New Champion Just Born

Ditengah PBSI menargetkan  merebut 2 gelar juara di kejuaraan bulutangkis dunia All England, ditengah tumpuan harapan Indonesia pada pasangan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad, dan ditengah gelar juara yang didambakan oleh para pecinta bulutangkis Indonesia, munculah pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto sebagai satu-satunya wakil Indonesia di Final All England dan meraih gelar juara Super Series pertama bagi diri mereka.

IMG_0713

Siapa sangka pasangan yang diunggulkan di posisi 8, bisa mengalahkan pasangan-pasangan yang peringkatnya di atas mereka, salah satu diantaranya pasangan nomor 1 dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei yang notabene dalam beberapa tahun terakhir menjadi pasangan ganda campuran yang boleh dikatakan sulit untuk ditaklukan.

 

Regenerasi

 

Setiap manusia pastilah ada kendala di usia. Semakin bertambahnya usia, pastilah seseorang mengalami penurunan secara fisik dan mental. Sama halnya seorang atlet, salah satu hal yang ditakuti adalah faktor usia. Saat usia memasuki kepala 3, pada umumnya prestasi kebanyakan atlet sudah mulai menurun, walaupun ada juga yang masih bisa berprestasi saat usianya berkepala 3. Lin Dan salah satu atlet yang masih berprestasi di usia yang ke 33 dengan menjuarai gelar ke-6 nya di All England, walaupun permainan Lin Dan pun sudah terlihat menurun dibandingkan pada usianya dibawah kepala 3.

 

Rasanya semua orang sepakat bahwa salah satu faktor kunci apabila prestasi olah raga bisa tetap dipertahankan adalah me-regenerasi pemain-pemain sehingga pada saat pemain senior sudah mulai menurun, pemain muda sudah bisa menggantikan posisinya.

 

Nah pertanyaannya, bagaimana proses regenerasi dilakukan sehingga jarak prestasi antara pemain senior dan junior tidak terlampau jauh. Apabila kita berkaca pada proses regenerasi atlet di Indonesia jelas tidak berjalan dengan baik. Indonesia yang dulu menjadi kekuatan bulutangkis dunia, saat ini belum bisa mengembalikan kejayaan prestasi masa lalu. Apakah karena kesalahan pelatih, atau tidak adanya pemain berbakat, atau tidak adanya fasilitas yang lebih memadai atau alasan-alasan lain yang menyebabkan tidak jalannya proses regenarasi atlet Indonesia saat ini.

 

Mungkin kita harus belajar dari Negara Tiongkok yang selalu bisa me-regenerasi pemain-pemain mudanya dengan cepat bahkan di saat pemain senior mereka masih berprestasi, pemain-pemain junior nya pun sudah mulai bermunculan bahkan sudah menjadi salah satu pemain unggulan di setiap kejuaraan.

 

Setali 3 Uang

 

Atlet atau pemimpin dalam sebuah perusahaan/ organisasi ibaratnya setali 3 uang. Pada saat usia tertentu mereka harus bisa digantikan oleh atlet atau pemimpin yang lebih muda.

 

Salah satu tugas pemimpin yang terpenting adalah bagaimana dia harus mencari penerusnya agar menjadi orang yang kompeten, yang selalu siap menggantikannya saat diperlukan. Perusahaan bisa berhasil dan bertahan (sustain) apabila proses regererasinya berjalan dengan baik. Perlu ada kader penerus yang siap tampil bahkan di saat masih ada pemimpinnya.

 

Demikian juga untuk prestasi atlet Indonesia, di saat pemain senior kita sudah mulai menurun, pemain penggantinya pun sudah harus bisa tampil. Mudah-mudahan keberhasilan Praveen Jordan/Debby Susanto bisa menjadi pembelajaran baik bagi proses regenerasi.

Selamat bagi Praveen/Debby semoga kalian bisa terus mengukir prestasi untuk mengharumkan nama Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *