Kado Terindah

Mungkin penyakit yang paling ditakuti saat ini terjangkit penyakit Covid 19; sudah hampir 1 tahun virus ini menyerang seluruh dunia dan sampai saat ini vaksin nya masih dalam tahap uji coba.

Walaupun saya dan istri sudah menjalani protokol kesehatan, namun tepat tanggal 28 Agusutus 2020, kami berdua dinyatakan positif terkena Covid 19. Perasaan kami menjadi kacau balau, takut akan terjadi sesuatu yang menakutkan.

Lalu kami berdua menjalani isolasi mandiri di rumah, karena kami termasuk orang tanpa gejala (OTG). Tepat 1 minggu, tepatnya tanggal 4 September 2020, kami berdua menjalani test PCR kedua, kami yakin akan kesembuhan karena selama seminggu, kami sudah menjalani semua yang disarankan dokter, kerabat dengan melakukan banyak hal; mulai dari berjemur, minum vitamin termasuk minum obat tradisional,  kumur pakai air garam, sampai mencampur minuman dengan minyak kayu putih pun kami jalani. Namun seakan semua sia-sia, karena hasilnya pun masih positif. Kecewa kedua kami alami lagi.

 

 

Lalu dokter pun menyarankan untuk mengambil test setelah 14-21 hari lagi, karena pada umumnya virus akan mati setelah minggu ketiga atau hari ke 28. Lalu kami putuskan, akan mengambil kembali lagi pada saat sudah memasuki hari ke 28, yakni 21 hari setelah test kedua.

Apabila dihitung dari pertama kali kami dinyatakan positif tanggal 28 Agustus, maka tanggal 25 September sudah masuk hari ke 28, dan kami pun test PCR untuk ketiga kalinya; kami mengambil test yang keluar 1×24 jam. Puji Tuhan kami mendapatkan kabar gembira, keesokan harinya tanggal 26 September 2020, kami berdua sudah dinyatakan negatif; dan bertepatan dengan hari ulang tahun istri saya. Kami sangat bersyukur apa yang kami lakukan selama 28 hari tidak sia-sia, kami sembuh, kami bisa melewati masa sulit ini. Kado terindah bagi kami berdua.

Dalam tulisan saya kali ini, saya pun ingin berbagi pengalaman diri saya dan istri. Bukan maksud menggurui, tapi kami lakukan konsep BPJS dalam melawan virus Covid 19, yang mungkin bisa diterapkan seandainya ada yang terkena, walaupun memang tergantung dari gejala masing-masing orang:

  1. Berolah raga dan Berjemur secara teratur karena bisa meningkatkan daya tubuh
  2. Pastikan asupan makanan begizi, termasuk minum vitamin
  3. Jangan terlalu banyak mendengar dan membaca berita tentang Covid, karena terkadang banyak informasi yang simpang siur kebenarannya; pada umumnya jadi membuat stress yang justru bisa menurunkan daya tahan tubuh
  4. Semangat dari rekan, kerabat dan saudara sangatlah membantu kami dalam memulihkan penyakit dan Serahkan kekuatiran kita kepada Yang Kuasa, karena walaupun kita sudah melakukan banyak hal atas anjuran dokter, tapi berkat Tuhan lah obat diatas segalanya.

Terima kasih atas dukungan, doa dan perhatian yang diberikan selama kami sakit. Kami hanya bisa membalasnya dengan berdoa agar kita semua diberikan kesehatan.

Salam Sehat.

 

50 Tahun Mempercantik Indonesia

Hari ini Martha Tilaar Group (MTG), perusahaan kecantikan di Indonesia, genap memasuki usia emas nya. 50 tahun perjalanan dari hanya sebuah perusahaan keluarga menjadi salah satu perusahaan yang menghiasi perjalanan Indonesia melalui kreasi kecantikannya.

Berbagai kegiatan untuk merayakan hari ulang tahun sudah disiapkan sejak tahun lalu; namun siapa yang menyangka tahun ini seluruh bangsa termasuk Indonesia mengalami duka yang mendalam. Virus corona memporak poranda segala aktivitas yang sudah direncanakan; dan sudah pasti perayaan 50 tahun pun ikut berdampak.

Hal Positif

Saya sebagai salah satu panitia dalam perayaan ulang tahun MTG, sudah membayangkan betapa indah dan megah nya kegiatan yang akan kita lakukan. Saya sudah bermimpi akan kesuksesan acara yang pasti bisa menjadi perbincangan di kalangan media, konsumen maupun pemangku jabatan (stakeholders).

Namun saya harus bangun dari mimpi saya, pada bulan Maret, secara resmi Pak Jokowi mengatakan virus corona sudah masuk ke Indonesia, sampai akhirnya pemerintah mulai panik karena hari demi hari virus yang menakutkan itu menyebar dengan begitu cepat di Indonesia.

Akhirnya perusahaan memutuskan untuk memberhentikan semua kegiatan yang akan kita lakukan karena tidak ada kejelasan sampai kapan virus corona bisa hilang.

Kita diingatkan oleh Tuhan, di saat berusia 50 tahun, kita tidak boleh merasa jumawa. Dulu kita pernah berjaya dengan menduduki puncak kejayaan, hampir semua orang di Indonesia pasti tidak asing dengan nama Sariayu atau Martha Tilaar.  Namun dengan semakin ketatnya persaingan dan keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kita yang dulunya di atas bisa berputar seperti roda. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi hari esok, 50 tahun lagi, bahkan 50 menit kedepan. Yang pasti kita tahu, Tuhan pasti memiliki rencana terbaik buat kita semua.

Meriah Namun Berbeda

Perayaan 50 tahun hari ini tetap dilakukan dengan cara yang lebih sederhana tapi bagi saya memberikan makna tersendiri. Dengan situasi pandemi, rasa persaudaraan dan kekeluargaan di perusahaan terasa semakin kuat. Masing-masing dari kita merasakan hal yang sama. Kenapa badai terjadi di saat MTG berusia 50.

Mungkin ini merupakan bagian perjalanan MTG yang harus kita lalui;  saya percaya dengan kejadian ini, menjadikan perusahaan semakin solid, mawas diri dan tetap berinovasi untuk selalu mengharumkan bumi pertiwi. Kita yakin badai pasti berlalu, dan kapal MTG bisa terus berlayar sampai tahun-tahun mendatang.

 

Terima kasih akan tehnologi yang ada, sehingga perayaan ulang tahun emas bisa dinikmati oleh para karyawan di luar kantor pusat bahkan tim MTG di Brunei pun bisa ikut merayakan bersama-sama.
Terima kasih untuk teman-teman panita yang sudah memutar otak untuk merubah seluruh rangkaian acara yang sudah direncanakan.
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menjadi bagian perjalanan Martha Tilaar Group.
Terima kasih Tuhan yang mengingatkan kami semua untuk tetap rendah hati.

 

 

 

 

 

Logo Penuh Arti

Apakah suatu merek dikenal melalui nama merek itu sendiri, atau cukup dengan melihat logo dari merek tersebut? Terkadang logo dari merek tersebut merupakan tulisan dari merek nya sehingga memudahkan untuk mengingat nya. Namun banyak merek memakai logo tersendiri dalam mengenalkan merek nya tersebut.

Siapa yang tidak mengenal logo dengan huruf kuning M? Cukup melihat huruf tersebut kita sudah mengetahui bahwa logo itu dari rumah makan cepat saji McDonald. Atau logo produk olahraga terkenal Nike yang memiliki logo seperti garis berbelok seperti contreng yang dikenal dengan sebutan Swoosh. Lain halnya dengan perusahaan tehnologi asal Korea, Samsung dimana merek dan logo nya digabungkan menjadi satu kesatuan.

Source Internet

Logo terkadang tidak hanya sekedar tulisan, gambar atau hiasan semata, banyak logo dijadikan sebagai jiwa dari sebuah merek.  Kita bisa ambil contoh di saat pandemik, banyak kreasi unik dari logo merek terkenal; apakah itu yang diciptakan oleh pemilik merek itu sendiri, atau diciptakan oleh ilustrator yang menjadikan logo merek menjadi meme marketing atau bahasa gaul nya disebut “plesetan”.  Melalui kreativitas seperti ini, sebuah merek seakan ikut ambil bagian dalam memberikan dukungan serta berkampanye guna memerangi virus corona.

Source Internet


HUT RI 75

Setiap tahun pada umumnya suatu negara merayakan hari kemerdekaan nya. Demikian di Indonesia yang tahun ini merayakan hari ulang tahun nya yang ke 75; sama seperti tahun-tahun sebelumnya, logo Hari Kemerdekaan pun diciptakan.

Logo HUT 75 tahun pastilah memiliki arti atau makna tersendiri sesuai dengan makna yang ingin disampaikan. Si pencipta logo atau kreativitas nya patut di apresiasi, karena tidak sembarang orang mampu menterjemahkan sebuah makna yang akan dikomunikasikan kepada khalayak ramai.

Namun sangatlah disayangkan di saat Indonesia berusia ke 75, masih ada saja segelintir orang yang ingin merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memasukkan unsur SARA di dalam logo HUT RI tahun ini. Ayolah Indonesia, jangan terbelenggu dengan urusan yang bisa memecah keutuhan bangsa. Saatnya untuk bersatu dan fokus menyatukan keberagaman untuk memperkuat jati diri Indonesia.

Mudah-mudahan logo HUT 75 tahun, bisa membuat merek Indonesia (nation branding) menjadi negara yang dikenal sebagai negara yang mengedepankan persatuan dan kesatuan dengan memiliki kekayaan alam, keragaman budaya, dan keramah tamahan penduduknya.

Selamat ulang tahun Republik Indonesia, Dirgahayu Negeriku, Indonesia

 

 

Sebuah logo bisa memberikan makna yang cukup mendalam,

Sebuah logo bisa mengkomunikasikan maksud dan tujuan,

Sebuah logo bisa mewakili visi dan misi merek.

 

 

THR

Siapa yang tidak senang apabila mendengar kata THR? THR merupakan sesuatu yang kita tunggu-tunggu apabila hendak merayakan hari raya keagamaan dan pada umumnya dibagikan pada saat  Hari Raya Idul Fitri.

Pandemik Covid 19 memang cukup berdampak bagi kehidupan sosial kita, tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, sosial dan budaya; namun terjadi juga pada kehidupan beragama. Berapa banyak hari raya ke-agamaan yang kita lalui dengan memperingatinya di luar tempat ibadah? Mungkin di awali dengan Hari Raya Paskah, Hari Raya Idul Fitri dan besok kita pun akan merayakan Hari Raya Idul Adha.

Tidak seperti saat merayakan Hari Idul Fitri pada bulan Juni lalu, sejalan dengan waktu dalam memasuki era new normal, maka pemerintah mulai melonggarkan aturan dalam mengatasi pandemik ini; banyak hal yang mulai berjalan seperti biasa termasuk saat merayakan Hari Raya Idul Adha.

Walaupun saat Hari Raya Idul Fitri kita tidak berkangen ria dengan sanak saudara di kampung halaman, namun akan lebih baik kita Tunda kembali pulang ke kampung halaman karena masih tingginya orang terkena virus corona. Hal kedua, tetap Hindari diri dari keramaian, selalu jaga jarak. Walau terkadang di saat Idul Adha pada umumnya ada acara memotong kurban yang notabene bisa terjadi keramaian saat itu. Hal terakhir yang perlu dilakukan, selalu Rajin membersihkan tangan dan selalu pakai masker saat berinteraksi dengan orang di sekitar kita.

Semoga dengan adanya THR versi baru, kita tetap terhindar dari virus yang cukup menakutkan saat ini.

Selamat Hari Raya Idul Adha. Kita doakan agar pandemik bisa dapat segera berakhir, dan roda kegiatan bisa kembali normal.

WFH: Positif atau Negatif

Dalam mengatasi pandemik covid 19, salah satu caranya dengan melakukan kegiatan di rumah. Baik itu dalam pekerjaan kantor, bersekolah bahkan beribadah pun dilakukan di rumah

Bagaimana kita sebagai pelaku usaha menyikapi keadaan seperti ini? Saya ambil contoh para pekerja yang biasa harus bekerja di kantor, ketemu orang di luar, mengontrol pekerjaan di lapangan; harus mengalami sesuatu yang berbeda.

Apakah segala sesuatunya jelek? Atau mungkin ini merupakan hal yang akan menjadi biasa? Pasti ada segi positif dan negatif nya.

Pertama ambil positifnya, yang bisa saya singkat menjadi PSBB

  • more Productive

saya merasakan bekerja di rumah bisa lebih produktif; karena tidak terganggu dengan hal-hal yang merusak konsentrasi apabila kita lakukan di kantor.

  • Stressless

bekerja di kota seperti Jakarta, dengan kepadatan lalu lintas bisa menyebabkan tua di jalan, tapi dengan di rumah; kita tidak usah menghadapi kemacetan ibukota.

  • Being a good learner

semenjak hampir semua industri tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah; salah satu jenis usaha yang berdampak adalah seminar dan training. Tapi beruntung dengan adanya tehnologi dan koneksi internet, sebuah seminar masih dapat dilakukan melalui online; sehingga kita tidak harus pergi ke tempat tertentu untuk mengikutinya, sekarang cukup buka komputer atau gadget di rumah untuk mendengarkan seminar.

  • Balance your life

sibuk bekerja di luar rumah, kemacetan jalan yang bisa membuang waktu, bisa mempengaruhi hidup kita. Bagaimana kita menyisakan waktu untuk keluarga, bagaimana kita meningkatkan gaya hidup sehat dengan berolah raga, seakan tidak ada waktu tersisa untuk itu semua. Tapi dengan aktivitas di rumah, saya merasakan bisa melakukan kesemuanya itu dengan lebih teratur.

Nah sifat negatifnya pun ada, bisa disingkat jadi SDM

  • Social distancing

sebagai mahluk sosial, kita kehilangan interaksi langsung dengan rekan kerja, sahabat maupun saudara; walau kita bisa lakukan on line meeting, tapi tetaplah tidak sama apabila kita bertemu langsung saling menjabat tangan, bahkan bisa bercipika cipiki.

  • Do it yourself

sebenarnya ini pun bisa menjadi segi positif dikarenakan kita tidak tergantung dari orang lain. Tapi terkadang, pekerjaan yang biasa kita bisa delegasikan ke orang, seperti kerjaan administratif harus kita lakukan sendiri, contoh membeli materai, melakukan fotokopi ataupun pekerjaan admin lainnya yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan sendiri.

  • lack of Monitoring

nah segi negatif yang saya lihat paling penting, kurang nya pengontrolan terhadap tim kerja kita, apakah memang mereka sudah melakukan pekerjaan nya sesuai dengan apa yang kita inginkan, atau apakah mereka mencuri-curi waktu untuk melakukan kegiatan di luar pekerjaannya.

Semoga Working From Home (WFH) ini bisa menjadi kehidupan normal kita selanjutnya; tinggal bagaimana hal negatif di atas bisa kita atasi sehingga WFH bisa memberikan banyak manfaat dari segi positifnya.

 

Bangkit Indonesia

Sudah hampir 3 bulan bangsa kita diserang virus covid 19. Membuat roda perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang cukup tajam; terlebih akibat dengan aturan pemerintah yang mengharuskan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sebagian besar kota di Indonesia sehingga aliran uang tidak bisa berputar dengan baik. Kapan pandemik covid 19 akan berakhir? Apakah kita akan terus terkurung seperti ini dengan jangka waktu yang cukup lama?

Kebangkitan Nasional

Indonesia mungkin pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1998, yang lebih disebabkan karena kondisi keuangan dunia, bahkan di tahun tersebut pada bulan Mei, kita masih ingat Presiden Soeharto harus turun tahta setelah 32 tahun memimpin Indonesia.

Apabila kita melihat sejarah Indonesia, bulan Mei tepatnya tanggal 20 tahun 1908 kita ikrarkan hari Kebangkitan Indonesia, hari yang sungguh berarti untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia saat itu. Dengan peristiwa krisis 1998 dan lengsernya kekuasaan orde baru, hal ini membuat Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang bersifat demokratis.

Lipstik Dua Warna vs Produk Kesehatan

Sama seperti krisis yang dialami Indonesia di tahun 1998, semua perusahaan pun kena dampaknya. Banyak perusahaan yang harus gulung tikar, mem-PHK karyawannya, melakukan restrukturisasi pinjaman dan kegiatan lain yang perlu dilakukan guna menyelamatkan perusahaannya.

Dalam tahun 1998, perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan, Martha Tilaar Group (MTG) pun mengalami hal yang sama, bagaimana bisa mempertahankan usahanya di tengah krisis yang melanda. Berkat inovasi yang dibuat MTG dengan mengeluarkan lipstik dua warna nya, maka perusahaan yang tahun ini genap berusia 50 tahun bisa tetap bertahan. Ini dipengaruhi perubahan perilaku konsumen yang biasa membeli lipstik import menjadi lipstik lokal; saat itu kurs US$ naik sampai 9 kali lipat. Dan dengan adanya lipstik tersebut, konsumen cukup membeli satu lipstik dengan 2 warna sekaligus. Cukup hemat bukan?

Deja vu terjadi kembali di tahun 2020, setelah 22 tahun, krisis menghantui kembali. Kalau tahun 1998, kita lebih tahu musuh terbesar hanya masalah keuangan yang dimainkan oleh segelintir orang yang ingin menguasai perekenomian dunia; namun kali ini lawan yang kita hadapi benar-benar belum jelas bagaimana mengatasinya. Mungkin beberapa tahun lalu, banyak virus yang bermunculan, seperti MERS, SARS; namun penyebaran dan korban jiwa tidak sedahsyat covid 19.

Apabila MTG di tahun 1998 tidak hanya bisa bertahan, tapi perusahaan bisa tetap memperkerjakan karyawan dengan meningkatnya penjualan sang lipstik tadi. Bagaimana dengan tahun 2020, apakah kenangan indah itu terulang kembali? Saat ini, memang perusahaan berusaha bertahan dengan merubah fasilitas produksi dari produk kecantikan ke produk yang berunsur kesehatan; dan berharap MTG tetap bisa memberikan lapangan kerja untuk karyawannya sama seperti yang terjadi di tahun 1998.

Hari ini hari Kebangkitan Nasional, seharusnya kita bisa mengikrarkan kembali, Indonesia harus memperjuangkan kemerdekaan dalam melawan virus. Apakah sama seperti apa yang dilakukan Budi Utomo di tahun 1908? Tentu tidak, kita sebagai warga Indonesia cukup mematuhi kebijakan pemerintah; jangan menganggap remeh penyebaran virus ini, karena sampai sekarang kenaikan orang yang terkena virus belum menunjukkan penurunan.

Ayo Indonesia, kita harus segera bangkit!

Salam Hari Kebangkitan Nasional! Salam Hari Bangkit Indonesia!

 

We Fight the Virus

Hari Minggu lalu saya cukup sedih melihat kota Jakarta seperti kota mati. Saya sempat jalan ke salah satu mal di Jakarta Pusat karena ada keperluan mendesak. Sehingga saya pun sedikit nekat, walau sudah dihimbau untuk tinggal di rumah.

Jalanan protokol ibukota yang biasa dipadati oleh kendaraan, berjuang mencari parkir di mal seakan hilang tertelan serangan virus corona. Pas saya masuk ke dalam, inilah yang membuat saya tertegun, tidak banyak orang yang lalu lalang, hampir di semua tempat makan, meja hanya terisi 1-2 tamu saja. Sedih melihat kondisi saat ini, terlebih kita sempat percaya bawasannya virus yang menghantui di beberapa negara tidak sampai ke negara kita.

 

Bagaimana kondisi ke depan

Apakah tahun ini menjadi tahun tersulit bagi ekonomi dunia? Bagaimana kita bisa bertahan kalau roda perekonomian berhenti seperti kondisi sekarang? Semua penuh keraguan menatap masa depan kalau virus ini masih menyerang kita semua.

Namun sebagai pelaku bisnis, harus tetap optimis karena mungkin sebuah ancaman bisa kita jadikan peluang; ada beberapa hal yang harus bisa kita lakukan:

B eradaptasi dengan kondisi sekarang, yang biasanya kita sering aktif keluar harus mulai menahan diri untuk tetap di rumah. Yang biasa sangat antusias bekerja ketemu orang dan harus lakukan rapat dengan orang di kantor, namun kita ubah cara nya; dengan tehnologi kita bisa tetap bisa saling berkomunikasi dengan mereka semua tanpa harus ketemu di kantor.

I ngat kebutuhan konsumen anda. Setiap usaha bisa berjalan kalau barang anda ada yang beli. Ada penjual dan pembeli. Apakah dengan adanya virus, kita tidak bisa berjualan? Apakah konsumen tidak memerlukan barang kita? Mungkin memang terjadi penurunan pembelian karena konsumen pun mulai membatasi pergi keluar. Tapi kita harus tetap bisa menawarkan produk atau jasa kita melalui jalur lain salah satu nya melalui online dan kita tawarkan jasa pengiriman, sehingga konsumen tetap tinggal aman di rumah. Kita pun bisa melihat peluang apa yang diperlukan masyarakat saat ini, entah apa bisa produksi sendiri atau bisa saling bekerja sama dengan para pemasok. Kuncinya bagaimana kecepatan kita membaca sebuah momentum.

S emangatkan tim kerja anda. Banyak pekerjaan atau aktivitas kantor yang bisa dilakukan di luar kantor atau dari rumah (working from home), tapi tidak semua pekerjaan bisa dilakukan seperti itu. Ada rekan kerja kita yang tidak bisa bekerja dari rumah dalam menjalankan pekerjaannya. Nah disini peran kita untuk memberikan semangat dan dukungan kepada mereka, agar tetap termotivasi untuk bekerja dengan baik. Selain itu, tidak hanya sekedar berikan semangat, kita perlu sediakan perlengkapan kesehatan dan fasilitas pendukung bagi mereka yang menjadi garda terdepan.

A mankan posisi keuangan terutama uang kas. Sebaiknya mulai mengurangi biaya atau menunda kegiatan yang bisa mengeluarkan banyak biaya. Karena kita tidak mengetahui sampai kapan virus ini akan berakhir. Lebih baik kita memegang uang kas yang sewaktu-waktu bisa diperlukan.

Kita doakan agar bencana ini dapat segera berakhir, dan kondisi menjadi normal kembali.

Kita lawan virus corona: B I S A!   B I S A!   B I S A!

Kita sehat, tetap semangat, Indonesia kuat!

 

Human 4.0: DAMO

Selamat tinggal tahun lalu

Selamat datang tahun baru

Tahun 2019 penuh kenangan,

Tahun 2020 banyak tantangan.

Mengapa saya sebut banyak tantangan? Karena kondisi yang masih belum stabil, baik di Indonesia sendiri maupun di dunia. Walau tahun lalu kita sudah melewati pilpres yang penuh fenomena, namun dengan terbentuknya kabinet baru yang berusia kurang dari 6 bulan, maka tahun ini merupakan pembuktian  bagaimana kinerja mereka dalam membangun Indonesia. Dari segi ekonomi Indonesia, meskipun ada pertumbuhan dibandingkan tahun 2018 namun belum sesuai dengan target yang dicanangkan. Bagaimana dengan situasi dunia? Pastilah kita masih dihantui dengan ketakutan perang dagang Amerika dan Tiongkok. Tahun lalu pun terjadi perlambatan ekonomi di berbagai negara yang bisa memberikan patokan akan tantangan tahun ini.

 

Apabila disimpulkan kondisi di atas, dikenal dengan sebutan VUCA (Vulnerability, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) yakni kondisi yang tidak menentu (V), tidak pasti (U), tidak mudah(C) serta tidak memiliki arah yang jelas (A); inilah yang menjadi tantangan kita semua. Namun, Jack Ma si Alibaba-man, memiliki strategi DAMO (Discover, Adventure, Momentum, Outlook) dalam mengatasi tantangan VUCA. DAMO ala Jack Ma diterjemahkan secara jelas oleh Bapak Hermawan Kartajaya dalam seminarnya, dimana kita harus bisa mengikuti perubahan sehingga bisa timbul ide baru  (D), lalu sifat adventuris yang bisa mencari jalan alternatif guna mendapatkan solusi yang tepat (A), kesempatan dalam membaca peluang disertai dengan melihat waktu yang tepat (M), dan lihatlah bisnis dari pandangan yang  lebih luas, jangan hanya melihat dari sisi yang mikro tapi harus secara keseluruhan (O).

Era 4.0

Pak Jokowi dalam salah satu rencana kerjanya akan fokus dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Indonesia lebih maju. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengambil startegi DAMO dalam membangun SDM yang lebih berkompeten dalam era 4.0

Disipline. Kedisiplinan menjadi salah satu kunci utama dalam membangun karaketer manusia, disiplin disini bukan hanya dari segi waktu tapi lebih disiplin dalam memberikan pemikiran yang strategis dan meng-eksekusikannya secara disiplin di lapangan.

Agile. Kecepatan memberikan solusi dan kelincahan melihat peluang perlu diterapkan dalam era 4.0; Apabila kita lambat, mungkin kompetitor anda yang memanfaatkan-nya atau bisa saja peluang tersebut tidak datang untuk kedua kalinya. Ada kalanya kita harus bergerak cepat tapi tetap penuh perhitungan.

Millennial minded. Karakter orang milenial haus akan tehnologi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan digital. Apabila kita mau bertahan, bersikaplah seperti orang milenial yang mengandalkan tehnologi dan media sosial dalam aktifitas hariannya.

Optimistic. Walaupun Indonesia masih dihantui ketidakpastiaan, serta ekonomi dunia yang masih belum stabil,  tapi rasa optimisme harus tetap ditanamkan, segala sesuatu harus dicerna secara positif. Berikan energi positif pada orang sekitar kita agar membuang jauh sikap pesimistis dan berani menyongsong tahun baru dengan penuh optimis.

Sukses untuk tahun 2020, selamat menjadi manusia 4.0 manusia DAMO