar, menyesuaikan dengan keinginan konsumen, jangan pernah terlambat melakukan perubahan dan selalu mempertahankan pada target konsumen utama anda menjadi kunci dalam mempertahankan sebuah merek.

Demikian dengan negara kita. Indonesia yang boleh dibilang sebagai nama merek suatu negara, harus bisa memperbaiki diri, bukan berarti umur 74 tahun semakin menjadi melambat, semakin tua, sulit berubah tetapi harusnya sudah semakin mapan dalam menghadapi tantangan dari negara lain.

Selamat Ulang Tahun Indonesia

Salam Merdeka!

Man vs Woman

Hampir setiap pecinta olah raga, apabila ditanya cabang olahraga yang ditunggu untuk ditonton pasti jawabannya sepakbola. Apalagi kalau klub-klub papan atas di Liga Eropa bertanding, dan yang pasti kejuaraan Piala Dunia atau Piala Eropa antar negara yang berlangsung empat tahun sekali.

Tapi apakah hal itu sama dengan pertandingan sepakbola yang dimainkan oleh wanita? Apakah euforia sepakbola wanita sama dengan pria? Apakah pecinta sepakbola sangat antusias menanti-nantikan pertandingan sepakbola wanita? Mungkin jawabannya tidak atau belum tentu.

 

Man vs Woman

Mungkin tidak banyak diantara kita yang menyadari bahwa bulan Juni selama 1 bulan, tengah berlangsung Piala Dunia Wanita di Perancis, yang seharusnya selevel dengan Piala Dunia Pria, karena sama-sama memperebutkan piala tertinggi sepakbola antar negara.

Secara kenyataannya, tidak banyak yang merasakan kemeriahan pesta sepakbola wanita yang berlangsung di kota mode, Perancis. Dari segi pemberitaan, segi antusias untuk nonton bareng, bahkan dari segi aktivitas promo yang dilakukan oleh perusahan-perusahaan yang biasa menjadi langganan sponsor kejuaraan sepakbola tidaklah semeriah apabila dibandingkan dengan sepakbola pria.

Pria lawan wanita, apakah selalu ada perbedaan gender yang cukup tajam? Apakah prestasi wanita selalu dianggap masih lebih rendah dari pria? Atau wanita selalu ada dibayang-bayang kehebatan pria? Apakah kaum hawa identik dengan kaum yang sering dilecehkan kaum adam? Mungkin wanita memang lebih lemah dari pria, tapi bukan berarti kaum hawa harus dibawah dibandingkan pria.

SDG 2030

Beruntung United Nations atau dikenal dengan PBB memiliki tujuan untuk 2030 yang disebut SDGs (Sustainable Development Goals) 2030; di sana terdapat 17 goals (tujuan), salah satunya mengangkat persamaan gender antara pria dan wanita.

Dalam kurun waktu 10 tahun mendatang, diharapkan pria dan wanita berdiri sejajar dan tidak ada lagi pelecahan terhadap wanita. Kaum perempuan harus memiliki persamaan hak dan kesempatan baik di bidang edukasi, lapangan pekerjaan dan jabatan di dalam perusahaan ataupun organisasi.

Sebenarnya di tahun ini pun di waktu yang hampir bersamaan, juga tengah berlangsung Piala Amerika dan Piala Afrika; tapi itupun tidak seheboh dengan Piala Dunia atau bahkan Piala Eropa. Apakah ini yang kita sebut diskriminasi? Benua Amerika dan Afrika boleh dikatakan benua yang tidak semaju dengan benua Eropa, masih banyak negara miskin di sana terutama negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Padahal pemain top dunia seperti Lionnel Messi, Firminho, Mohammad Salah yang merupakan tulang punggung di klub Eropa bermain disana.

Semoga kedepannya perbedaan antar negara kaya atau miskin, maupun perbedaan gender semakin bisa diperkecil sehingga kejuaraan sepakbola pun bisa memiliki level yang sama baik dari segi promosi, komersial, dan hadiah yang diberikan.

Terlepas piala Amerika dan Afrika, saya sendiri cukup menikmati permainan para pesepakbola wanita dari segi tehnik, strategi dan keahlihan individu yang tidak kalah dengan pesepakbola pria. Selamat Alex Morgan dan tim sepakbola Amerika Serikat yang bisa mempertahankan gelar juara dunia.

 

PEOPLE

Dalam perjalanan ke Surabaya 2 minggu lalu, di pesawat saya sempat membaca sebuah majalah yang membahas tentang bagaimana perusahaan mengelola sumber daya manusia dengan baik, bagaimana budaya perusahaan bisa membentuk karakter manusia nya, bagaimana sebuah sistem bisa membangun kedisiplinan seseorang; hal ini perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maximal bagi perusahaan.

 

Peranan perusahaan terhadap sumber daya manusia tidak hanya tanggung jawab dari departemen kepersonaliaan namun sampai di jajaran level teratas pun harus berperan aktif dalam membangun manusianya dengan melihat beberapa hal:

Passion 

Keberhasilan utama seseorang dalam melakukan pekerjaan apapun harus didasari akan kesenangan terhadap pekerjaan tersebut. Apabila seseorang bekerja tidak tumbuh dalam hatinya, maka pekerjaan yang mereka lakukan hanya sebatas tanggung jawab terhadap perusahaan saja.

Ethic

Dalam dunia usaha, karier atau kehidupan sehari-hari, setiap orang harus memiliki etika atau perilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Jangan hanya mencari kenaikan pangkat atau ambisi pribadi dengan menghalalkan segala cara tanpa memperhatikan etika dalam bekerja maupun bersosialisasi dengan orang lain.

Organised

Pekerjaan bisa dilakukan dengan benar, apabila disusun secara rapi. Terkadang kita sulit menentukan mana yang perlu didahulukan  sehingga menyebabkan perkerjaan yang ada bukan bisa diselesaikan dengan baik malah lebih berantakan. Utamakan pekerjaan yang paling penting baru hal yang kurang penting.

Positive Thinking

Kesulitan apapun bisa diatasi apabila kita memiliki pemikiran yang positif. Jangan cepat menyerah tapi kita harus melihat dari segi positifnya. Bagaimana perusahaan menciptakan budaya positif  dan optimisme di saat kondisi internal maupun eksternal tidak mendukung.

Learning

Apakah setiap orang merasa sudah paling baik? Bagaimana mereka haus akan sesuatu hal yang baru?  Inilah peran perusahaan untuk melihat apakah seseorang mau berubah untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

Execution

Hal yang terakhir dan mungkin yang paling sulit bagaimana tim kita menterjemahkan sebuah strategi menjadi kenyataan. Apakah mereka sudah cukup paham apa yang seharusnya meraka lakukan?

6 hal di atas (PEOPLE) bisa kita pakai dalam mengenal karakter dari setiap orang yang bekerja di dalam perusahaan dan bagaimana peran perusahaan dalam membangun sebuah tim yang bisa bekerja yang tidak hanya bertanggung jawab  terhadap pekerjaan; tapi ciptakanlah tim yang benar-benar mencintai  & loyal pada perusahaan di tempat mereka berkarya. Karena sumber daya manusia merupakan hal yang terpenting untuk menjalankan roda perusahaan.

Dikarenakan tulisan saya membahas tentang PEOPLE (manusia/orang), walaupun saat ini teknologi berkomunikasi bisa hanya sebatas telpon genggam, namun sebagai mahluk sosial, bertepatan dengan hari Kemenangan, ada baiknya kita tetap bersilahturami, saling bergandengan tangan dalam mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada keluarga, saudara serta kerabat handai taulan.

 

Yuk Bangkit!

Rasanya tidak pernah bosan hampir setiap tanggal 20 Mei saya selalu ingin menulis tentang Hari Kebangkitan Nasional. Entah membicarakan mengenai kebangkitan merek Indonesia, kebangkitan olah raga Indonesia, sampai pada kebangkitan pemimpin negara.

Secara kebetulan pun, tahun lalu saya menulis artikel mengenai Good Leader yang membahas tentang hiruk pikuk Pilkada untuk menentukan pimpinan daerah; dan pada di tahun pun di bulan Mei tepatnya tanggal 22 besok lusa akan diumumkan siapa yang akan menang dan memimpin Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.

Namun, sebagai warga negara Indonesia, saya sangat sedih melihat persaingan untuk mendapatkan tempat nomor 1 di Indonesia dicederai oleh berbagai unsur negatif bahkan sudah menjurus ke SARA. Setiap orang memang boleh berambisi dengan sesuatu yang akan dicapainya; akan tetapi harus didasarkan dengan jiwa terbuka dan mau menerima apapun hasilnya.

Kebangkitan Olahraga Indonesia

Di tengah situasi politik yang memanas, 1 hari sebelum hari Kebangkitan Nasional, kita mendapatkan kabar yang cukup menggembirakan; sprinter andalan Indonesia, Muhammad Zohri kembali mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil menjadi pelari Indonesia yang bisa bertanding di ajang kejuaaran dunia dan olimpiade. Tak banyak atlet Indonesia yang bisa menembus persaingan di tingkat dunia.

Sama hal nya dengan tim bulutangkis Indonesia yang saat ini sedang bertanding dalam Sudirman Cup di China; kita semua berharap Indonesiabisa bangkit untuk bisa meraih piala beregu yang sudah lama tidak direbut. Terakhir kali Indonesia bisa merebut piala beregu di tahun 2002 untuk piala Thomas. Selama 19 tahun tak satupun gelar beregu dapat diraih oleh Indonesia bahkan 2 tahun lalu merupakan tahun prestasi terjelek bagi bulutangkis Indonesia yang tidak lolos ke babak selanjutnya di Piala Sudirman. Sedih memang, Indonesia yang sejak tahun 70 selalu mengukir prestasi di bulutangkis beregu seakan tidak berdaya di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Ayo Bangkit! Bangkit! Bangkit! Dan Bangkit lagi! Jangan ada kata menyerah. Seandainya Muhammad Zohri bisa membuat olah raga Indonesia bangkit, demikian pula untuk tim beregu bulutangkis harus nya bisa bangkit kembali. Menempati sebagai unggulan ketiga di Piala Sudirman bukan secara otomatis Indonesia bisa dengan mudahnya meraih impian untuk juara atau minimal masuk final, tapi Indonesia masih harus melewati rintangan yang cukup berat. Satu persatu pertandingan perlu dilewati, target pertama sudah pasti menjadi juara grup di penyisihan untuk mendapatkan tiket 8 besar, dengan status juara grup seharusnya Indonesia dalam babak 8 besar, bisa mendapatkan lawan dari grup lain yang relatif lebih mudah karena berstatus peringkat kedua, lalu lewat dari sana sudah pasti akan melawan raksasa dunia, yakni Tiongkok atau Jepang. Bisa lolos dari sana, tinggal 1 pertandingan untuk merebut kembali piala yang dirindukan. Ah itu memang baru impian………….tapi sebuah mimpi bisa jadi kenyataan.

Hal lain yang cukup membuat kita bangga, setelah sukses menyelenggarakan pesta olah raga terbesar se Asia tahun lalu, Indonesia juga memberanikan diri untuk mencalonkan menjadi tuan rumah olimpiade untuk talun 2032. Ini menandakan Kebangkitan Indonesia, dan Kebangkitan kita bersama untuk mensejajarkan posisi Indonesia di tingkat dunia.

Kebangkitan Politik Indonesia

Kebanggaan kita tidak terlepas melihat Indonesia bisa bangkit baik di dalam perekonomian, persaingan merek, olah raga dan yang terpenting bangkit untuk berubah dalam urusan politik yang tidak sehat.

Buanglah jauh-jauh pemikiran yang bisa memecah belah persatuan Indonesia, kita harus bangkit dan bersama-sama membangun Indonesia untuk bisa lebih bersaing dengan negara lain; karena lawan kita bukan di dalam tapi ada di luar sana. Ayo bersatulah para elit politik Indonesia!

Salam Kebangkitan Indonesia; Kebangkitan Kita Bersama!

 

Golput vs Golpung

2 hari menuju tanggal 17 April, 2 hari menuju Pemilihan Umum (Pemilu), 2 hari menuju pemilihan pemimpin yang akan membawa Indonesia dalam 5 tahun ke depan.

Setelah kurang lebih hampir 6 bulan ber kampanye; malam kemarin merupakan hari terakhir ber kampanye dengan diakhiri dengan debat ke 5 capres cawapres Pemilu 2019. Banyak janji, harapan serta impian yang dikemukakan dalam debat malam kemarin. Terkadang bersifat menyerang atau mengeritik, ada pula yang mempertahankan pendapatnya.

Hantu Pemilu

Dari tahun ke tahun Pemilu selalu dihantui oleh segelintir orang yang tidak mau menentukan pilihannya alias Golput. Entah kenapa mereka sampai tidak mau memilih, apakah calon-calon yang ada benar-benar tidak bisa mewakili kepentingan segelintir orang tadi? Atau mereka hanya ingin membuat suasana menjadi tidak kondusif? 

Menurut catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tercatat sampai hampir 25% di tahun 2014 yang tidak memilih atau tidak sah dalam memilih bahkan di tahun 2009 angka Golput bisa mendekati 30%. Apakah di tahun 2019 hantu Pemilu bisa semakin menurun atau bahkan bisa lebih tinggi dibandigkan tahun 2009?

Golput vs Golpung

Kita sebagai warga negara yang baik, yang masih tinggal di Indonesia, yang merasa menjadi warga Indonesia sudah sepantasnya kita mendukung Pemilu dengan cara memilih salah satu paslon. Walaupun mungkin tidak ada paslon yang 100% sesuai dengan hati nurani kita. Tapi demi negara Indonesia, kita wajib mendukung Pemilu dan bukan menjadi segelintir orang Golput yang tidak berani menentukan pilihannya.

Banyak hal yang kita bisa lakukan dalam mendukung Pemilu salah satunya sediakan waktu tanggal 17 April nanti untuk mencoblos paslon presiden & wakil serta wakil legislatif yang mempunyai kompetensi dalam membangun Indonesia ke depan.

Dalam dunia usaha pun dalam menyukseskan Pemilu, banyak perusahaan yang menawarkan promo menarik apabila bisa menunjukan jari yang sudah ada tanda resmi sudah mencoblos entah berupa potongan harga, produk gratis, beli 2 dapat 1, dan promo menarik lainnya. Walaupun banyak program promosi yang ditawarkan, tapi kita harapkan masyarakat bukan hanya mengejar benefit untuk pribadinya sendiri tapi benar-benar memilih secara jujur dan obyektif karena pilihan kita bisa menentukan Indonesia ke depannya.

Daripada kita menjadi segelintir orang yang tidak peduli, Golput, lebih baik kita menjadi Golpung, Golongan Pendukung. Tapi di sini bukan untuk mendukung salah satu paslon, karena kampanye sudah lewat; tapi lebih mendukung bagaimana masyarakat mau berpartisipasi dalam memilih pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju.

Yuk! Dalam masa tenang 2 hari ini, kita berkampanye untuk tidak menjadi Golput; tapi jadilah Golpung. 

 

Seorang Pemimpin

Awal bulan Maret saya berkesempatan mengunjungi kota Makasar, yang kita kenal sebagai ibukota Sulawesi Selatan. Adapun tujuan saya pergi ke Makasar selain ingin melihat kondisi pasar di sana, saya menghadiri rapat kerja nasional Indonesia Marketing Association (IMA), sebuah organisasi marketing yang didirikan oleh Bapak Hermawan Kartajaya 23 tahun yang lalu.

Selain menjadi anggota IMA, saya pun berperan sebagai pergurus dalam organisasi tersebut; dan saya  merasakan banyak manfaatnya bisa bergabung dalam IMA; salah satu diantaranya kita mengenal banyak orang, menambah wawasan baru dan bisa bertemu dengan para pimpinan pemerintah, mulai dari bupati, walikota, gubernur sampai ke tingkat menteri.

Bersama Pak Walikota

Dalam acara rakernas di Makasar pun, saya berkesempatan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Nurdin Abdullah dan sempat dijamu di rumah Walikota Makasar, Bapak Danny Pomanto. Suatu pengalaman yang sangat berharga tentunya. Terlepas bisa bertemu, pengalaman yang tidak bisa dilupakan saya bisa banyak belajar bagaimana cara mereka memimpin dan sikap kepemimpinannya dalam membangun propinsi dan kotanya.

Apa yang perlu kita lihat dari sikap seorang pemimpin?

Visionary: seorang pemimpin haruslah memiliki visi ke depan yang jelas untuk meningkatkan daya saing dan harus memiliki tujuan untuk menyejahterakan orang banyak.

Transparent & Trustworthy: seorang pemimpin harus bisa terbuka dalam segala tindakan yang dilakukan; tidak perlu ditutup tutupi. Dan yang terpenting seorang pemimpin harus bisa dipercaya.

Technology Savvy: perkembangan jaman pada umumnya diikuti oleh tehnologi. Seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dengan kemajuan tehnologi, jangan menjadi pemimpin yang gaptek alias gagap tehnologi. Jangan sampai istilah “Unicorn” menjadi pembicaraan banyak orang setelah debat calon presiden kemarin.

Memiliki visi, bersikap terbuka dan dipercaya serta mengikuti perkembangan tehnologi yang saya lihat dari pemimpin kota Makasar tersebut. Di bulan depan kita harus memilih pemimpin yang tepat untuk kemajuan Indonesia.  Pilihlah sesuai dengan hati nurani kita masing-masing; bagi saya setidaknya ke 3 hal di atas, bisa dijadikan acuan kita dalam memilih pemimpin secara obyektif. Pemimpin yang mau kerja, kerja dan kerja bagi kemajuan Indonesia.

 

 

Cinta

Judul CINTA di atas bukan dikarenakan bulan Februari yang dikenal dengan hari kasih sayang. Namun secara kebetulan pada artikel kali ini, saya ingin menulis tentang bagaimana seseorang ingin melakukan perubahan dalam dirinya.

Dan setelah saya simpulkan tanpa sengaja bisa membuahkan kata CINTA yang pas dengan hari nya orang-orang yang sedang merayakan hari Valentine.

C: Change yourself. Lupakan ego dalam diri anda, ubahlah sikap yang kurang baik dalam diri anda, dengan cara berani untuk merubah untuk menjadi lebih baik.

I: Improve your skill. Tidak ada kata untuk berhenti untuk belajar; walaupun kita sudah memiliki sejumlah gelar, dan usia yang sudah semakin bertambah, tapi kita harus tetap mengasah kemampuan kita agar tidak tertinggal dengan kondisi jaman sekarang.

N: Never give up. Dalam setiap kehidupan pastilah ada pasang surut nya; namun seandainya kita gagal dalam suatu hal, janganlah cepat menyerah. Kita harus bangkit untuk menjadikan kegagalan menjadi kesuksesan.

T: Talk with your heart. Ada pepatah yang mengatakan lidah tak bertulang, perkataan kita bisa saja menyakiti seseorang. Berbicaralah dengan kata-kata yang baik sehingga tidak membuat lawan bicara anda tersakiti.

A: Align with others. Sebagai mahluk sosial , kita tidak bisa hidup sendiri. Kita harus bisa beradaptasi dengan orang lain sekitar kita. Jangan membuat permusuhan namun buatlah pertemanan. Kita tidak pernah tahu siapa tahu kita memerlukan mereka kedepannya.

ke- 5 hal di atas “CINTA” bisa kita coba untuk menjadikan pribadi yang lebih baik. Dan lakukan itu dengan sepenuh hati karena cinta, (dalam arti sebenarnya), memberikan arti dalam kehidupan manusia.

 

Yes I did It

Membuat kaget seseorang terkadang menyenangkan, walaupun ini bukan merupakan April Mop karena memang masih 2 bulan lagi kita memasuki tanggal 1 April. Namun, pada bulan lalu saya sempat memberikan kaget salah satu tim saya karena tingkah laku mereka yang lebih dahulu membuat kaget saya.

Reward & Punishment

Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa saling mengagetkan? Di bulan Desember, saya sangat bersyukur karena mendapatkan penghargaan sebagai The best marketing dalam sektor FMCG. Nah ini mulai awal ceritanya, saya pikir dalam acara penyerahan penghargaan tersebut hanya diketahui oleh rekan kerja saya saja; tapi ternyata tim saya mengundang ibu dan kakak saya dalam acara tersebut tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Mungkin mau memberikan kejutan untuk saya. Well, sebenarnya tidak apa-apa bagi saya; karena mereka ingin membuat keluarga saya bangga atas penghargaan yang saya terima.

Tapi karena saya merasa tidak dikasih tahu, maka timbul ke isengan saya untuk membuat mereka kaget semacam balas dendam sepertinya. Pada akhir acara, saya langsung mengatakan kepada mereka akan saya berikan SP. Pada umumnya di dunia kerja SP (Surat Peringatan) itu merupakan momok yang menakutkan dikarenakan karyawan melakukan kesalahan atau kelalaian dalam perkerjaannya.

Mungkin mereka anggap saya hanya becanda. Tapi berselang satu minggu setelah acara, saya benar-benar mengeluarkan SP bagi mereka. Tapi SP disini bukan untuk menghukum mereka dengan memberikan peringatan, tapi SP nya Surat Penghargaan.

Cukup kaget sih mereka menerima SP tadi, karena surat nya dibuat secara resmi dikeluarkan oleh perusahaan dengan ada catatan SP di wajah depan amplopnya. Yes I did it, saya berhasil. Pertandingan menjadi 1-1.

Inti dari tulisan ini, terkadang dalam setiap pekerjaan memang harus ada penghargaan apabila memang karyawan telah melakukan pekerjaan nya dengan baik, tapi kita pun harus tegas memberikan peringatan atau hukuman apabila mereka lalai. Tinggal bagaimana mengkomunikasikan kepada bawahan kita apakah dengan hal yang serius atau ada sedikit dengan lelucon seperti yang saya lakukan. Just for fun, suatu hal yang bisa kita gunakan dalam membuat suasana kerja menjadi lebih santai dan menarik.

Maaf ya my team, tapi saya mengapresiasi atas usaha dan tujuan anda.